Pemerintahan China pernah meminta kepada pemerintahan Amerika Serikat untuk tidak menyalahkan perusahaan-perusahaan dari Negeri Tirai Bambu karena alasan keamanan nasional. Menurut negara pimpinan Xi Jinping, AS terlalu berlebihan dan bersikap diskriminatif.
“Kami mendesak AS untuk berhenti menyalahgunakan kontrol ekspor untuk mendiskriminasi perusahaan-perusahaan negara lain atas nama keamanan nasional, dan untuk berhenti mempolitisasi masalah perdagangan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang.
Baca juga: AS Beri Dispensasi 90 Hari, Huawei Justru Menolak
Xi Jinping Larang China Gunakan Microsoft Cs
Dikutip dari Independent, pemerintahan China di bawah kendali Xi Jinping telah mengatakan kepada kantor-kantor pemerintah dan lembaga-lembaga milik negara untuk menyingkirkan semua komputer dan perangkat lunak asing dalam tiga tahun ke depan.
Langkah China ini mengikuti larangan serupa di AS atau yang lebih tepatnya aksi balas dendam di mana pemerintahan Trump juga sudah memblokir perusahaan-perusahaan AS dari urusan bisnis dengan raksasa teknologi China, Huawei.
Pemerintahan China nantinya akan mengganti hingga 30 juta unit komputer pada tahun 2022. Dengan adanya arahan yang seperti itu, maka perusahaan teknologi asal Amerika Serikat seperti Microsoft, HP, dan Dell akan merasakan apa yang dirasakan oleh Huawei.
Baca juga: Strategi China Dibalik Banyaknya Pemblokiran Situs dan Aplikasi
China Masih Ketergantungan dengan Asing
Ketika mendengar nama China, kebanyakan orang akan berpikir jika negara ini adalah negara yang sudah merdeka dari campur tangan asing mengingat mereka tidak menggunakan aplikasi-aplikasi buatan dari negara lain.
Namun, ternyata China tidak sepenuhnya lepas atau masih mengalami ketergantungan, khususnya untuk pasar komputer. Indepedent melaporkan jika ketergantungan China pada perangkat lunak asing masih sangat besar.
Akan tetapi, ketergantungan itu nampaknya akan bisa segera mereka atasi mengingat perkembangan teknologi di China amat sangat cepat. Mereka sendiri juga sudah membuat sistem operasi tersendiri yang bernama Kylin.
Baca juga: Tak Terbendung, Jumlah Unicorn China Lampaui AS
Ini adalah babak baru perseteruan antara China dengan AS. AS sendiri juga harus memperhatikan dampak pelarangan yang dilakukan oleh pemerintahan China, karena apabila mereka abai, maka nasib Microsoft Cs bisa kelimpungan mengingat China adalah salah satu pasar terbesar dari perusahaan-perusahaan AS.