InternetTekno

Aplikasi Chatting dalam Negeri yang Bisa Gantikan WhatsApp

Aplikasi Chatting dalam Negeri – Dalam tiga hari terakhir, media luar negeri maupun dalam negeri ramai membicarakan nama Jan Koum.

Jan Koum adalah Co-Founder, sekaligus CEO dari WhatsApp. Kabarnya, pria 42 tahun tersebut hengkang dari WhatsApp, karena diduga berselisih paham dengan perusahaan induknya, Facebook.

Akar Permasalahan

Berikut ini postingan Jan Koum, setelah resmi meninggalkan WhatsApp:

aplikasi chatting dalam negeri

Dalam postingan tersebut, Jan Koum tidak menjelaskan secara gamblang mengapa ia hengkang dari WhatsApp. Koum hanya menyebutkan, inilah waktu yang tepat untuk meninggalkan WhatsApp dan menjalankan hal-hal yang ia sukai di luar teknologi.

Meski Koum tak menjelaskan secara gamblang alasan hengkang, Washington Post sudah menemukan alasan utama yang menyebabkan CEO WhatsApp itu pergi.

Washington Post mengatakan, alasan utama Koum pergi disebabkan data para pengguna. Jadi, Facebook ingin menggunakan data pribadi para pengguna WhatsApp sebagai ladang iklan.

Koum yang tidak setuju akan permintaan tersebut, akhirnya memilih mundur, karena ia sama sekali tidak ingin memasukkan iklan ke dalam aplikasi yang ia buat.

Para Pendiri Tak Bersisa

Dengan hengkangnya Jan Koum, berarti para pendiri WhatsApp sudah habis tak bersisa. Sebelumnya, Brian Acton (Co-Founder WhatsApp) sudah hengkang di tahun 2017.

Brian Acton, kemudian membuat aplikasi chatting yang mirip dengan WhatsApp, yaitu Signal. Selain sukses membuat aplikasi chatting sendiri, Brian Acton juga dikenal kontroversial, karena bulan Maret kemarin mengajak para pengguna Facebook untuk menghapus akunnya.

Kini, kita tunggu saja, apakah Jan Koum juga akan membuat aplikasi mirip WhatsApp atau justru bergabung dengan Brian Acton untuk membesarkan Signal.

Aplikasi Chatting dalam Negeri Bisa Jadi Solusi

Jika WhatsApp benar-benar menggunakan data pribadi penggunanya sebagai ladang iklan, mungkin inilah waktu yang tepat bagi Anda untuk beralih menggunakan aplikasi chatting dalam negeri.

Meskipun sedikit sulit untuk melakukannya, namun cobalah, karena sejatinya putra-putri bangsa Indonesia juga tak kalah hebat dalam membuat aplikasi chatting.

Dan berikut ini beberapa aplikasi chatting dalam negeri yang bisa Anda coba:

1. Catfiz
aplikasi Catfiz
Gambar: Catfiz

Catfiz adalah Aplikasi chatting dalam negeri yang dibuat oleh PT. Duniacatfish Kreatif Media. Catfiz bermarkas di Surabaya, atau lebih tepatnya di Intiland Tower Jl. Panglima Sudirman 101-103, 6th floor, Suite 2A.

Untuk mulai menggunakan Catfiz, Anda hanya butuh sebuah nomor handphone untuk verifikasi, kemudian membuat nama tampilan dan username, setelah itu Catfiz sudah bisa digunakan.

Lihat:

Gambar di atas adalah tampilan dari Catfiz. Tampilannya tidak jauh berbeda dengan WhatsApp, sehingga Anda dijamin tak akan kebingungan ketika menggunakannya.

Menu dan fitur Catfiz:

1. Pembaruan

2. Obrolan

3. Grup

4. Teman

5. Pemindai QR

6. Fizzlink

Anda yang suka mengirim file besar untuk urusan bisnis atau tugas sekolah, bisa memanfaatkan fitur Fizzlink ini. Fizzlink memungkinkan Anda untuk mengirim file besar lebih dari 150MB.

2. StealthChat
Gambar: StealthChat

Jika Catfiz menyediakan Fizzlink untuk mengirim file besar, maka lain halnya dengan StealthChat. Aplikasi yang satu ini lebih mementingkan keamanan dari para penggunanya.

Jadi, semua pesan, panggilan, serta file yang dikirim dan diterima akan terenkripsi, sehingga Anda tidak perlu panik atau khawatir komunikasi Anda akan disadap oleh orang lain.

Tampilan StealthChat:

Meski secara tampilan tidak begitu mewah, setidaknya StealthChat memberikan rasa aman yang berlipat untuk Anda yang memang menginginkan keamanan di media sosial.

Klik panduan StealthChat untuk mempelajari penggunaan StealthChat lebih jauh.

3. liteBIG Messenger
Gambar: liteBIG Messenger

liteBig Messenger berbeda dengan dua aplikasi sebelumnya, di mana aplikasi ini menyediakan fitur yang bernama liteCash.

Di fitur liteCash ini, pengguna diberikan kemudahan untuk membeli pulsa, membayar tagihan listrik, PDAM, dan telepon.

Di liteBIG, Anda juga bisa mengirimkan file besar, karena para pengguna diberikan jatah sebesar 50MB.

Tampilan liteBIG Messenger:

Menu dan fitur liteBIG Messenger:

1. Obrolan

2. Kontak

3. Grup

4. Berita

5. liteCash

Itulah tadi, ketiga aplikasi chatting dalam negeri yang bisa Anda gunakan untuk menggantikan WhatsApp.

Selain ketiga aplikasi yang sudah disebutkan tadi, Anda juga bisa menggunakan aplikasi-aplikasi lain dalam negeri, seperti Pesan Kita, Yogrt, dan iMES.

Kesimpulan

Memang sudah saatnya untuk aplikasi-aplikasi dalam negeri ini eksis di negaranya sendiri. Jika bukan kita, siapa lagi yang akan membuatnya eksis?

Dilansir dari detikINET, Menteri Rudiantara sudah menerapkan kebijakan baru, di mana lingkungan kementerian harus menggunakan layanan pesan instan buatan dalam negeri.

Menteri juga mengatakan, grup chatting pejabat Kominfo juga mulai menggunakan aplikasi nasional manapun. Mungkin belum sempurna, namun kita jugalah yang harus berpartisipasi untuk menyempurnakannya

Bukan sebuah hal yang mudah memang untuk berpindah ke aplikasi dalam negeri, mengingat masyarakat sudah kadung cinta dan nyaman dengan aplikasi-aplikasi buatan luar negeri.

Namun, seperti yang sudah disampaikan Menkominfo tadi, kita harus harus berpartisipasi dan membantu untuk menyempurnakannya dengan menggunakan aplikasi-aplikasi dalam negeri tersebut.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close