Internet

Akibat COVID-19, YouTube Kurangi Kualitas Videonya

Penyebaran Corona (COVID-19) yang meluas membuat pemerintah setempat mengimbau warganya untuk beraktivitas di rumah. Di Indonesia, pemerintah juga sudah mengimbau masyarakatnya untuk tidak keluar rumah, kecuali mereka benar-benar keluar untuk urusan yang penting.

Kebijakan untuk beraktivitas di rumah, dalam hal ini adalah bekerja dan juga belajar membuat penggunaan internet melonjak drastis. Akibat dari lonjakan penggunaan internet tersebut, perusahaan yang bergerak di sektor visual pun mulai menurunkan kualitas videonya.

Baca juga: Melunak, YouTube Akan Memonetisasi Video COVID-19

YouTube Turunkan Kualitas Video

YouTube adalah perusahaan yang bergerak di sektor visual. Perusahaan pimpinan Susan Wojcicki tersebut merupakan salah satu perusahaan visual terbesar yang ada di dunia saat ini. Dalam jumlah pengguna, jumlah pengguna YouTube sudah tidak diragukan lagi jumlahnya karena amat sangat banyak.

Dilansir dari The Next Web, (23/3/2020), pihak YouTube menyampaikan kepada publik bahwasanya mereka akan menurunkan kualitas video untuk para penggunanya yang berada di Eropa sehingga para pengguna tidak perlu panik ketika mereka melihat tayangan video yang ditonton berkualitas buruk.

Penurunan kualitas yang dilakukan pihak YouTube bukan tanpa alasan. Perusahaan yang bernaung di bawah Google itu terpaksa menurunkan kualitas videonya dikarenakan desakan dari Thierry Breton selaku kepala industri Uni Eropa yang meminta layanan streaming

untuk menurunkan kualitas videonya karena dapat menyebabkan beban yang berlebih pada lalu lintas internet di Eropa.

Permintaan Breton pun disambut positif oleh pihak YouTube. Dalam sebuah pernyataannya, YouTube mengatakan jika mereka telah berkomitmen untuk sementara waktu mengalihkan semua trafik data di UE ke kualitas standar definition (SD) secara default.

Baca juga: Apa Jadinya Jika Video YouTube Diunggah 1.000 Kali?

Langkah ini menjadikan YouTube sebagai perusahaan kedua yang menghormati permintaan Uni Eropa setelah sebelumnya Netflix telah mengumumkan akan mengurangi kualitas bitrate streaming-nya agar lalu lintas internet di Uni Eropa bisa berkurang.

Pihak Netflix menyampaikan jika tindakan pengurangan bitrate streaming yang mereka lakukan itu akan mengurangi tekanan pada jaringan Eropa sekitar 25 persen. Adapun untuk YouTube, perusahaan tersebut tidak mengatakan berapa persen tindakan mereka itu akan mampu mengurangi tekanan pada jaringan internet yang ada di Eropa.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close