InternetTekno

Berapa Banyak Sih Pesaing Gojek dan Grab di Indonesia Saat Ini?

Pesaing Gojek dan Grab Banyak Bermunculan, Kemudian Hilang

Gojek dan Grab adalah perusahaan jasa ride-hailing yang saat ini sudah menyandang status sebagai decacorn. Kesuksesan Gojek dan Grab tersebut berhasil menginspirasi individu atau perusahaan lain untuk mencetak layanan yang serupa.

Baru-baru ini juga dikabarkan ada nama baru yang bergerak di bidang yang sama yang berusaha untuk menandingi keperkasaan Gojek dan Grab. Nama baru tersebut adalah Cyberjek. Cyberjek didirikan pada 26 Agustus 2016 oleh Koperasi TASS Indonesia Nusantara (Koptassindo).

Keunikan yang Dimiliki Cyberjek

Para pengemudi Gojek dan Grab, kemungkinan besar akan berpindah haluan jika mereka sudah mengetahui penawaran yang diberikan oleh Cyberjek, penawaran yang diberikan ini pun tidak main-main karena sangat menggiurkan. Penasaran? Berikut ini penawaran yang diberikan.

  • Pendapatan 100 persen untuk sang pengemudi (tanpa potongan).
  • Mendapatkan asuransi kecelakaan kerja secara gratis.
  • Bisa mencicil pembelian sembako untuk keluarga pengemudi.
  • Mendapatkan asuransi jaminan hari tua.
  • Tabungan pendidikan untuk anak-anak.
  • Cicilan service dan perawatan motor.

Apa kata pemerintah?

Pemerintah melalui Kemenhub menyampaikan, bahwa semua aplikator penyedia layanan ojek online harus mematuhi peraturan yang dibuat oleh pemerintah. Artinya, berbagai macam penawaran yang diberikan Cyberjek sah-sah saja selagi mereka mengikuti tarif ojek online yang dibuat oleh pemerintah.

Berapa Banyak Pesaing Gojek dan Grab?

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengaku, sejauh ini baru Gojek dan Grab yang terdaftar. Selain Gojek dan Grab, ternyata masih ada dua lagi yang sampai saat ini masih terus berkoordinasi dengan Kemenhub, yaitu Maxim dan Cyberjek.

Itu artinya, beberapa aplikator ojek online yang sempat muncul dan menghiasi pemberitaan media-media tanah air itu belum secara resmi mendaftarkan diri mereka karena pihak Kemenhub mengatakan baru Gojek dan Grab saja yang terdaftar secara resmi.

Ketika beberapa aplikator ojek online belum mendaftarkan dirinya secara resmi, pasti Anda tahu penyebabnya bukan? Ya, penyebab utamanya adalah bisnis mereka belum kuat. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, untuk membuat bisnis ride-hailing membutuhkan dana yang sangat besar, investor, serta promosi yang terus berjalan.

Jika aplikator ojek online tidak memiliki itu semua, maka kesempatan untuk semakin besar juga akan sulit. Belum lagi mereka harus menghadapi nama besar Gojek dan Grab yang sudah berhasil merebut kepercayaan para penumpang, tentu langkah mereka untuk semakin berkembang dan maju juga kian sulit untuk merebut hati masyarakat Indonesia.

Berikut ini para pesaing atau yang lebih tepatnya mantan pesaing Gojek dan Grab di Indonesia:

Call Jack Ojek Argo
Ojekkoe Bangjek
Topjek Smartjek
Ladyjek Ojek Syar’i
Blujek

Beberapa mantan pesaing Gojek dan Grab yang sudah disebutkan mungkin masih ada yang beroperasi atau justru mati, karena tidak ada kabar yang jelas, baik itu dari aplikasi maupun situs resminya. Jika membahas aplikator ojek online, mungkin masih ada aplikator-aplikator lain yang muncul yang jangkauannya masih kecil atau di daerah-daerah saja.

Baca juga: Keren, Gojek Masuk Daftar Perusahaan Pengubah Dunia Versi Fortune

Adapun untuk pesaing resmi yang saat ini sudah dikonfirmasi oleh Kemenhub baru dua saja, yaitu Maxim dan juga Cyberjek. Sekarang kita lihat saja, apakah Maxim dan Cyberjek akan mampu berbicara banyak dalam persaingan bisnis ride-hailing bersama Gojek dan Grab atau justru mundur perlahan seperti aplikator-aplikator lain yang di awal kemunculannya cukup menghebohkan.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close