bisnis bersama keluarga

Bisnis Bersama Keluarga ? Perhatikan Enam Hal Ini!

Menjalankan bisnis bersama keluarga tentu memiliki beragam keuntungan. Tapi jika tidak dikelola secara profesional, bukan hanya berakibat buruk terhadap bisnis tapi juga berimbas terhadap putusnya hubungan sesama anggota keluarga.

Dari sebuah laporan yang diterbitkan oleh The Wall Street Journal pada tahun 2011 mengungkapkan walaupun beberapa anggota keluarga atau pasangan mampu menjalankan bisnisnya dengan lancar, namun yang banyak terjadi, bisnis tersebut seringkali membuat hubungan mereka berakhir. Itulah sebabnya dalam menjalani bisnis bersama keluarga memerlukan aturan main dan komitmen bersama.

Lalu, apa saja yang mesti dipersiapkan dalam membangun bisnis keluarga maupun pasangan?

Berikut enam hal penting dalam membangun bisnis bersama keluarga

bisnis bersama keluarga

1. Pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas

Ini merupakan hal utama dalam menjalankan usaha keluarga. Harus jelas di awal si A bertugas sebagai apa? Si B mengerjakan apa? Dengan pembagian tugas tersebut, setiap anggota keluarga tahu tugasnya masing-masing, sehingga tidak ada percampuran tugas.

Dalam pembagian peran dan tanggung jawab ini sebaiknya dipilih berdasarkan kelebihan dan kekurangan anggota keluarga. Perlu penyesuaian antara kapasitas yang dimiliki dengan tuntutan keahlian kerja. Dimana dalam pembagian peran ini dipilih oleh pemimpin usaha keluarga.

2. Hindari kepemimpinan ganda

Masih tersangkut poin 1, dalam pembagian tugas harus jelas siapa yang memimpin dan siapa yang dipimpin. Jangan karena ini bisnis keluarga, setiap orang menginginkan untuk menjadi pemimpin. Selain rancu, hal ini akan menimbulkan kebingungan bagi karyawan yang menjadi bawahan dikarenakan keputusan yang berbeda di antara pemimpin. Jika terus berlanjut, silang pendapat akan berujung pada pertengkaran dan merusak sistem kerja.

3. Batasan kerja dengan persoalan personal

Jangan sekali-kali mencampurkan urusan kerja dengan hubungan personal. Jangan sementang-mentang Anda adalah kerabat terdekat dengan sang pemimpin, Anda semena-mena dalam bekerja. Mulai datang terlambat saat kerja, pulang paling cepat, kerjaan tidak beres dan lain sebagainya.
Ingat ini adalah bisnis dimana dibutuhkan komitmen kuat untuk menjalankannya. Dimana bisnis keluarga tidak lagi memikirkan kepentingan pribadi tetapi atas dasar kepentingan bersama.

Loading...

4. Perjanjian Kerja

Seringkali dalam membangun usaha keluarga perjanjian kerja sering diabaikan. Padahal hal ini sangatlah penting. Karena dengan perjanjian kerja ini sebagai ikatan komitmen anggota keluarga dalam berbisnis. Dari perjanjian ini juga akan mengetahui syarat dan kompensasi yang nantinya ia dapatkan.

Selain itu perjanjian keluarga juga dapat membuat seseorang tidak bekerja semena-mena menurut kemauannya sendiri dikarenakan ia kerabat terdekat sang pemimpin. Jadi jika ada aturan yang berlaku dilanggar, sang pemimpin dapat dengan mudah dan ‘enak hati’ menegur bahkan memberikan peringatan.

5. Pembagian gaji yang jelas

Dalam menggaji karyawan, harus berdasarkan kapasitas dan kemampuannya. Jadi walaupun orang tersebut ada hubungan darah dengan Anda, bukan berarti gajinya lebih tinggi dari karyawan yang memiliki jabatan yang sama dengan anggota keluarga Anda tersebut.

Hal ini selain adil juga akan memacu kerabat dekat Anda agar berusaha keras memajukan usaha bisnis. Karena tanpa usaha keras dan komitmen maka tidak ada imbalan jasa yang akan diterima.

6. Saling percaya dan terbuka

Seperti menjalankan bisnis pada umumnya, menjalankan bisnis keluarga juga pasti ada tantangan dan masalah yang akan timbul. Oleh sebab itu jika terjadi konflik dalam menjalankan roda bisnis, ada baiknya saling terbuka dalam menyampaikan permasalahan yang ada. Sehingga dengan keterbukaan tersebut diharapkan didapatkan solusi terbaik diantara kedua belah pihak.

Referensi lain : Cara Mudah Memilih Rekan Bisnis Agar Usaha Kita Maju Dengan Pesat

Biasanya dalam menghadapi masa-masa sulit, sesama anggota keluarga yang saling terbuka akan cenderung lebih menguatkan. Dan hal yang terpenting adalah adanya rasa percaya antara satu dengan yang lainnya.

Jika permasalah terus timbul ada baiknya melibatkan pihak ketiga. Karena biasanya pihak ketiga akan lebih jernih dalam memandang permasalahan yang ada sehingga didapatkan solusi bersama dan terbaik.


Loading...

Bagikan

ionenasition

Penulis

Seorang Pekerja Yang Tergila-gila Dengan Dunia Tulis Menulis. Anda Dapat Menjumpai Saya Di: https://www.instagram.com/ionenasution/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *