in

KKN UNS Susuri Dua Air Terjun “Misterius” Dibalik Aliran Air Terjun Dong Aron Pelang Seloromo Jenawi

air terjun dong aron

Air Terjun Dong Aron Pelang Seloromo~Awal tahun 2017 ini Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali meluncurkan ribuan mahasiswa untuk mengabdi di berbagai daerah dengan program Kuliah Kerja Nyata. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini merupakan program yang dilaksanakan dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Juli-Agustus dan Januari-Februari. Sasaran program ini adalah masyarakat di daerah pedesaan bahkan sampai di pelosok pelosok negeri yang memiliki potensi untuk pengembangan masyarakat.

Tidak ketinggalan, Karanganyar yang merupakan bagian dari area Solo raya juga menjadi salah satu sasaran dalam program KKN UNS Periode enam Januari-Februari 2017. Seluruh Desa di Kecamatan Jenawi dan Mojogedang menjadi tempat yang akan dikembangkan potensinya. Salah satu Desa yang berpotensi untuk dikembangkan adalah Desa Seloromo Kecamatan Jenawi, karena baru baru ini Desa Seloromo mulai serius dalam menggarap lokasi wisata baru yaitu air terjun Dong Aron di dusun Pelang.

Berangkat dari keindahan dan keunikan wisata air terjun Dong Aron yang memiliki potensi untuk dikembangkan, sembilan mahasiswa KKN di desa Seloromo menyusuri sungai yang menjadi sumber air bagi air terjun Dong Aron. Dengan didampingi oleh juru kunci dan beberapa masyarakat sekitar, para mahasiswa bisa sampai di air terjun lain dibalik air terjun Dong Aron. Air terjun ini tidak kalah menarik dan memiliki berbagai mitos yang berkembang.

  1. Gambaran Umum Wisata Air Terjun Dong Aron Pelang

    air terjun dong aron
    via~ https://www.instagram.com/kknseloromo_2017/

Wisata air terjun Dong Aron berada di Dusun Pelang Desa Seloromo Kecamatan Jenawi Karanganyar. Lokasi wisata ini baru mulai dikembangkan sejak akhir tahun 2016 lalu. Namun hingga awal tahun 2017 ini sudah banyak wisatawan yang berkunjung. Pengembangannya berada dalam program kerja kelompok sadar wisata (pokdarwis) Desa Seloromo yang didukung langsung oleh pemerintah desa.

Air terjun Dong Aron memang tidak setinggi air terjun lain di daerah Karanganyar, misalnya air terjun grojogan sewu, air terjun parang ijo dan air terjun jumog. Terjunan air di air terjun Dong Aron hanya sekitar lima sampai enam meter. Namun air terjun Dong Aron memiliki karakteristik yang khas, yaitu air terjun ini bertingkat empat. Hal ini membuat air terjun Dong Aron di Seloromo Jenawi memiliki kemiripan dengan curug nangga di jawa barat dan air terjun bertingkat di bali.

Pada bagian dasar dari setiap tingkat air terjun Dong Aron terbentuk sebuah kolam alami. Kolam alami ini airnya sangat jernih dan tidak terlalu dalam sehingga bisa digunakan untuk berenang maupun hanya sekedar berendam. Air terjun ini bersumber dari lereng gunung lawu yang masih alami, sehingga airnya sangat dingin dan segar. Banyak orang yang percaya bahwa berendam di bawah air terjun Dong Aron bisa memberikan efek baik untuk kesehatan.

Baca juga: Wisata Air Terjun Se-Karanganyar

Sejuknya air dan adanya mitos yang beredar, membuat air terjun Dong Aron Pelang selalu ramai pada sore hari. Banyak anak anak kecil yang dengan suka ria berenang di kolam alami wisata air terjun Dong Aron Pelang. Namun tenang saja, meskipun sering digunakan untu berenang tidak membuat air yang pada kolam menjadi kotor. Air terjun ini selalu teraliri air yang bersih dan tidak cemar oleh bahan apapun dari sumber air di lereng gunung lawu.

  1. Akses Masuk Dan Fasilitas

    air terjun dong aron

Untuk sampai di Desa Seloromo anda bisa melalui berbagai jalur. Untuk jalur yang mudah dilewati bisa melalui Kemuning ke arah Jenawi kemudian Seloromo. Jalur ini adalah jalur yang paling mudah dilalui meskipun sedikit lebih jauh apabila posisi awal dari pusat Kabupaten Karanganyar. Namun pemandangan kebun teh di kemuning menjadikan perjalanan terasa singkat. Selain itu pemandangan perkotaan juga dapat dinikmati dari daerah dataran tinggi ini.

Jalur terdekat dari Kabupaten Karanganyar adalah melalui Mojogedang ke arah Batu Jamus kemudian Seloromo. Sayangnya meskipun dekart, namun jalan yang dilalui banyak yang sudah rusak dan berlubang. Melalui jalur ini anda disuguhi oleh beberapa kebun teh yang cukup luas dan bisa digunakan untuk singgah sejenak dan berfoto foto.

Jalur alternatif lain yang bisa dilalui adalah melalui Sragen kearah Sambirejo kemudian Seloromo. Jalur ini jalan yang dilalui juga sudah rusak, namun apabila lewat pada malam hari jalan ini yang paling pas karena terdapat penerangan jalan umum.

Akses jalan untuk masuk ke area air terjun Dong Aron cukup sulit untuk dilewati karena air terjun Dong Aron berada di area tegalan atau kebun warga. Bahkan jalan untuk masuk ke area air terjun melewati jalan setapak yang merupakan bagian dari tegalan. Hal ini membuat hanya kendaraan roda empat yang bisa masuk ke area parkir wisata, sedangkan kendaraan roda empat tidak bisa masuk hanya bisa dititipkan di rumah rumah warga.

Fasilitas yang disediakan di area wisata air terjun Dong Aron memang masih belum lengkap. Untuk sementara, tempat parkir yang disediakan hanya tempat parkir sepeda motor karena mobil belum bisa masuk. Tempat istirahat seperti warung juga masih belum terlalu banyak, karena masih tergolong baru. Kamar mandi umum dan tempat berganti pakaian setelah berenang juga masih dalam proses pembangunan oleh masyarakat dengan dukungan dari pemerintah desa.

  1. Susur Sungai Mencari Air Terjun Dibalik Air Terjun Dong Aron

Pada bagian ini saya akan bercerita dengan lebih santai. Beberapa minggu yang lalu, tim KKN UNS Seloromo berniat untuk menghilangkan penat setelah berhari hari melaksanakan program kerja tanpa ada waktu untuk refreshing. Akhirnya tim KKN UNS mencari informasi wisata apa saja yang memungkinkan untuk dikunjungi di daerah Desa Seloromo.

Mendengar cerita cerita dari perangkat desa dan warga, ternyata ada air terjun Dong Aron tidak hanya dalam satu tempat. Apabila ditelusuri lebih jauh terdapat tiga air terjun lain diatasnya. Hanya saja membutuhkan jalan kaki cukup jauh untuk bisa menjangkaunya, sehingga belum banyak yang pernah mengunjunginya.

Berangkat dari niat refreshing dan rasa penasaran inilah kemudian tim KKN UNS Seloromo hari Kamis tanggal 2 Februari 2017 mencoba untuk menyusuri sungai diatas air terjun Seloromo. Tidak seluruh tim KKN ikut dalam perjalanan, hanya empat orang dari tim KKN karena perjalanan susur sungai dengan jarak cukup jauh membutuhan kondisi tubuh yang prima dan terbiasa jalan kaki. Tim KKN UNS ditemani oleh ketua pokdarwis dan beberapa warga lainnya yang pernah melakukan susur sungai.

Sesuai saran dari juru kunci, untuk melakukan perjalanan susur sungai di Dong Aron, orang yang ikut harus berjumlah genap. Sangat tidak disarankan apabila jumlah orangnya ganjil. Entah ini hanya untuk menakut nakuti tim KKN UNS atau memang ada sesuatu hal yang benar benar mengharuskan agar jumlah orangnya genap. Mitos ini sebenarnya sudah banyak berkembang bukan hanya di wisata Dong Aron Pelang, untuk mendaki gunung pun sebenarnya ada juga mitos yang sama.

Perjalanan Berangkat Melalui Sungai

air terjun dong aron
via~ https://www.instagram.com/tarra_ugo

Perjalanan dimulai dari jam 12.52 dengan memarkirkan kendaraan di area parkir wisata air terjun Dong Aron. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati sungai yang mengalir ke air terjun Dong Aron. Tidak mudah untuk melewati sungai ini, karena banyak bebatuan yang menghadang.

Selain itu juga banyak bagian sungai yang airnya cukup dalam sehingga hanya bisa melewati bibir sungai. Meskipun begitu beberapa bagian sungai cukup dangkal karena ketinggian air hanya setinggi mata kaki.

Di kanan dan kiri sungai adalah tebing yang cukup tinggi sehingga mau tidak mau tetap harus melewati sungai sampai bertemu dataran yang sama ketinggiannya dengan sungai. Di sekitar aliran sungai hanya dihiasi oleh tanaman tanaman yang tumbuh liar. Hanya tanaman semak dan tanaman tanaman besar yang menghiasi. Selain itu tidak sedikit pula rumpun rumpun bambu yang menggelayut ke sungai.

Air yang mengalir cukup deras dan sangat dingin ditambah lagi dengan tumbuh tumbuhan di sekitar sungai yang sejuk sangat nyaman untuk dinikmati. Pemandangan dan suasana ini tentu saja tidak bisa ditemukan di daerah perkotaan ataupun di sekitaran kampus UNS, karena sungai yang ada di Solo adalah sungai sungai besar yang kebanyakan airnya sudah sangat keruh dan kotor.

Air Tejun Nan Indah

Sepanjang perjalanan akan menemukan banyak sekali terjunan air meskipun tidak terlalu tinggi, sehingga harus memanjatnya. Setelah berjalan kurang lebih 45 menit, maka akan bertemu dengan air terjun yang sangat deras aliran airnya. Inilah air terjun paling atas yang berada di daerah Seloromo, karena apabila dilanjutkan maka akan sampai di wilayah desa Menjing. Aliran air ini lebih deras dibandingkan dengan air terjun Dong Aron Pelang yang ada di bagian bawah, karena terjunan airnya lebih sempit.

Saking derasnya, terbentuk buih buih air berwarna putih sehingga tidak nampak seperti air yang mengalir. Kanan dan kiri air terjun ini dihiasi oleh rumpun bambu yang tumbuh subur.

Kondisi di sekitar air terjun ini belum banyak terjamah oleh manusia sehingga masih sangat natural. Kondisi lingkungannya sangat sejuk karena ketika berdiri disekitar air terjun akan terkena kabut air yang beterbangan terbawa angin. Apalagi masih banyak pohon pohon besar yang tumbuh sehingga panas matahari tidak terasa menyengat.

Perjalanan Pulang Melalui Kebun Karet

air terjun dong aron

Waktu istirahat di air terjun dirasa sudah cukup dan sudah waktunya untuk kembali ke basecamp. Tim KKN UNS tidak melanjutkan perjalanan ke air terjun yang lebih atas lagi karena takut terjebak hujan dan waktu sudah semakin sore. Perjalanan pulang sangat sulit apabila dilalui saat hujan apalagi gelap. Selain itu air terjun yang lebih atas adalah wilayah Desa Menjing, sehingga dirasa tidak terlalu urgent untuk dikunjungin segera.

Perjalanan pulang tidak melalui jalan berangkat, jalan yang dilalui adalah melalui perkebunan karet. Jalan ini tentu saja memiliki sensasi yang berbeda, karena pemandangan sekitar sudah bukan lagi air. Area perkebunan karet ini tidak terlalu terawat, sehingga banyak semak semak yang cukup mengganggu perjalanan. Mungkin karena ini musim panen getah adalah pada musim kemarau sehingga pada musim hujan tidak terlalu dirawat.

Perjalanan melalui kebun karet ini justru lebih sulit daripada melalui sungai saat perjalanan berangkat. Tanah yang becek terkena hujan terasa begitu licin dan mengotori alas kaki serta celana. Namun perjalanan yang dilalui Tim KKN UNS dan warga ini terasa begitu mengasyikkan, karena pengalaman pengalaman seperti ini adalah pengalaman KKN yang tidak akan mudah terlupakan.

  1. Penanaman Pohon Penahan Tanah

    air terjun dong aron

Sebagai salah satu langkah untuk menjaga penyimpanan air tanah di daerah Seloromo khususnya air terjun Dong Aron, tim KKN UNS mengadakan penanaman bibit tanaman tahunan atau tanaman keras. Penanaman dilakukan di sekitar area air terjun dan di kebun karet. Hal ini dilakukan karena meskipun karet adalah tanaman keras namun secara berkala akan di tebang dan diganti dengan tanaman baru, sehingga dikhawatirkan akan terjadi erosi saat tidak ada tanaman karet.

Bibit pohon yang ditanam adalah bibit sengon untuk area air terjun Dong Aron. Tanaman sengon mudah tumbuh dalam berbagai kondisi lahan penanaman. Sehingga cocok ditanam di wisata air terjun Dong Aron yang memiliki tanah merah. Selain itu tanaman ini memiliki pertumbuhan yang cepat sehingga selain sebagai peneduh juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Cocok apabila ditanam di lahan pribadi milik warga di sekitar air terjun Dong Aron Pelang.

Sedangkan untuk area perkebunan karet ditanami dengan tanaman bendo. Tanaman bendo adalah tanaman keras tahunan yang mampu hidup dalam berbagai kondisi tanah, sehingga tidak membutuhkan perawatan yang sulit. Tanaman bendo juga tidak mengganggu pertumbuhan maupun produktivitas dari tanaman karet yang ada di sekitarnya.

Selain itu tanaman bendo memiliki karakteristik yang hampir sama dengan tanaman karet, yaitu dapat diambil dan dimanfaatkan getahnya. Namun fungsi dari getah tanaman bendo lebih banyak digunakan sebagai perekat saja.

  1. Potensi Pengembangan Wisata

    air terjun dong aron
    via~ https://www.instagram.com/tristianto_/

Keberadaan air terjun Dong Aron Pelang dan berbagai macam faktor pendukung disekitarnya menjadikan lokasi ini sangat potensial untuk dikembangkan. Penyediaan infrastruktur jalan sangat penting untuk disediakan agar berbagai macam kendaraan bisa dengan mudah untuk masuk ke area wisata.

Dengan kemudahan akses masuk ke area wisata tentu akan mendorong wisatawan untuk mengunjungi wisata air terjun Dong Aron Pelang. Kehadiran wisatawan tentu saja akan meningkatkan roda perekonomian masyarakat sekitar dengan membuat tempat singgah, warung makan dan jasa jasa wisata lain. Namun tentu saja hal ini akan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak yang meliputi masyarakat pelaku, pengusaha dan pemerintah baik daerah maupun pusat.

Keberadaan air terjun bertingkat dibalik air terjun Dong Aron tentu saja potensial untuk dikembangkan. Sehingga nantinya bisa dikembangkan jenis wisata baru selain air terjun Dong Aron, misalnya wisata susur sungai, outbond kegiatan alam lainnya.

Berbagai pilihan wisata ini sudah banyak berkembang di daerah Karanganyar, tetapi kebanyakan hanya berdiri sendiri sendiri tanpa adanya integrasi. Penggabungan berbagai pilihan wisata dalam satu lokasi akan menarik wisatawan untuk datang karena dapat menikmati berbagai wisata hanya dalam satu lokasi.

Cocok Untuk Selfie

Terlebih lagi apabila area wisata Dong Aron Pelang disetting menjadi lokasi yang selfieable atau cocok untuk selfi. Hal ini karena lokasi yang ramai dikunjungi wisatawan adalah lokasi wisata yang menyediakan tempat untuk narsis. Sehingga ini bisa untuk diunggah ke media sosial. Unggahan foto wisatawan ke media sosial ini menjadi salah satu media periklanan yang gratis. Namun efeknya sangat masif dan berpengaruh besar terhadap publikasi lokasi wisata.

Baca juga: Air Terjun Sedinding Sewawar, Kembar Tetapi Tak Sama

Sekian tadi sedikit cerita mengenai perjalanan Tim KKN UNS Desa Seloromo menyusuri sungai untuk sampai di air terjun lain dibalik air terjun Dong Aron Pelang. Lokasi wisata ini sangat layak untuk dikembangkan lagi dan menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat sekitar.

Namun hal ini tentu saja membutuhkan banyak dorongan dan dukungan baik secara moral, ide, maupun materi dari berbagai pihak. Semoga UNS juga bisa menjadi bagian dari pengembangan lokasi wisata dog aron Pelang melalui program program pemberdayaan masyarakat.

Author Tristianto Nugroho

Mahasiswa tingkat akhir yang sedang belajar membaca dan menulis. Sedang belajar menulis tentang Android, Media Sosial, Peternakan dan Pertanian.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0