Internet

10 Biaya Traveling yang Bisa jadi Lebih Mahal dari Biaya Akomodasi

Ada beberapa jenis biaya dalam traveling yang tanpa disadari bisa jadi lebih mahal dari biaya akomodasi, biaya transportasi atau biaya sewa hotel. Kalau tidak hati-hati biaya traveling kamu bisa jadi double atau bahkan triple dari anggaran yang sudah kamu buat.

Saat kamu menyadari bahwa anggaran traveling kamu membengkak, itu bisa merusak mood traveling kamu dan memaksa kamu untuk segera pulang. Atau kamu tetap bisa melanjutkan traveling, tapi harus menghapus beberapa hal dari daftar yang ingin kamu lakukan selama traveling –untuk menyesuaikan dengan dana yang kamu punya.

Kalau kamu tidak mau mengalami hal seperti itu, maka jadilah traveler pintar dan belajar dari kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan traveler.

10 biaya traveling yang perlu kamu waspadai, kalau mau traveling hemat

10 Biaya Traveling yang Bisa jadi Lebih Mahal dari Biaya Akomodasi

  1. Beli apapun di pusat pariwisata

Barang apapun yang dijual di pusat pariwisata selalu lebih mahal dari harga normal. Sebut saja sebotol air mineral yang di mini market dijual Rp5.000, bisa jadi Rp7.000 bahkan Rp10.000 kalau dijual di gerai di pusat pariwisata. Alternatif supaya hemat, lebih baik kamu bawa bekal makanan dan minuman yang dibeli di mini market.

Kalau kamu mau makan makanan khas daerah, maka restoran lokal, warung makan, jajanan pasar, dan jajanan di pinggir jalan adalah pilihan lebih baik. Biasanya di tempat-tempat seperti itu disediakan makanan khas dengan rasa asli, dimasak oleh warga setempat, dan tentu saja harganya lebih murah. Kamu hanya perlu pandai milih tempat makan yang nyaman dan bersih.

Untuk oleh-oleh, lebih baik beli di pasar lokal. Barangnya lebih original pasti khas daerah setempat, dengan harga lebih murah itu akan menghemat biaya traveling kamu.

Mengunjungi pasar lokal, lalu makan makanan khas di pasar, warung, atau jajanan pinggir jalan adalah cara menyenangkan untuk mengenal gaya hidup warga setempat. Ini perlu ada dalam daftar traveling kamu.

  1. Biaya parkir mobil

Ini untuk yang melakukan traveling dalam negeri, karena.. em… bisakah kita bawa mobil pribadi ke luar negeri???Banyak orang menggunakan mobil pribadi saat traveling (atau sering disebut road trip) karena lebih praktis dan ingin berhemat.

Kelebihan menggunakan mobil pribadi adalah kamu tidak perlu repot booking tiket pesawat /kereta, bisa pergi kapan pun kamu suka, tidak perlu stress berjam-jam dalam kereta /pesawat, dan kamu bisa tidur dalam mobil jadi menghemat biaya penginapan.

Tapi tahukah kamu bahwa biaya parkir mobil bisa jadi lebih mahal dari tiket kereta atau biaya sewa penginapan? Misal kamu traveling dari Jakarta ke Surabaya menggunakan mobil pribadi, ada berapa banyak restoran, hotel, dan pasar/mall yang kamu singgahi? Hitung semua biaya parkir di tempat-tempat yang akan kamu singgahi itu dan bandingkan dengan biaya penginapan atau harga tiket kereta.

Itu belum termasuk biaya bensin dan tol. Apalagi kalau kamu traveling lintas pulau, misal dari pulau Jawa ke Sumatera, kamu perlu menghitung juga ongkos kapal feri yang akan mengangkut mobil kamu. Kamu tidak bisa membuat mobilmu berjalan di air, kan?

Kalau anggaran dan biaya traveling kamu terbatas dan jarak traveling kamu jauh, ada baiknya kamu menghitung ulang. Antara naik mobil pribadi atau memilih transportasi umum, mana yang lebih praktis dan lebih murah?

  1. Beli apapun di bandara

Saran untuk traveler hemat: jangan beli apapun di bandara (kecuali beli tiket pesawat, tentu saja). Bawalah bekal yang kamu beli di mini market atau pasar. Harga barang apapun yang dijual di bandara bisa jadi double dari harga di tempat lain.

Pernah beli sandwich dan satu cangkir kopi seharga Rp200.000 di bandara? Rasa sandwich dan kopi itu biasa saja, tapi harganya jadi fantastis karena dijual di bandara internasional. Aku tidak akan menyesal kalau yang kumakan adalah steak, seafood, atau makanan mewah lain. Tapi ini hanya satu sandwich dan satu cangkir kopi, benar-benar pemborosan yang menyakitkan hati!

Jangan tertipu oleh duty free shop (toko bebas pajak) di bandara. Itu adalah yang terburuk yang akan menguras uangmu di bandara.

Kalau tetap perlu belanja di duty free shop, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

Bandingkan dengan harga aslinya

Cari tahu kisaran harga asli dari barang yang akan dibeli, lalu bandingkan dengan harga di duty free shop. Kalau memang lebih hemat belanja di duty free shop, silahkan beli. Kalu tidak, mending beli di tempat lain.

Jangan beli barang elektronik, pakaiaan, dan kosmetik di duty free shop

Barang elektronik di duty free shop tidak lengkap dan biasanya bukan keluaran baru. Sementara harga pakaian dan kosmetik biasanya tidak beda jauh dengan di tokko lain. Soal kualitas pakaian dan kosmetik, lebih baik beli di official store atau butik.

Beli barang import mewah sekalian

Kalau punya dana lebih dan mau sangat berhemat, lebih baik beli barang-barang import mewah sekalian. Seperti parfum dan perhiasan mewah. Perbandingan harga antara di duty free shop dengan di toko lain akan terlihat jelas.

Barang yang dibeli tetap bisa dikenai bea cukai

Beberapa barang seperti gadget, produk fashion, minuman beralkohol, dan rokok tetap akan dikenai pajak masuk bila dibawa ke negara tujuan. Walaupun saat dibeli di duty free shop tidak dikenai pajak. Batasan untuk barang bawaan penumpang adalah USD250 per orang dan USD1,000 per keluarga. Jika melebihi batasan, maka bisa kena pajak dalam rangka impor.

Kalau bingung dengan semua aturan itu dan benar-benar ingin menghemat biaya traveling, lebih baik: jangan beli apapun di bandara (kecuali tiket pesawat).

  1. Biaya ATM dan tukar mata uang di bandara

Ini untuk yang traveling ke luar negeri.

Sudah kubilang kan jangan beli apapun di bandara? Itu termasuk ‘membeli’ jasa ATM, dan beli mata uang asing (tukar uang) di kios penukaran uang di bandara. Bandara adalah tempat terburuk untuk menggunakan ATM dan tukar mata uang. Biaya ATM biasanya berkisar antara 3-8 persen, dan kalau kamu menggunakan ATM dari bank yang berbeda biaya-nya bisa jauh lebih mahal.

Traveler biasanya punya ‘kartu kredit bebas biaya transaksi’ yang praktis dan aman dipakai saat traveling di luar negeri. Silahkan tanya ke bank kamu soal info kartu kredit seperti itu.

Kalau kamu perlu uang tunai di luar negeri, gunakan ATM di bank atau di mini market. Biayanya jauh lebih murah daripada di bandara. Atau kamu bisa tukar uang di bank di Indonesia sebelum berangkat ke luar negeri. Pilih yang mana pun yang membuatmu nyaman, asal jangan di bandara kalau kamu tidak mau menguras tabungan dan biaya traveling kamu.

  1. Biaya telepon dan internet

Biaya roaming bisa membuat tagihan teleponmu membengkak kalau kamu menggunakan kartu pascabayar, atau menguras saldo pulsa kalau kamu mengunakan prabayar. Biaya roaming berlaku bukan hanya untuk telepon dan sms, tapi juga berlaku saat kamu menggunakan data internet.

Cara pintar menghindari biaya roaming adalah dengan membeli sim card lokal di negara tujuan. Misal saat kamu di Perancis, kamu bisa beli handphone murah dan sim card lokal untuk komunikasi selama traveling di Perancis. Dengan cara itu kamu tidak harus membayar biaya roaming yang mencekik.

Alternatif lebih baik untuk komunikasi jarak jauh adalah skype atau sosial media. Kamu bisa download aplikasi skype gratis, dan bisa melakukan video call gratis kalau memanfaatkan free WiFi.

Kalau kamu pergi ke negara Jepang, Korea, atau Eropa misalnya, kamu bisa dapat WiFi gratis dengan mudah di setiap sudut kota. Di tempat-tempat tertentu seperti pantai atau di kolam renang kamu memang akan dikenai biaya WiFi. Tapi di tempat lain seperti kamar hotel, restoran, atau mini market kamu bisa dapat WiFi gratis sepuasnya. Manfaatkanlah sebaik-baiknya fasilitas WiFi gratis ini untuk menghemat biaya komunikasi.

Walau WiFi gratis telah menjadi fasilitas yang dicintai para traveler karena menyediakan banyak manfaat, tapi itu bukannya tanpa resiko sama sekali. Menggunakan WiFi gratis rentan diretas hacker.

Kalau kamu termasuk pecinta WiFi gratis, maka ada beberapa hal yang harus kamu waspadai:

– Jangan mengakses internet banking,

– Jangan melakukan transaksi keuangan, dan

– Gantilah password sesering mungkin.

Untuk sekadar browsing, kirim email, akses sosial media, atau video call lewat skype maka WiFi memang alternatif hemat. Tapi untuk transaksi keuangan atau hal sensitif lain lebih baik menggunakan data kuota milikmu sendiri supaya privasi kamu tetap aman terjaga. Lebih baik bayar sedikit mahal daripada info keuangan kamu diretas hacker.

  1. Tarif bagasi

Setiap maskapai penerbangan memberlakukan aturan berbeda soal tarif bagasi ini, tapi umumnya mereka memberlakukan batasan barang bawaan seberat maksimal 32 kilogram. Dan kelebihannya dikenai biaya tambahan per kilogram. Ini tidak murah sama sekali.

Contoh tarif bagasi yang diberlakukan pada barang bawaan yang melebihi batas:

Garuda Indonesia

Penerbangan domestik diberlakukan tarif 1,5% per kilogram dari harga normal Economy Class sekali jalan.

Penerbangan internasional tarifnya variatif antara Rp75.000 hingga Rp297.000 per kilogram, tergantung negara yang dituju.

AirAsia

Setiap bagasi yang didaftarkan tidak boleh melebihi ukuran 81cm (T) x 119cm (L) x 119  cm (D) dan berat 32kg. Jika melebihi batas, akan dikenai tarif sebesar Rp117.000 per kilogram.

Khusus peralatan olahraga seperti sepeda, Surfboards, Snowboards, Scuba, Golf, Cricket, dan Snow Skiing gears akan dikenai fee bagasi sebesar Rp300.000 dengan maksimal berat 15 kilogram. Jika lebih dari itu, akan dikenai fee sebesar Rp117.000 per kilogram. Ini adalah tarif bagasi untuk perjalanan domestik.

Sementara kereta dorong bayi dan alat bantu keterbatasan gerak lainnya bisa didaftarkan tanpa biaya.

Calon penumpang pesawat juga perlu mengerti bahwa jika pihak maskapai bilang satu tas artinya benar-benar satu tas, berarti dompet atau tas tangan juga disebut sebagai satu tas. Dan itu berarti perlu didaftarkan dalam bagasi.

Informasi lebih lengkap mengenai tarif bagasi ini silahkan cek di website masing-masing maskapai penerbangan yang mau kamu gunakan.

  1. Memberi tip

Kamu tidak perlu memberi tip setiap kali makan di restoran di Indonesia, tapi di luar negeri terutama Amerika dan Eropa, memberi tip adalah kewajiban. Siapkan tip khususnya untuk pelayan restoran dan pelayan hotel. Biaya tip yang perlu kamu siapkan biasanya berkisar antara 3-8 persen dari harga makanan yang kamu makan di restoran itu.

Kalau tidak mau disebut pelit, atau tidak mau diperlakukan buruk oleh pelayan hotel dan pelayan restoran, maka kamu tidak bisa menghindar dari memberi tip. Kalau kamu tetap mau hemat biaya traveling selama di Amerika dan Eropa, maka alternatifnya adalah makan di restoran Japanese Food atau restoran Korean Food. Restoran Jepang dan restoran Korea biasanya melarang tegas pegawainya menerima tip, di mana pun restoran itu berada.

Baca : Etika Makan di Dunia: Traveler Perlu Tahu Supaya Tidak Membuat Malu

  1. Ongkos taksi

Siapa pun tahu bahwa ongkos taksi memang mahal, di mana pun di dunia. Tapi ini bisa jadi lebih buruk untuk traveler, karena banyak sopir taksi yang mengakali argo dan meteran supaya ongkos taksi jadi jauh lebih mahal. Dan sopir taksi terburuk ada di Perancis, banyak traveler yang sudah jadi korban penipuan sopir taksi curang ini.

Untuk menghindari ongkos taksi yang mencekik, lebih baik gunakan sarana transportasi yang lain seperti bis dan kereta bawah tanah. Menurutku naik bis dan kereta bawah tanah saat traveling lebih menyenangkan.

  1. Biaya kursi premium di pesawat

Mereka yang traveling bersama keluarga biasanya memesan kursi khusus supaya mereka sekeluarga bisa duduk berdekatan. Di hari biasa yang tidak banyak penumpang, kursi dengan posisi berdekatan ini bisa diminta baik-baik pada pramugari di pesawat. Tapi di hari sibuk, biasanya perlu memesan dari awal dan membayar lebih untuk dapat kursi dengan posisi premium seperti itu.

Ini mungkin tampak seperti menyuap pramugari, tapi sebenarnya, beberapa maskapai penerbangan punya kelonggaran yang mengizinkan penumpangnya memilih tempat duduk jika pergi bersama keluarga. Bisa jadi gratis atau berbayar tergantung kondisi dalam pesawat.

  1. Biaya tak terduga di tengah perjalanan

Banyak traveler pernah mengalami yang namanya baju/sepatu rusak atau kotor, kehilangan jam tangan atau bahkan kehilangan kamera. Apapun alasannya, itu memaksa traveler untuk beli baju, sepatu, atau bahkan kamera baru di tengah perjalanan.

Itu adalah biaya belanja akibat kecelakaan yang tidak bisa dihindari dan bisa merusak anggaran traveling kamu. Karena itu, sebelum berangkat traveling kamu perlu menyiapkan anggaran cadangan untuk menghadapi hal tidak terduga seperti itu.

Kalau yang ‘terancam’ adalah baju atau sepatu, maka kamu bisa membeli baru di toko dan langsung melanjutkan perjalanan. Tapi untuk melindungi diri dan jiwamu dari kecelakaan tidak terduga, ada baiknya kamu membekali diri dengan asuransi perjalanan (travel insurance).

Untuk traveling domestik, asuransi perjalanan memang bisa menguras uangmu. Tapi kalau kamu hobi traveling ke luar negeri untuk waktu lama, kamu perlu mempertimbangkan asuransi perjalanan dari sekarang. Asuransi perjalanan umumnya lebih fleksibel dibanding asuransi jiwa atau asuransi kesehatan. Yang penting adalah mencari asuransi perjalanan yang sesuai dengan anggaran dan kebutuhan kamu.

Jadilah traveler pintar dengan mengatur anggaran traveling serinci mungkin dan waspadai biaya traveling yang bisa menguras dompetmu.

Apa ada biaya traveling lain yang tidak kusebutkan?


Loading...
Baca selengkapnya

Hobi fotografi, tapi sehari-hari menghabiskan waktu di depan komputer.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close