Akses Informasi Masyarakat Indonesia, Pilih Digital atau Konvensional?

Akses informasi masyarakat Indonesia untuk saat ini terbagi menjadi dua, yaitu melalui cara digital dan melalui cara konvensional.

Apa yang dimaksud digital dan konvensional?

Yang dimaksud digital adalah akses informasi yang berasal dari dunia internet atau online, sedangkan untuk konvensional adalah informasi yang berasal dari media cetak, seperti koran, majalah, dan tabloid.

Akses Informasi Masyarakat Indonesia

DailySocial dan JakPat pernah membuat survei dengan judul “Indonesian Online News Reading Habits” pada tahun 2017.

Hasilnya, mayoritas masyarakat Indonesia mendapatkan akses informasinya melalui internet, baik itu dari aplikasi di smartphone, ataupun dengan mengakses situs berita dan media sosial.

Lihat:

Akses Informasi Masyarakat Indonesia

Dalam survei juga diketahui, bahwa masyarakat Indonesia mendapatkan informasi lebih banyak melalui 6 situs besar, yaitu:

Loading...
1. Detik – 88.41%4. Viva – 39.53%
2. Kompas – 79.05%5. Tempo – 36.46%
3. Okezone – 58.30%6. Republika – 26.48%

Survei “Indonesia Online News Reading Habits” sendiri melibatkan 1.012 responden yang diambil secara acak dari populasi pengguna smartphone se-Indonesia.

Mengapa Masyarakat Memilih Digital?

Dari survei yang dilakukan DailySocial dan JakPat sudah diketahui, bahwasanya masyarakat Indonesia lebih memilih mengakses informasi melalui digital atau internet.

Mengapa masyarakat lebih memilih digital?

Ada banyak alasan yang mendorong hal tersebut, dan salah satunya adalah masyarakat paham bahwa informasi seharusnya didapatkan secara gratis alias tidak berbayar.

Selain itu, faktor kecepatan informasi atau penyampaian kepada konsumen juga menjadi alasan, di mana media konvensional membutuhkan waktu yang lebih banyak, sedangkan digital tidak.

Lihat:

Bahkan, ketika sebagian responden ditanya, apakah mereka mau membayar media digital untuk mendapatkan informasi, sebanyak 74.31% responden menolaknya secara tegas.

Intinya, masyarakat Indonesia sekarang sudah cerdas. Dan mereka lebih memilih untuk dibayar media digital, ketimbang harus membayar.

Kekuatan Media Digital

Kekuatan media digital atau internet memang tidak bisa dianggap remeh, karena kekuatan media digital dapat merubah perilaku manusia hingga memaksa media konvensional gulung tikar.

Adakah media konvensional yang gulung tikar karena media digital?

Ada banyak, dan berikut ini beberapa di antaranya:

1. Harian Sore4. Sinar Harapan
2. JakartaGlobe5. Jurnal Nasional
3. Majalah Hai6. Tabloid Bola

Pertumbuhan media online yang begitu besar di Indonesia, perlahan namun pasti mulai menggerogoti media-media konvensional yang ada.

Mungkin masih ada media konvensional yang bertahan. Namun, jika melihat beberapa media konvensional yang lain tumbang, rasa-rasanya media konvensional yang masih bertahan hanya tinggal menunggu waktu.

Bahkan, Tabloid Bola saja yang sudah memiliki nama besar dan mengudara lama sejak 3 Maret 1984 juga harus tumbang oleh media online.

Jadi, itulah kekuatan media digital, sangat menakutkan bukan?

Kesimpulan

Saat ini, bukan hanya akses informasi masyarakat Indonesia saja yang bergantung dengan internet.

Pekerjaan pun, untuk saat ini juga banyak yang bergantung dengan internet, seperti ojek online, e-Commerce, YouTuber, dan masih banyak lagi.

Baca: Kecepatan Internet di Indonesia Sangat Buruk, Benarkah?

Oleh karena itu, mari manfaatkan internet dengan baik, karena selain untuk mencari informasi, internet juga bisa dijadikan tempat untuk mencari uang.

Dan yang harus dipahami adalah sekarang ini zamannya internet, maka mau tak mau manusia harus melek teknologi agar tidak tergurus akan canggihnya teknologi itu sendiri.


Loading...

Bagikan

Leo Setiawan

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *