Ulasan Bisnis

Bank Sampah Dan Potensi Besar Yang Ada Didalamnya

Bank Sampah – Ketika mendengar kata sampah, kebanyakan dari kita pasti akan merasa jijik dan enggan untuk mendekatinya. Sampah memang menjadi masalah serius di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia.

Meskipun sampah itu kotor, bau dan jarang dilirik orang, ternyata sampah mampu mengantarkan seseorang untuk meraih kesuksesan. Tak percaya? Lihatlah Sano, seorang pemulung yang sukses mengubah sampah menjadi pundi-pundi rupiah.

Selain Sano masih ada individu-individu lain yang juga meraih kesuksesan melalui sampah, seperti Indra Noviansyah, Mohammad Baedowy, dll.

Kehadiran sampah perlahan-lahan mulai diperhatikan dan dijadikan sarana untuk meraup keuntungan, apalagi saat ini sudah ada yang namanya bank sampah. Dan bank sampah ini, ternyata memiliki potensi besar untuk kedepannya. Tak percaya?

Bank Sampah, Solusi Jitu Mengatasi Masalah Permodalan?

Ketika seseorang memutuskan untuk berwirausaha yang namanya modal pasti akan masuk kedalam pertimbangannya. Dan mencari modal itu ada beberapa cara, diantaranya adalah:

Bermitra

Mitra kerja itu penting! Jika tidak ada mitra kerja, kemungkinan besar perusahaan kamu akan segera bangkrut. Kalaupun tidak bangkrut, kemungkinan yang akan terjadi adalah sedikit terpuruk atau sulit berkembang ketimbang mereka yang bermitra.

Untuk menjalin kemitraan, silahkan kamu menghampiri seseorang yang bisa menunjang bisnismu, baik itu yang sudah dikenal maupun yang belum.

Contoh:

Kamu ingin membuka bisnis kaos, tetapi tidak punya modal sama sekali untuk memulainya. Namun, sebelumnya kamu sudah belajar tentang desain kaos , marketing dan seluk beluk tentang kaos. Kira-kira langkah apa yang harus diambil?

Pertama:

Mendatangi konveksi, bahwasanya kita ingin mengajak bekerjasama dalam pembuatan kaos dengan pembayaran dibelakang. Dan ketika kaos sudah jadi, kamu sudah bisa menjajakannya kepada para konsumen, baik itu melalui toko atau menggelar lapak sendiri.

Kedua:

Membuat sistem Pre Order, dimana kamu juga harus mendatangi usaha konveksi untuk menanyakan kesediaannya diajak bekerjasama. Namun, cara yang satu ini cukup memakan waktu dan biaya, karena sistem Pre Order biasanya sering dilakukan melalui internet (web, sosial media).

Meski sistem kedua ini cukup rumit, setidaknya orderan lebih pasti karena sudah ada pembeli, dan kita pun lebih percaya diri untuk meyakinkan sang pemilik konveksi untuk diajak bekerjasama.

Menjual Jasa

Kamu yang memiliki keahlian desain atau pemrograman harus bersyukur sekali, karena melalui keahlian tersebut modal bisa didapatkan dengan mudah.

Mengapa mudah? Karena dua keahlian tersebut memiliki upah yang lebih mahal dibandingkan dengan keahlian lain, berdasarkan data situs freelance projects.co.id

bank sampah
Gambar: dok. pribadi

Gambar diatas menunjukkan bahwa Lexdorf17 memenangi projek dengan nilai fantastis dan sudah menyelesaikannya. Bisa kamu bayangkan, jika masih ada projek lanjutan dan owner kembali menggunakan jasanya, maka pundi-pundi rupiah akan mengumpul.

Katakanlah Lexdorf17 ingin berhenti sejenak dari rutinitas pemrogramannya dan ingin berbisnis dibidang tertentu, setidaknya uang dari hasil pekerjaannya itu sudah bisa digunakan untuk modal usaha.

Venture Capital

Cara yang satu ini tidak bisa dilakukan apabila usaha kamu tidak memiliki prospek kedepan. Venture Capital biasanya menghinggapi perusahaan-perusahaan yang memiliki prospek masa depan, seperti Gojek, BukaLapak, TokoPedia, Qlapa, dll.

Ya, biasanya Venture Capital memang suka mendanai startup yang baru berkembang yang tentunya menguntungkan mereka untuk kedepannya. Maka, apabila kamu ingin melunakkan hati para Venture Capital pastikan dahulu memiliki ide yang cemerlang untuk bisnis.

Bank Sampah

Kelihatannya aneh bukan? Bagaimana mungkin bisa sampah atau bank sampah menjadi sumber permodalan. Jika dipikir-pikir memang aneh, tapi kenyataannya bank sampah bisa diandalkan.

Pertama kali yang harus dilakukan adalah membuka bank sampah, kemudian mengajak warga sekitar maupun yang jauh untuk menabung ke bank sampah yang baru saja dibentuk. Setelah itu buat sistem kerja yang kurang lebihnya seperti ini:

  • Bank menimbang dan mencatat berat sampah yang disetor nasabah.
  • Bank menjual sampah kepada pengepul, kemudian mendapatkan uang dari hasil penjualan.
  • Bank membayar uang kepada nasabah sebesar sampah yang sudah ditabung.
  • Bank membayarkan uang kepada nasabah dibawah harga pengepul dan harus dibuatkan jangka waktu dalam penarikan uangnya.

Bagaimana, cukup menjanjikan bukan? Selain membantu dalam masalah permodalan, bank sampah juga bisa membantu pemerintah dalam menjaga lingkungan, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih tanpa sampah. Dan pastinya dapat membuka pekerjaan baru, sembari menanti modal terkumpul untuk membuat usaha yang lebih besar.

Perhatian Pemerintah

Agus Muharram (Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM) mengatakan:

“Bank sampah memiliki potensi ekonomi besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, kelembagaan unit-unit bank sampah perlu didorong dan diperkuat dengan melakukan sinergi yang saling menguntungkan dan mengelompokkannya menjadi badan hukum koperasi.

Sehingga secara lebih mudah dapat mengakses ke sumber-sumber produktif, seperti pemasaran, pembiayaan, teknologi, dan lainnya, dalam rangka mengembangkan usahanya.”

Pernyataan Agus Muharram ini disampaikan saat membuka acara workshop Pengembangan Kemitraan KUMKM Bank Sampah Dalam Rangka Penguatan Usaha, di Jakarta, sebagaimana yang dilansir dari tribunnews.com.

Kesimpulan

Bank sampah adalah salah satu cara untuk memanfaatkan, sekaligus menanggulangi tumpukan sampah yang ada di lingkungan sekitar. Sampah sudah terbukti mengantarkan seseorang meraih kesuksesan, diantaranya melalui kerajinan, aksesoris hingga penjualan biji plastik.

Sekarang kamu sudah tahu bahwasanya sampah menyimpan sejuta potensi layaknya internet pada zaman dahulu kala. Kini, kita tinggal memilih apakah ingin membuat bank sampah atau tidak. Kalaupun tidak ingin membuat bank sampah, janganlah mengotori lingkungan dengan membuang sampah sembarangan.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close