Dunia InternetInternet

Ini sejarahnya, Indonesia Bisa Jadi Tuan Rumah Asian Games 2018

Asian Games 2018 – Asian Games merupakan ajang pesta olahraga se-asia yang diadakan setiap 4 tahun sekali. Terkadang, Asian Games disebut dengan istilah Asiad. India menjadi tuan rumah pesta olahraga bergengsi ini pada tahun 1951.

Kala itu, kota New Delhi ditunjuk jadi kota penyelenggaraan ajang olahraga empat tahunan ini. Ajang Asian Games pernah menggunakan 2 tuan rumah sekaligus.

Pada edisi ke VI (1970) Asian Games diselenggarakan di Korea Selatan-Thailand serta edisi ke VIII (1978) negara Pakistan-Thailand sebagai tuan rumahnya.

Hingga tahun 2014, ajang ini telah diselenggarakan sebanyak 17 kali.

Sepanjang sejarah pesta olahraga bergengsi se Asia ini baru 2 negara yang berpengalaman menjadi juara. Dengan rincian juara China sebanyak 9 kali dan Jepang 8 kali.

Thailand merupakan negara yang paling sering menjadi tuan rumah untuk ajang ini yaitu pada tahun 1966, 1970, 1978, 1998. Namun pada 1970 dan 1978, Thailand menjalani tuan rumah bersama. Lalu bagaimana dengan negara kita Indonesia?

Indonesia dan Asian Games

Indonesia bukanlah negara baru dalam ajang Asian Games 2018. Sudah sejak lama negara kita berpartisipasi pada ajang 4 tahunan ini.

Indonesia pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1962 yang diadakan di ibukota Jakarta.

Loading...

Meski belum pernah sekalipun menjadi juara namun negara kita pernah mencatatkan beberapa prestasi diantaranya :

  • Tahun 1962 : Menjadi Runner-up dengan jumlah medali sebanyak 77 (emas : 21, perak : 26, perunggu : 30)
  • Tahun 1970 : Peringkat keempat dengan perolehan medali sebanyak 23 (emas : 2, perak : 5, perunggu : 17)
  • Tahun 1974 : Peringkat kelima dengan jumlah perolehan medali sebanyak 11 (emas : 3, perak : 4, perunggu : 4)

Sumber : asiangames18.id

Jika boleh di kata, prestasi Indonesia masih jauh dari kata luar biasa. Namun pada tahun ini, Indonesia berkesempatan untuk menunjukka prestasinya setelah AFC menunjuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

BacaIni 6 Teknologi Canggih di Asian Games 2018 yang Akan Digunakan

Bagaimana negara kita bisa ditunjuk ?

Penunjukan Indonesia Menjadi Tuan Rumah Asian Games 2018

Indonesia Asian Games 2018
Sumber : jakrev.com

Tahun 2018 merupakan edisi Asian Games ke 18 kalinya. Untuk kedua kalinya setelah 1962 Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang pesta olahraga terbesar di Asia ini.

Bedanya, jika pada edisi sebelumnya penyelenggaraan hanya diadakan di ibukota Jakarta, tetapi pada tahun ini Asian Games 2018 Indonesia juga diselenggarakan di kota Palembang dan kota-kota pendukung di daerah Jawa Barat.

Eksekutif Dewan Olimpiade Asia secara resmi menunjuk Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke XVIII. Sebenarnya Asian Games XVIII ini diadakan pada tahun 2019.

Namun dengan pertimbangan Indonesia akan mengadakan pemilihan anggota dewan dan pemilihan Presiden maka penyelenggaraan dimajukan satu tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 2018 di kota Jakarta-Palembang

Indonesia mengalahkan Vietnam dan Uni Emirat Arab dalam pencalonan tuan rumah Asian Games 2018.

Sejatinya, secara perhitungan suara Indonesia kalah dari Vietnam dalan voting pemilihan tuan rumah ajang olahraga Asia empat tahunan ini. 29 negara memilih vietnam menjadi tuan rumah, sedangkan Indonesia dipilih 14 negara.

Namun secara resmi pada 17 April 2014 melalui Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung mengumumkan pengunduran diri Vietnam dengan alasan ketidaksiapan ekonomi.

Dengan pengunduran ini, maka Indonesia dipilih menjadi tuan rumah.

Asian Games 2018 dimulai pada tanggal 18 Agustus dan berakhir pada 2 September 2018. Untuk edisi kali ini, 40 cabang olahraga akan dipertandingkan.

Dengan rincian 32 cabang olahraga olimpiade dan 8 cabang olahraga olimpiade, tetapi 10 cabang olahraga masih tergolong baru.

Berikut 40 cabang olahraga di Asian Games 2018

Indonesia Asian Games 2018

Cabang Olimpiade

Akuatik (polo air, renang, renang indah, loncat indah), angkat besi, anggar, bola basket (basket 3×3 dan basket 5×5), bola tangan, sofbol, bulutangkis, golf, gulat, hoki, judo, kano, karate.

Selain itu ada juga menembak, layar, panahan, panjat tebing, dayung, ragbi, senam, sketboarding, sepak bola, tenis meja, taekwondo, tenis, tinju, triathlon, bola voli, balap sepeda, equestrian, modern pentathlon.

Cabang Non Olimpiade

Bolling, cricket, bridge, kabaddi, bela diri, mechanical sports, skuas, sepak takraw

Berikut 10 cabang olahraga yang baru diselenggarakan di asian games 2018

1. Rollersport

2. Bridge

3. Basket 3×3

4. Jet Ski

5. Pencak Silat

6. Jiu Jitsu

7. Sambo

8. Kurash

9. Paralayang

10. Panjat Tebing

45 negara berpartisipasi dalam ajang empat tahunan ini.  Dengan moto “Energy of Asia” berikut adalah penampakan logo dari ajang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang

Logo dan Maskot Asian Games 2018 Jakarta-Palembang

logo asian games 2018

Logo Asian Games Jakarta-Palembang telah ditunjukkan kepada publik dan sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

Secara sekilas, logo terlihat seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno jika dilihat dari atas dengan gambar matahari di tengah.

Matahari tersebut memiliki sebuah makna sumber energi paling utama yang kemudian menyebar melalui delapan jalur keseluruh Asia sekaligus dunia dengan adanya Asian Games.

Selain bermakna seperti itu, logo Asian Games ini juga mengandung harapan besar agar Indonesia bisa mengepakkan sayapnya lebih tinggi di ajang Asian Games 2018 ini.

Logo tersebut jufa memiliki makana energi kuat dalam refleksi dan promosi Indonesia ke dunia.

Indonesia ingin menunjukkan diri kepada dunia melalui penyelenggaraan dan prestasi pada ajang yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus ini.

Sementara itu, maskot Asian Games terdiri dari 3 yang memiliki energi berbeda. Hal ini bermakna dan memiliki nilai keberagaman dan juga kesatuan.

Berikut adalah ketiga logo tersebut :

maskot asian games 2018

Atung

 

Atung adalah seekor rusa Bawean (Hyelaphus Kuhlii) yang berhubungan dengan kecepatan. Atung menggunakan sarung dengan motif tumpal dari Jakarta.

Kaka

Kaka adalah seekor badak bercula satu (Rhinoceros Sondaicus) yang berhubungan dengan kekuatan. Kaka menggunakan pakaian tradisional dengan motif bunga khas Palembang.

Bhin Bhin

Bhin adalah seekor burung Cendrawasih (Paradisaea Apoda) yang berhubungan dengan strategi. Bhin Bhin menggunakan rompi dengan motif Asmat dari Papua.

Penunjukan Jakarta-Palembang Sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018

Bagaimana awalnya kota Jakarta dan Palembang terpilih menjadi kota tuan rumah ajang ini?

Semua berawal dari tanggal 5 Mei 2014, OCA berkunjung ke beberapa tempat di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Palembang.

Surabaya mundur terlebih dahulu karena berfokus pada tuan rumah Asian Youth Games tahun 2021.

Tanggal 25 Juli 2014 bertempat di Kuwait. OCA mengadakan pertemuan dan menunjuk Jakarta sebagai tuan rumah dan didukung oleh kota Palembang.

Jakarta dipilih karena memiliki sarana olahraga yang lengkap dan bertaraf Internasional. Selain itu Jakarta memiliki jaringan transportasi yang memadai serta fasilitas lain seperti hotel dan penginapan tamu.

Indonesia menandatangani kontrak tuan rumah pada 20 September 2014 dan secara simbolik ditunjuk OCA menjadi tuaab rumah ASIAN Games berikutnya melalui upacara penutupan Asian Games 2014 di Incheon.

Semoga dengan persiapan yang telah dilakukan, negara kita menjadi tuan rumah yang baik dan bisa memberikan kepuasan kepada pengunjung dari negara lain yang sudah datang.

Selain itu Indonesia bisa memberikan prestasi yang terbaik pada ajang Asian Games 2018 tersebut.



Loading...

Baca selengkapnya

Seorang anak muda yang gemar menulis dan bercita-cita menjadi penulis profesional

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *