Internet

AS Larang Negara Lain Gunakan 5G Huawei, Malaysia Justru Pakai

Malaysia Tak Takut Spionase

Amerika Serikat meminta negara-negara lain untuk tidak menggunakan teknologi yang digagas oleh Huawei, yaitu teknologi 5G usai keduanya menyatakan perang dagang. Mendapatkan himbauan, sebagian negara ada yang menuruti, dan sebagian ada yang ngeyel atau tidak menuruti.

Malaysia adalah salah satu negara yang tidak menuruti himbauan Amerika Serikat tersebut di mana negara tetangga Indonesia itu justru menjalin kerja sama dengan Huawei untuk menyediakan jaringan 5G di negara mereka pada Kamis (03/10/2019) kemarin.

Malaysia Gunakan 5G Huawei

Pada 3 Oktober kemarin, Malaysia melalui operator seluler mereka, yaitu Maxis resmi menjalin kerja sama dengan pihak Huawei untuk menyediakan jaringan 5G. Kesepakatan antara Maxis dan Huawei sendiri langsung dihadiri oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Malaysia abaikan Amerika Serikat?

Mahathir Mohamad secara terang-terangan menolak ajakan AS untuk memboikot Huawei. Dalam salah satu pernyataannya di Bloomberg, Mahathir pernah mengatakan jika negara Asia Tenggara akan menggunakan peralatan Huawei sebanyak mungkin karena mereka menawarkan kemajuan luar biasa atas teknologi AS.

Malaysia Tidak Takut Spionase?

Alasan Amerika Serikat melarang negara lain menggunakan 5G Huawei dikarenakan teknologi tersebut digunakan oleh pihak China untuk kegiatan mata-mata. Namun, alasan yang dilontarkan AS itu nampaknya tidak terlalu berpengaruh bagi Malaysia.

Mahathir Mohamad selaku Perdana Menteri Malaysia mengaku tidak takut dengan ancaman spionase dari China melalui Huawei. Menurutnya, Malaysia hanya negara kecil yang tidak akan memberikan efek apa pun kepada bisnis Huawei karena Huawei jauh lebih maju.

Baca juga: Teknologi 5G Mulai Ditemukan, Kecepatannya 1 TeraBytes Per Detik

Pada dasarnya, Malaysia ingin melangkah maju dengan memanfaatkan teknologi dari Huawei. Bahkan Mahathir pernah mengatakan jika Huawei jauh lebih unggul dari Amerika Serikat tentang masalah teknologi.

Selain itu, Mahathir juga mengungkapkan jika kemajuan teknologi yang ada di Amerika Serikat saat ini dikarenakan kehadiran orang-orang Asia yang bekerja di sana. Mahathir juga meminta kepada Amerika Serikat dan “Barat” untuk menerima dengan lapang dada bahwasanya negara Asia saat ini jauh lebih kompetitif dalam urusan teknologi.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close