Kisah Inspiratif

Ahmad Khoerussalim Ikhs, Mantan Salesman Yang Menjadi Pengusaha Donat

Ahmad Khoerussalim Ikhs adalah sosok inspiratif yang akan diangkat pada artikel singkat ini. Mengapa Ahmad Khoerussalim Ikhs ? karena kisah beliau sangat memotivasi dan banyak sekali nilai-nilai perjuangan didalamnya.

Nama bang Salim, mungkin masih asing bagi kebanyakan masyarakat Indonesia karena masih sedikit yang mengangkat perjalanan suksesnya. Dan semoga melalui artikel singkat ini, teman-teman pembaca mengetahui siapa beliau.

Dan berikut kisah inspiratifnya, selamat menyimak.

Lahir dari Keluarga Pendidik

Pria yang pernah mengenyam pendidikan di IAIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta dan Universitas Gajah Mada ini terlahir dari keluarga pendidik, dimana sang ibu adalah seorang guru dan sang bapak seorang ustadz.

Bang Salim panggilan akrab Ahmad Khoerussalim Ikhs, sejak kecil hingga memasuki perkuliahan sama sekali belum bersentuhan dengan dunia bisnis. Dirinya lebih tertarik dengan dunia pendidikan, dimana sempat menjadi asisten dosen di UGM dan beberapa tulisannya sering dimuat oleh media lokal.

Bekerja Sebagai Salesman

Karir bang Salim sebenarnya cukup cerah di dunia pendidikan, dimana ia menjadi asisten dosen ketika berkuliah dan menjadi guru Madrasah di Pulau Lombok.

Saat masih menjadi tenaga pengajar di Madrasah selama enam bulan, karir bang Salim seharusnya bisa naik apabila ia mengambil pekerjaan sebagai dosen di IKIP Mataram pada tahun 1994. Sayangnya kesempatan emas itu tak diambil, karena dirinya memutuskan pulang kampung ke Jakarta untuk menikah dan memulai karirnya disana.

Mencari pekerjaan di kampung halaman, ternyata tak semudah yang ia bayangkan karena selama empat bulan harus menganggur. Salah satu pekerjaan yang ada saat itu adalah tenaga penjual atau salesman yang kemudian ia ambil untuk membiayai kehidupan sehari-hari.

Pekerjaan salesman ini kurang lebih dijalani bang Salim selama dua tahun, karena ia tidak betah dan selama dua tahun sudah pindah perusahaan sebanyak tiga kali.

Menjalani Sulitnya Hidup

Selepas keluar dari perusahaan, niat bewirausaha Suami Siti Arofah ini mulai muncul. Mulailah ia berdagang alat-alat elektronik yang kemudian berganti alat-alat rumah tangga, mainan anak hingga buah-buahan.

Dari hasil berdagangnya ini, bang Salim mengaku mendapatkan keuntungan yang lumayan besar. Membeli motor, menyewa kios untuk berjualan bensin hingga mencukupi kehidupan sehari-hari pun berhasil ia lakukan.

Sayangnya nikmat yang dirasakan bang Salim tak bertahan lama, karena krisis ekonomi tahun 1998 membuat usahanya bangkrut. Hasilnya, jerih payah dari hasil berdagang selama ini terpaksa dibuat untuk memenuhi kehidupan sehari-hari yang saat itu minus.

Kembali Menjadi Salesman

Keterpurukan ekonomi memaksa bang Salim menjadi salesman lagi. Kali ini dirinya menjadi sales donat yang keuntungan per harinya bisa mencapai 50-70 ribu rupiah. Dan lewat pekerjaan sales donat ini pula, perlahan-lahan perekonomian keluarganya membaik.

Setelah bekerja sebagai sales donat, bang Salim mengaku pindah ke perusahaan donat yang lain. Di tempat barunya tersebut, dirinya masuk ke jajaran manajemen dan memberikan ide untuk memajukan perusahaan yang sayangnya ditolak langsung oleh pemiliknya.

Melihat ide briliannya ditolak sang pemilik perusahaan, langkah berani diambil bang Salim dengan mengundurkan diri. Dan di fase inilah, ternyata kisah suksesnya dimulai.

Mendirikan Usaha Donat Sendiri

Ahmad Khoerussalim Ikhs
Ahmad Khoerussalim Ikhs | good-stories.blogspot.com

Setelah keluar dari tempat kerjanya, mulailah bang Salim mengontak teman semasa kuliahnya untuk diajak bekerjasama. Bersama temannya itu pula yang bernama Ahmadi Ridwan, dirinya mulai mengembangkan sayap bisnisnya dengan gelontoran dana sebesar Rp. 60 juta.

Perusahaan donat yang didirikan bang Salim ini diberi nama PT. Country Lestari yang menghasilkan merk “Country Donuts” pada 10 Oktober 2000.

Kini usaha yang dirintis bang Salim sudah mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari dan tentunya memberdayakan masyarakat sekitar yang membutuhkan pekerjaan karena menggunakan sistem waralaba.

Bagi bang Salim kunci suksesnya adalah menikmati segala proses yang saat ini terjadi dan terus berinovasi agar produk yang dihasilkan semakin berkualitas.

Semoga artikel ringkas ini bermanfaat bagi penulis dan teman -teman pembaca, sekaligus membuat kita mengenal sosok Ahmad Khoerussalim Ikhs.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close