Peluang usaha

9 Tips Menjadi Peternak Ayam Petelur yang Sukses

Budidaya ayam petelur adalah salah satu budidaya yang relatif mudah dan murah dilakukan. Telur yang dihasilkan tak sulit dijual, perawatan ayam tak serumit ternak lainnya, dan modalnya pun tidak begitu besar.

Namun, bagi seorang peternak, capaian menuju kesuksesan jelas perlu proses. Apalagi mesti menghadapi tingkat persaingan yang tinggi. Lantas apa yang harus dilakukan? Mundur saja dan tak jadi peternak? Atau, asal dijalani saja tanpa berpikir panjang?

Bila menjadi peternak adalah profesi yang menurut Anda bagus dan sesuai passion, seharusnya Anda memperjuangkan itu. Soal kesuksesan, Anda bisa mengejarnya secara bertahap. Nah, untuk membantu Anda menjadi peternak ayam petelur yang sukses, berikut ini 9 tips yang wajib Anda lakukan.

Baca juga: Pemanas Kandang Ayam Berkualitas dengan Harga Paling Murah

1. Tentukan Target Pasar Anda

Telur ayam bisa dibedakan berdasarkan beberapa aspek. Misalnya, pengelompokkan telur ayam kampung versus telur ayam biasa. Telur ayam kampung umumnya lebih mahal karena dianggap lebih sehat dibanding telur ayam non kampung.

Selain itu, kita juga bisa membedakan telur ayam berdasarkan pola pakan induknya. Di luar negeri, misalnya, sudah marak dijual telur ayam organik, telur ayam dengan kandungan omega 3 tinggi, dan lain sebagainya.

Telur-telur khusus seperti itu biasanya ditujukan untuk pangsa pasar yang spesifik. Misalnya untuk mereka yang memang menjaga gaya hidup sehat serta vegetarian. Sejak semula Anda perlu mempertimbangkan hal ini. Jangan memulai usaha ternak dengan semata-mata mengikuti orang lain saja. Tentukan target pasar Anda dan pikirkan jenis telur yang paling mereka suka.

2. Tetapkan Harga dan Kualitas Telur

Orang-orang akan maklum dengan harga telur Anda yang mahal bila kualitasnya memang baik. Mereka juga akan maklum dengan kualitas telur yang kurang bagus bila harganya murah. Ibaratnya, seperti produk China dan Jepang. Keduanya sama-sama diterima di pasar karena sesuai dengan mindset masyarakat, “ada barang ada uang.”

Mindset masyarakat seperti ini pun harus Anda pahami agar bisa menjadi peternak ayam petelur yang sukses. Dengan prinsip ini, Anda bisa menetapkan harga yang rasional dan bisa diterima publik.

Tentu akan lebih menggiurkan bila Anda bisa menjual telur yang berkualitas dengan harga lebih murah. Produk Anda pasti akan laris manis. Namun, melakukan hal tersebut jelas tidak mudah. Bisa saja profit yang Anda dapatkan minim sekali. Jadi, silakan pikirkan masak-masak mengenai hal ini. Semua pilihan punya konsekuensinya masing-masing.

3. Tonjolkan Keunggulan Produk Anda

Agar usaha dan produk Anda cepat dikenal dan selalu disukai, Anda wajib memiliki kelebihan. Dan kelebihan ini harus benar-benar ditonjolkan. Misal, Anda akan memasarkan telur ke toko A, B, C, dan D.

Telur Anda sebetulnya sama saja dengan telur yang lain. Namun, Anda selalu menyuplai telur yang bersih dan tidak berjamur dengan harga yang sama. Kelebihan seperti ini akan disenangi pemilik toko.

Sebab mereka tak perlu membersihkan telur-telur itu lagi sebelum dikemas untuk dijual lagi. Keunggulan tersebut harus terus Anda pertahankan. Sebab meski sepele, namun Anda menawarkan sesuatu yang lebih dibanding produsen telur ayam yang lain.

4. Bersikap Profesional

Salah satu kekurangan yang biasa dimiliki para peternak telur ayam pemula adalah perilaku yang kurang profesional. Hal ini biasanya bersumber dari kebiasaan memelihara ayam di kampung yang ala kadarnya.

Ketidakprofesionalan tersebut termanifestasikan dari kurangnya evaluasi berbasis data. Misalnya, Anda tak begitu memerhatikan lama waktu hingga ayam bisa bertelur. Padahal sebetulnya, ayam Anda memang agak terlambat memproduksi telur. Selain itu, produksi telurnya pun masih kurang optimal.

Data-data seperti ini harus selalu dikumpulkan, dianalisis, lalu dievaluasi dengan standar yang berlaku. Dengan demikian, Anda bisa memperbaiki sekiranya performa usaha Anda kurang bagus.

5. Kelola Keuangan dengan Baik

Keuangan usaha Anda harus diupayakan sehat bila Anda ingin menjadi peternak ayam petelur yang sukses. Bila perlu, carilah akuntan untuk mengurus hal ini. Selain itu, jangan pernah mencampuradukkan uang perusahaan dengan uang pribadi.

Bagaimana dengan hutang? Sah-sah saja melakukan hutang. Akan tetapi, sebelum hutang itu diambil, seluruh lini perusahaan harus siap.

Bukan kasus yang jarang tatkala sebuah UKM bangkrut setelah mengambil hutang. Biasanya hal itu disebabkan karena manajemen keuangan yang buruk dan tidak siapnya perusahaan memasuki tahap produksi yang lebih besar.

6. Lakukan Strategi Pemasaran yang Tepat

Menghasilkan telur yang banyak dan berkualitas saja sama sekali tidak cukup. Anda juga perlu melakukan pemasaran dengan gencar dan tertarget. Berbagai metode bisa Anda terapkan untuk melakukan pemasaran.

Anda bisa menawarkan telur secara door to door ke minimarket sekitar, menawarkan ke pedagang pasar, sampai menyebarkan brosur. Tanpa pemasaran yang mumpuni, panen Anda tidak akan terserap dengan baik. Bisa-bisa Anda harus menjual telur dengan harga terlalu murah.

7. Rambah Dunia Maya

Di era serba internet seperti saat ini, sudah seharusnya Anda memikirkan pemasaran dan penjualan secara online. Anda bisa memulainya dengan menawarkan ke WA grup kawan-kawan Anda, membuat laman di media sosial, sampai membuat website sendiri.

Selain itu, Anda juga harus siap dengan transaksi secara online. Anda harus menyiapkan prosedurnya, cara pengemasannya, hingga siapa yang bertugas mengantarkan barang.

Untuk memastikan produk benar-benar laku, Anda sebaiknya menawarkan sesuatu yang spesial. Sebab bila tidak, orang-orang tak akan membeli telur Anda yang biasa saja. Contoh telur yang spesial adalah telur organik, telur yang mengandung nutrisi-nutrisi tertentu, sampai telur yang ukurannya lebih besar.

8. Jalin Hubungan Baik dengan Klien Anda

Banyak yang mengatakan bahwa kita harus bisa memisahkan relasi bisnis dengan relasi personal. Meski dalam beberapa hal prinsip tersebut tidak salah, namun ada kalanya prinsip itu mesti ditinggalkan. Misalnya ketika Anda menjalin relasi dengan klien.

Anda perlu menjalin relasi yang lebih dari sekadar relasi bisnis dengan mereka. Misalnya dengan hadir saat klien punya hajatan. Kedekatan seperti ini bisa menguntungkan kedua belah pihak. Telur Anda bisa terus dipesan. Dan klien pun bisa mendapatkan diskon dari Anda.

Toh, kalau dilihat secara umum pun, kebanyakan pengusaha yang sukses adalah yang kemampuan interpersonalnya baik. Mereka dikenal ramah sehingga barangnya cepat laku. Jadi tak ada salahnya mengikuti cara tersebut bila Anda ingin menjadi peternak ayam petelur yang sukses.

9. Terus Ikuti Perkembangan Peternakan Ayam Petelur

Berbagai inovasi ditemukan oleh para ilmuwan di bidang peternakan tiap tahunnya. Ada yang menemukan nutrisi tertentu yang bisa membuat ayam lebih cepat bertelur. Dan ada juga yang menemukan mengenai strategi budidaya ayam petelur yang lebih sehat dan eco friendly.

Bila Anda ingin mengembangkan peternakan ayam petelur Anda, ada baiknya menyimak temuan-temuan terkini dari studi yang kredibel. Anda akan selangkah lebih di depan dibanding peternak lain yang mengabaikan hal tersebut.

Penutup

Bagi sebagian orang, menjadi peternak ayam petelur adalah sebuah cita-cita yang ingin diwujudkan. Namun demikian, untuk dapat sukses di bidang ini jelas Anda harus memiliki strategi yang tepat.

Ada beragam hal yang harus diupayakan dari menentukan target pasar sampai mengikuti perkembangan sains terbaru. Karena itulah, Anda harus lebih giat dalam berusaha. Jadi, terapkan 9 tips di atas agar Anda bisa mengecap keberhasilan di bidang usaha ini.

Baca juga: Tempat Pakan Ayam Terlengkap dan Termurah dengan Kualitas Terbaik

Tulisan ini adalah guest post dari Muhammad Akhsan

Tentang Penulis – Muhammad Akshan adalah founder MitraBibitAyam.com. Di website tersebut, ia menyediakan peralatan ternak ayam dan bibit ayam berkualitas antara lain jual DOC ayam petelur, ayam kampung, dan ayam broiler.


Loading...

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close