Internet

10 Tradisi Menjelang HUT RI Ini Bisa Kamu Jadikan Tujuan Wisata di Hari Kemerdekaan

Indonesia memiliki segudang tradisi menjelang HUT RI. Dan sepuluh diantaranya adalah tradisi-tradisi yang memiliki keunikan tersendiri. Di seluruh pelosok nusantara, sebenarnya banyak sekali tradisi-tradisi yang dilakukan untuk menyambut hari kemerdekaan negara ini. Dan bahkan, mungkin saja salah satu diantaranya yang termasuk unik berada di daerah kamu.

Tradisi menjelang HUT RI sebenarnya baru diselenggarakan beberapa tahun setelah Indonesia merdeka. Jadi ketika Indonesia merdeka, di tahun pertamanya belum ada yang berani merayakan kemerdekaan dengan kemeriahan seperti sekarang. Alasannya mungkin semua orang sudah tahun sendiri, bahwa pada waktu itu, walaupun sudah merdeka suasana negara Indonesia masih sangat mencekam.

Indonesia pada dasarnya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya tradisi. Keanekaragaman suku yang terbentang dari sabang sampai merauke membuat Indonesia menjadi sangat berwarna sekali oleh budayanya. Dan tentu saja ini merupakan sebuah lahan bermain yang sangat luas bagi para wisatawan dalam dan luar negeri. Keunikan-keunikan di masing-masing daerah dan serta corak budaya yang khas membuat hal tersebut sungguh sayang untuk dilewatkan.

Karena seperti diketahui penyebabnya adalah negara Indonesia merupakan negara merdeka  yang memiliki ribuan pulau dan bentangan laut yang luas dari sabang hingga marauke. Pulau dan lautan tersebut tentu memiliki sejuta kekayaan yang melimpah berupa keindahan alam dan hasil rempah bumi yang beraneka ragam hingga tercium ke manca negara.

Sedikit mengenang masa lalu, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945. Ir. Soekarno dengan gagah dan lantang membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dan mulai saat itu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) benar-benar lahir diantara negara-negara lainnya dari perang dunia ke dua. Suara-suara kemerdekaan 17 Agustus 45 tersebut selalu terkenang sampai saat ini di setiap jiwa raga rakyat Indonesia.

Lalu sekarang, untuk merayakan kemerdekaan Indonesia beberapa puluh tahun yang lalu dari para penjajah. Bangsa Indonesia selalu menyambutnya dengan penuh gembira dan perayaan sesuai dengan budayanya masing-masing. Ada tradisi-tradisi seperti lomba-lomba sederhana, seperti balap karung, tarik tambang, sampai memasukan paku di dalam botol. Kesemua tradisi tersebut lahir dari kearifan lokal di masing-masing daerah.

Selain dari tradisi-tradisi tersebut, yang hampir setiap orang pernah mengalaminya dan banyak di gelar di berbagai daerah. Ada juga tradisi-tradisi yang unik yang diselenggarakan hanya untuk menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI). Berikut ini …

10 tradisi menyambut HUT RI dari berbagai daerah yang unik dan pantas untuk dijadikan tujuan wisata kemerdekaan

1. Lomba Dayung Perahu Naga di Banjarmasin

Tradisi Menjelang HUT RI
Lomba dayung naga cerminkan gotong royong via kalimantanpost.com

Lomba dayung Perahu Naga di Banjarmasin adalah salah satu tradisi menjelang HUT RI yang pantas dijadikan tujuan wisata kemerdekaan. Pasalnya lomba ini merupakan salah satu yang unik dan pelaksanaannya keren abis. Setiap perahu biasanya memiliki kepala naga sebagai ujung terdepannya. Dan akan didayung oleh 10 orang untuk kemudian berlomba dalam jarak sekitar 500 meter mencapai garis finis.

Hadiah dari perlombaan ini pun cukup menggiurkan, selain ada uang tunai, lomba yang diselenggarakan di sungai Marta Pura, Banjarmasin ini pun memperebutkan Piala bergilir Gubernur Kalimantan Selatan.

Untuk kamu yang ingin menyaksikannya, bisa datang langsung setiap tanggal 16-17 Agustus tiap tahunnya. Nantinya ada sekitar tiga puluhan lebih tim dayung perahu naga yang siap memperebutkan piala di dua kategori, umum dan pelajar.

Disana kamu akan menyaksikan secara langsung kemeriahan kemerdekaan Indonesia dengan semangat pantang menyerah para peserta lomba. Lomba ini pun dimaksudkan untuk memberi pesan kepada siapa saja yang menyaksikannya, untuk tetap menjaga solidaritas di masyarakat. Dimana saat ini seperti sudah diketahui banyak sekali oknum yang mengatasnakan rakyat mencoba memecah belah kondusifitas negeri.

Lewat acara agusutusan ini kamu akan meilhat keharmonisan masyarakat dan rasa gotong royong yang di pertontonkan dalam perlombaan.

2. Pacuan Kuda di Tanah Gayo, Aceh

Tradisi Menjelang HUT RI
Semangat merayakan kemerdekaan via portalsatu.com

Aceh atau dengan julukannya yaitu kota serambi Mekkah tidak kalah menariknya dengan kota Banjarmasin yang menyelenggarakan lomba Dayung Perahu naga. Di Aceh ada tradisi menjelang HUT RI yang mempertontonkan para penunggang kuda handal yang berpacu dalam sebuah ajang balap.

Balap kuda atau yang biasa disebut Pacu Kude ini sudah menjadi warisan yang sangat kental bagi masyarakat Aceh. Dan rasanya cukup ganjil jika tradisi menjelang HUT RI ini tidak diselenggarakan.

Tradisi balap kuda ini tepatnya berada Aceh Tengah. Hal yang membuat unik dari perlombaan ini ialah pesertanya yang dilarang menggunakan pelana ketika menunggangi kuda. Hal ini tentu membuat peserta tertantang dan memacu adrenalin mereka karena peserta harus pintar-pintarnya menjaga keseimbangan di atas kuda tanpa bantuan pelana. Mereka dituntut untuk memacu kudanya menuju garis finish tanpa terjatuh ketika menunggangi kuda tersebut.

Lomba ini tentu menarik perhatian kaum adam untuk mengikutinya. Syaratnya adalah peserta merupakan pria dengan usia 12 hingga 20 tahun. Persyaratan lomba ini sepertinya kurang ramah perempuan. Mungkin saja karena ditakutkan jika ada wanita yang ikut andil akan berbahaya.

Dan jika kamu ada rencana berlibur ke Aceh di hari kemerdekaan, maka jangan sampai melewatkan salah satu tradisi menjelang HUT RI ini. Bisa jadi kamu akan mendapatkan sensasi tersendiri ketika menontonnya, apalagi dengan suasana kemerdekaan yang pasti meriah dan bersemangat.

3. Lomba Sampan Layar dari Batam

Tradisi Menjelang HUT RI
Warna-warni kemerdekaan via fotografer.net

Berbeda dengan di Banjarmasin yang menyelenggarakan lomba dayung perahu naga di hari kemerdekaan. Di Barelang, Batam ada lomba sampan layar. Jika di Banjarmasin lomba diadakan di sungai, lomba sampan layar diadakan di lautan di dekat tepi pantai.

Tradisi menjelang HUT RI ini merupakan gelaran yang cukup meriah. Dimana sudah menjadi tradisi turun temurun dari tahun 1959 yang selalu dinanti-nantikan masyarakat setiap tahunnya.

Perlombaan ini juga membuat animo masyarakat begitu kuat. Dimana banyak yang antusias dan setiap pegelarannya pelabuhan di Batam selalu penuh oleh orang-orang. Tradisi ini juga semakin tahun semakin eksis dan tidak hilang ditelan masa.

Karena masyarakat sekitar sadar dan peduli betapa pentingnya tradisi menjelang HUT RI ini sebagai aset budaya kotanya. Dan mampu mempererat hubungan masyarakat setempat dengan diselenggarakannya perlombaan ini.

4. Festival Telok Abang di Palembang

Tradisi Menjelang HUT RI
Meriahnya festival telok abang menjelang HUT RI di Palembang via sumsel.tribunnews.com

Bagi kamu yang suka berkeliling daerah, wajib coba datang ke Palembang menjelang hari kemerdekaan RI. Itu karena warga Palembang setiap tahunnya mengadakan tradisi langka yang hanya dimiliki oleh kota Palembang. Tradisi ini dilakukan guna untuk menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Acara yang menjadi tradisi ketika menjelang HUT RI itu adalah Festival Telok Abang. Telok berarti telor dan Abang berarti warna merah. Dengan begitu dapat dikatakan sebagai festival telor merah. Dinamakan seperti itu karena di sepanjang jalan kota Palembang menjelang HUT RI kemerdekaan akan ada banyak penjual yang menjual kapal, mobil, dan pesawat ukuran mini dari kayu atau gabus dengan telur yang dicat berwarna merah tertancap di kapal, pesawat ataupun mobil mainan tersebut.

Baca juga : Fakta Menarik dan Membanggakan Mengenai Kota Palembang

Harga yang dibandrol dari mainan tersebut mulai dari Rp.15.000 hingga Rp.150.000 tergantung tingkat ukuran dan seni yang diberikan di setiap mainan tersebut. Lumayan murah dan lumayan mahal harganya tergantung kapasitas isi dompet kita itu tebal atau tipis.

Namun tidak apalah sekali berkunjung dan sekedar untuk memeriahkan acara di Palembang ini. Karena memeriahkan acara ini merupakan salah satu wujud bentuk kecintaan kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

5. Lari Obor Estafet di Semarang

Tradisi Menjelang HUT RI
Gubernur Jateng buka Lari Obor Estafet di Semarang via blog.bustiket.com

Lari obor estafet asal Semarang merupakan tradisi dari kota Semarang yang tidak kalah serunya dari tradisi-tradisi daerah lain yang sudah tadi kita bahas. Lomba lari estafet Semarang ini sudah menjadi tradisi turun temurun setiap tahunnya yang diadakan untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI.  Ternyata lomba ini sudah bertahan selama 32 tahun lamanya dan masih populer dikembangkan oleh masyarakat Semarang.

Lomba ini didasari oleh obor yang menyala sebagai sebuah simbol semangat bagi para pahlawan ketika dulu berjuang mempertahankan kemerdekaan NKRI dari penjajahan bangsa asing. Lomba ini dilakukan pada malam hari. Hal itu tentu memberikan pemandangan tersendiri di malam hari dengan cahaya obor yang digenggam oleh peserta lalu dibawanya lari hingga diulur-ulurkan kepada teman mencapai garis finish.

Pastinya lomba ini akan menarik dan mecuri perhatian banyak orang, didukung lagi Semarang adalah kota besar. Jadi bagi kamu yang ingin merayakan HUT RI di Semarang jangan lewatkan keseruan malam kemerdekaan dengan obor-obor yang merah menyala dan menghiasi malam-malammu.

Baca juga : Wisata Budaya dan Edukatif Kota Semarang

6. Tradisi Baritan di Kota Malang

Tradisi Menjelang HUT RI
Kearifan lokal yang unik di kota Malang via republika.co.id

Lain halnya dengan lomba ataupun festival pada tradisi daerah-daerah sebelumnya yang sudah kita bahas. Kali ini kita berjumpa dengan kota Malang yang memberikan tradisi yang lebih memberikan efek-efek positif kepada warga kota Malang.

Dalam hal tradisi menjelang HUT RI ternyata kota Malang melakukan tradisinya yaitu Baritan. Baritan merupakan tradisi setiap tahunnya yang dilakukan warga kota Malang sebagai bentuk rasa syukur mereka terhadap nikmat yang telah Tuhan berikan di dunia ini.

Acara ini dilakukan justru sebelum tanggal 17 Agustus. Dengan cara membuat perkumpulan warga di suatu rumah milik salah satu warga. Lalu di tengah-tengahnya ada berbagai macam makanan dan tumpeng yang disediakan untuk akhir acara. Inti acara ini dimaksudkan untuk wujud rasa syukur dan wujud untuk mempererat tali kekeluargaan warga setempat.

7. Bola Api Dari Cirebon, Tradisi Menjelang HUT RI

Tradisi Menjelang HUT RI
Uji ketangkasan di perayaan HUT RI via liputan6.com

Terdengar horor ketika mendengar bola api Cirebon. Tetapi itu memang ada dan dimiliki Cirebon. Tradisi ini selalu diselenggarakan setiap tahunnya untuk menyambut HUT kemerdekaan RI. Tradisi menjelang HUT RI ini turun temurun diselenggarakan sebagai tradisi yang sakral dan dinanti-nantikan. Permainan ini sama dengan permainan sepak bola pada umumnya. Hanya saja bola yang dimainkan ini terbuat dari kelapa yang sudah dilumuri minyak tanah dan disulut dengan api panas yang menyala.

Permainan ini dilakukann dengan kaki telanjang tentunya dan konon sebelum melakukan lomba ini peserta harus puasa selama 21 hari lamanya. Permainan ini ternyata bermula dari para santri asal Pesantren Babakan Ciwaringin. Tradisi ini menjadi exis karena sangat menarik dan jarang-jarang ada orang yang mau luka kakinya hanya untuk sekedar memainkan sebuah  permainan.

Bayangkan saja kaki menendang api yang panas pasti akan luka. Tetapi tradisi ini termasuk tradisi yang harus dijaga sebagai budaya yang bisa dikembangkan karena mengingat Indonesia adalah negara dengan berbagai macam budaya yang banyak dan harus dilestarikan agar Indonesia tetap jaya.

8. Asyiknya Sepak Bola Durian

Tradisi Menjelang HUT RI
Menjajal kekebalan kaki dengan sepakbola durian via nu.or.id

Siapa yang akan menyangka jika duren juga bisa digunakan sebagai bola untuk bermain kaki. Buah duren memang lezat rasanya, namun orang-orang menghindari kulitnya untuk dimakan karena memang bukan untuk dimakan dan wujudnya yang keras dan berduri. Lain halnya di Cirebon yang menggunakan bola tendang tersulut api untuk menyambut HUT RI setiap tahunnya. Permainan ini dilakukan oleh anggota lascar densus 99 dan forum spiritual.

Sebelum permainan dimulai akan nada seorang ustadz yang akan berdoa untuk keselamatan para peserta. Sehingga nantinya para peserta tidak akan mengalami kecelakaan berupa sakit karena menendang bola duren tersebut.

Tradisi ini patut kita coba agar kita memiliki pengalaman bagaimana rasanya menendang buah duren yang kebanyakan orang menghindarinya. Jadi bagi kamu yang deket dengan kota Cirebon atau bagi kamu yang ingin mampir ke kota Cirebon di HUT RI bisa buat ikutan sebagai peserta. Agar kamu bisa nyobain rasanya nendang duren. Pastinya akan menjadi pengalaman tersendiri yang mengagumkan karena jarang-jarang ada orang mau menendang duren.

9. Karapan Kambing Asal Lumajang

Tradisi Menjelang HUT RI
kambing-kambing tangguh via youtube.com

Karapan kambing asal Lumajang tidak kalah asik dari  tradisi-tradisi sebelumnya. Jika dari tadi manusia yang menjadi peserta lomba, maka kali ini kambing yang akan menjadi peserta lomba. Tradisi ini ialah tradisi aduh cepat antara kambing satu dengan kambing lainnya yang dimiliki oleh peternak kambing.

Tradisi ini rutin dilakukan setiap tahunnya untuk menyambut dan merayakan HUT Kemerdekaan RI. Selain kambing yang berusaha menuju garis finish, ternyata pemilik kambing juga diwajibkan untuk membuat bunyi-bunyian dari kaleng bekas agar kambing lebih aktif dan lebih cepat berlari dalam perlombaan.

Kambing-kambing yang diikutkan dalam perlombaan karapan ini adalah kambing yang memiliki kecepat lari luar biasa. Mereka adalah kambing spesial yang mencerminkan keperkasaan para pahlawan ketika memperebutkan kemerdekaan negara ini.

10. Pawai Mobil Hias di Medan

Tradisi Menjelang HUT RI
Mobil-mobil hias khas HUT RI di Medan via analisadaily.com

Untuk memeriahkan kemerdekan republik Indonesia, Medan punya cara tersendiri setiap tahunnya. Masyarakatnya menggelar pawai mobil yang dihias dengan berbagai macam kreatifitas dan warna-warna yang mencolok.

Pawai ini biasanya diikuti oleh kurang lebih 50 peserta dan diikuti oleh berbagai macam instansi sebagai ajang promo kota Medan. Tidak hanya mobil-mobil hiasan saja, biasanya pawai ini juga dikawal oleh grup drum band yang semakin memeriahkan pawai itu sepanjang jalan. Pawai ini biasa berpusat di lapangan Merdeka, Medan.

Demikian tadi 10 tradisi yang diselenggarakan oleh berbagai daerah di Indonesia dalam rangka menyambut HUT RI. Semoga dapat menjadi pengetahun bagi kalian dan bermanfaat sebagai referensi berwisata di hari kemerdekaan.

Namun sebenarnya masih banyak tradisi-tradisi yang dimiliki oleh daerah lain dari Sabang sampai Merauke. Dan jika diulas semua pastinya tidak cukup waktu dan tenaga menelaahnya. Jadi cukup 10 dulu yang dapat saya sampaikan, semoga bisa menjadi wawasan bermanfaat.


Loading...
Baca selengkapnya

Seorang laki-laki biasa yang ingin sukses dalam damai

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close