Internet

Apple Tutup Semua Toko di Luar China Hingga 27 Maret

Apple adalah salah satu perusahaan yang terkena dampak dari virus Corona (COVID-19). Akibat penyebaran virus Corona yang tak mereda ini, mereka pada 9 Februari lalu telah menutup semua tokonya yang ada di China.

Usai melakukan penutupan di China, perusahaan asal Cupertino tersebut kemudian melakukan penutupan di Italia. Apple sendiri terpaksa menutup tokonya yang berada di Italia karena negara tersebut menjadi salah satu negara terdampak Corona yang paling parah.

Baca juga: Apple Tutup Semua Tokonya di China Akibat Virus Corona

Apple Tutup Semua Tokonya pada 27 Maret

Dilansir dari Wccftech, (15/3/2020), Apple telah mengumumkan penutupan semua toko ritelnya di luar China hingga 27 Maret karena pandemi virus Corona. Sebelumnya, penutupan toko Apple di Italia tidak disebutkan batasannya.

Dan dengan adanya pengumuman terbaru dari Apple ini, maka toko yang ditutup di Italia juga akan dibuka pada 27 Maret mendatang. Selain memberikan pengumuman terkait penutupan toko, pihak Apple juga mengumumkan bahwasanya mereka telah menggelontorkan dana sebesar USD15 juta untuk melawan Corona.

“Kami akan menutup semua toko ritel kami di luar China hingga 27 Maret. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan yang luar biasa kepada pelanggan kami. Toko online kami buka di www.apple.com, atau Anda dapat mengunduh aplikasi Apple Store di App Store.”

“Untuk layanan dan dukungan, pelanggan dapat mengunjungi support.apple.com. Saya ingin berterima kasih kepada tim Ritel kami yang luar biasa atas dedikasinya untuk memperkaya kehidupan pelanggan kami. Kami semua sangat berterima kasih kepada Anda.”

Baca juga: Lagi, Apple Kembali Tutup Tokonya Akibat Virus Corona

Apple Akan Tetap Bayar Karyawannya

Meski membuat kebijakan dengan menutup tokonya, pihak Apple tetap memperhatikan nasib para karyawannya. Perusahaan pimpinan Tim Cook itu mengungkapkan bahwa mereka akan tetap membayar para pekerjanya.

Para pekerja yang mendapatkan bayaran berdasarkan jam akan tetap menerima haknya. Kemudian, para pekerja yang terkena COVID-19 atau yang harus menjaga keluarganya karena terkena COVID-19 juga diberikan izin cuti.

“Semua pekerja kami akan terus menerima pembayaran sesuai dengan operasi bisnis seperti biasa. Kami telah memperluas kebijakan cuti kami untuk mengakomodasi keadaan kesehatan pribadi atau keluarga yang dikarenakan COVID-19, di antaranya adalah memulihkan diri dari COVID-19, merawat orang yang dicintai, melakukan karantina, atau mengasuh anak karena adanya penutupan sekolah.”

Baca juga: Corona Menurun, Cook Akan Buka Produksi Apple Lagi

Kebijakan Apple tidak berhenti sampai di situ saja. Pihak perusahaan juga mengatakan jika mereka memberikan jam kerja yang fleksibel kepada para karyawannya. Pihak perusahaan juga mengimbau para karyawan untuk bekerja lebih banyak di rumahnya.

Adapun ketika para karyawan memang harus bekerja di kantor, pihak perusahaan akan menerapkan pembersihan mendalam secara teratur, serta pemeriksaan suhu untuk memastikan keselamatan karyawan dari dampak COVID-19.

“Di semua kantor kami, kami pindah ke pengaturan kerja yang fleksibel di seluruh dunia di luar China. Itu berarti anggota tim harus bekerja dari jarak jauh jika pekerjaan mereka memungkinkan, dan mereka yang pekerjaannya mengharuskan mereka berada di lokasi harus mengikuti panduan untuk memaksimalkan ruang antar pribadi.”

“Pembersihan yang luas dan mendalam akan berlanjut di semua lokasi. Di semua kantor kami, kami meluncurkan pemeriksaan kesehatan baru dan pemeriksaan suhu,” terang pihak perusahaan seperti yang dikutip dari Wccftech.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close