Kisah Inspiratif

Abdul Rahman Tukiman, Wong Ndeso Yang Menjadi Juragan Bakso

Abdul Rahman Tukiman adalah sosok yang patut menjadi teladan anak muda saat ini, dimana kehidupan yang serba susah tak membuatnya putus asa dan menyerah.

Kehidupan yang serba susah dan sulit justru membuatnya sangat tangguh dalam menjalani hidup, hingga mampu bangkit dan mencapai kesuksesan sampai sekarang ini.

Siapa Abdul Rahman Tukiman ? mari sejenak kita mengenal beliau.

Menjalani Hidup Yang Tak Mudah

Pria kelahiran 1961 ini lahir di desa Sumurup, kecamatan Bendungan, Trenggalek – Jawa Timur. Sejak kecil memang sudah harus hidup serba kekurangan, lantaran sang ayah meninggal dunia ketika umurnya masih sembilan tahun.

Orang tua Cak Man sendiri sebenarnya memiliki sawah yang cukup luas. Namun, karena tidak ada yang mengelola terpaksalah digadaikan untuk menyambung hidup. Dan dari hasil gadai sawah sepetak demi sepetak itulah, Cak Man dan keluarganya mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Hasil dari sawah tak bisa menjamin kehidupan Cak Man dan keluarganya. Alhasil, anak kelima dari delapan bersaudara ini memutuskan untuk merantau ke kota.

Menjadi Pelayan

Siapapun yang ingin meraih kesuksesan memang harus pergi dari kampung halamannya, apabila dikampung halamannya situasi dan kondisi tidak mendukung. Meski tak selamanya menjadi tolok ukur kesuksesan, namun kebanyakan orang-orang meraih kesuksesan karena pergi meninggalkan kampung halamannya atau yang biasa kita kenal dengan merantau.

Dan hal itu pula yang dilakukan Cak Man, dimana ia memutuskan untuk pergi merantau. Meski berat meninggalkan sang ibu dan keluarganya, keputusan itu memang harus ia ambil.

Saat memutuskan merantau, Cak Man mengaku tak tahu akan kemana. Namun, ia beruntung karena saat itu ada juragan bakso yang sedang mencari pemuda desa yang ingin ia bawa untuk membantunya berjualan di daerah Malang.

Tanpa berfikir panjang, Cak Man mengambil tawaran tersebut. Sang juragan bakso yang bernama Sumaji menugaskannya untuk memasak bakso, mencuci peralatan hingga menyiapkan segala sesuatu yang akan dijual di gerobak.

Berjualan Bakso dan Sukses

abdul rahman tukiman
Abdul Rahman Tukiman | tersedunia.kawunganten.com

Menjadi pelayan di dalam ruangan yang bertugas memasak dan menyiapkan peralatan sehari-hari membuat Cak Man bosan. Alhasil, ia meminta ijin kepada bosnya untuk ikut berdagang. Siapa sangka, berdagang keliling membuat hatinya bahagia karena mendapatkan keuntungan berlebih.

Cak Man menjalani rutinitas dagangnya bersama Sumaji kurang lebih hanya empat tahun saja, karena ditahun-tahun berikutnya ia memutuskan untuk membuka usaha sendiri.

Modal awal yang digelontorkan suami Mariyah Maryatun ini adalah 77 ribu di tahun 1984. Menurutnya membuka usaha sendiri akan membawa keuntungan yang lebih besar, karena saat membantu Sumaji saja keuntungan sudah sangat besar.

Namun, membuka usaha tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kadang ada hari-hari dimana banyak pelanggan dan terkadang ada hari dimana sepi pelanggan. Meskipun pasang surut dalam berjualan, Cak Man mengaku tak putus asa. Kondisi yang dialaminya itu justru menambah semangatnya untuk berinovasi dalam membuat bakso yang enak.

Modal semangat dan keyakinan yang dimiliki Cak Man ternyata tak sia-sia, karena di tahun 2007 usahanya berkembang pesat dan berhasil mendirikan perusahaan yang bernama PT. Kota Jaya yang kemudian mewaralabakan baksonya.

Berbagi Tips Kesuksesan

Kini usaha bakso Cak Man yang sudah dijalani berpuluh-puluh tahun sudah menghasilkan buah yang manis. Outlet-outlet yang ia waralabakan selalu ramai dikunjungi pembeli dan berhasil memberdayakan puluhan ribu masyarakat Indonesia.

Meski berasal dari kampung alias wong ndeso, ia tetap memiliki tujuan yang kuat untuk masa depannya. Bagi Cak Man untuk menggapai cita-cita harus dibarengi dengan kesungguhan dan mau belajar kepada siapapun.

Selain itu, meningkatkan mutu dan pelayanan akan membuat usaha yang dibangun semakin berkembang di tahun-tahun berikutnya.

Cak Man yang saat ini sudah sukses dengan bakso kotanya tetap berharap agar usahanya bisa menjadi resto cepat saji asli Indonesia yang kemudian mampu bersaing dengan KFC, McDonald’s dan Hoka-Hoka Bento.

Itu tadi kisah mengenai Abdul Rahman Tukiman atau yang lebih akrab dipanggil Cak Man. Semoga menginspirasi dan bermanfaat bagi penulis dan para teman-teman pembaca.

Baca juga : Keunggulan Bisnis Kuliner, 5 Hal yang Membuat Kalian Yakin untuk Memulai Usaha


Loading...

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close