Bisnis OnlinePeluang usaha

Belajar Bisnis Startup : 3 Miskonsepsi Mengenai Bisnis Startup

Belajar Bisnis Startup – Dalam dunia startup, dapat dikatakan sangat banyak konsep salah yang beredar. Tidak jarang konsep salah ini membuat banyak pebisnis untuk mencoba mendirikan bisnis startup, khususnya para pebisnis.

Startup sendiri sebenarnya adalah bentuk bisnis yang sangat menjanjikan, apabila dijalankan dengan benar. Namun lantaran miskonsep yang dimaksud sebelumnya, masih terbilang sedikit pebisnis yang ingin mencoba menjalankan bisnis startup.

Nah, pada bagian kali ini, Klik Mania akan sedikit memberi informasi mengenai belajar bisnis startup. Tepatnya mengenai konsep salah atau miskonsepsi yang beredar tentang startup.

Berikut ulasannya:

Startup bukanlah bisnis sungguhan

Bicara mengenai belajar bisnis startup dan miskonsepsi tentangnya. Salah satu miskonsepsi tentang startup yang banyak beredar di masyarakat adalah statement yang mengatakan bahwa startup bukanlah bisnis sungguhan.

Namun sebenarnya anggapan yang satu ini adalah salah, bahkan startup dapat dikatakan sebagai bentuk yang lebih modern dari bisnis itu sendiri.

Mengapa demikian?.

Alasannya sederhana dan dapat dilihat dari banyak aspek, salah satunya adalah produk atau jasa yang dijualkan. Dimana bisnis konvensional menawarkan produk barang dan jasa yang nyata.

Loading...

Hal tersebut berbeda dengan startup yang hanya menawarkan produk minimum viable product(MVP). Yang berarti bahwa produk akan dapat tetap digunakan namun dengan fungsi minimum. Produk MVP ini akan berkembang secara pesat dan mengikuti kebutuhan dari penggunannya.

Startup membutuhkan dana dari investor

Satu lagi miskonsepsi  mengenai bisnis startup yang masih banyak beredar di kalangan para orang awam. Dalam hal bisnis adalah startup  membutuhkan dana dari investor. Jika mengacu pada startup besar seperti Tokopedia, Gojek dan lainnya, memang tidak salah bahwa banyak orang yang memiliki pandangan searah dengan statement ini.

Namun, sebenarnya hal ini tidaklah sepenuhnya benar. Dimana meskipun tanpa investment dari inevstor, anda juga tetap dapat menjalankan sebuah startup. Misalnya saja, anda menggunakan modal sendiri untuk memulai startup anda(bootstrap).

Hasil pendanaan atau investment akan masuk ke kantong founder

Masih bicara mengenai miskonsepsi tentang startup yang masih banyak dipercaya oleh banyak orang, miskonsepsi selanjutnya adalah mengenai hasil pendaan atau investment yang mengalir ke kantor founder.

Banyak orang yang tidak terlalu paham mengenai bisnis atau startup menganggap bahwa founder memiliki persentase keuntungan lebih besar ketimbang para pekerjanya. Hal ini tidaklah benar, dimana founder malah justru memiliki tanggung jawab besar dalam mendistribusikan investment atau pendanaan ke aspek dari startup.

Bahkan tidak jarang, founder mendapatkan penghasilan yang lebih sedikit dibandingkan dari pegawai atau pekerja yang di-hire nya sebagai mitra.

Itulah sedikit mengenai belajar bisnis startup dan juga miskonsepsi mengenai startup yang saat ini masih menghiasi pemikiran masyarakat awam dalam dunia bisnis.

Jika kiranya, salah satu dari pemikiran tersebut yang membuat anda ragu untuk memulai startup anda, maka diharapkan setelah membaca ini kekhawatiran anda menghilang.

Referensi : 3 Hal Penting yang Kerap Terabaikan Dalam Membangun Startup



Loading...

Baca selengkapnya

Saya adalah content writer dan juga social media designer.Business : 082177387464 (WhatsApp) Instagram : @endarjulian

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button