Internet

Bukan Hanya Bukalapak, Startup Unicorn Ini Juga PHK Karyawannya

PHK Itu Lumrah atau Tanda Mau Bangkrut?

Bukalapak adalah salah satu unicorn asal Indonesia. Baru-baru ini, Bukalapak membuat kabar mengejutkan di mana mereka melakukan PHK terhadap karyawannya. Dilansir dari berbagai sumber, PHK terpaksa dilakukan untuk meraih keuntungan dalam waktu dekat.

Apa yang dilakukan Bukalapak sah-sah saja karena dalam dunia bisnis, perusahaan memang harus mengambil langkah bijak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Namun, usut punya usut ternyata bukan hanya Bukalapak yang melakukan PHK demi menyelamatkan bisnisnya.

Di luaran sana ternyata juga ada beberapa startup unicorn yang melakukan hal serupa seperti Bukalapak. Dan berikut ini beberapa daftar startup unicorn yang melakukan tindakan yang sama seperti apa yang dilakukan oleh Bukalapak.

1. Uber

Anda past tahu nama Uber bukan? Ya, startup ini sempat menjelajahi Asia, termasuk Indonesia sebelum akhirnya mati kutu karena gagal bersaing dengan Grab. Uber sendiri adalah salah satu startup yang bergerak di bisnis ride-hailing.

Dilansir dari CB Insight, valuasi Uber saat ini sudah di atas 72 miliar dolar AS. Uber termasuk startup yang mengalami kondisi naik turun, mereka juga sudah mengkonfirmasi bahwa telah melakukan PHK terhadap 435 karyawan. Karyawan yang dirumahkan berasal dari divisi engineering dan tim produk.

Bulan Juli 2019 lalu, Uber juga dikabarkan mem-PHK 400 karyawannya lagi. Seperti yang sudah disebutkan tadi, Uber adalah startup yang mengalami kondisi naik turun, oleh karena itu amat sangat wajar apabila mereka terpaksa memangkas beberapa karyawannya.

2. WeWork

Untuk nama yang satu ini mungkin masih begitu asing di telinga Anda. WeWork adalah startup yang bergerak di bisnis co-working space yang didukung oleh SoftBank. Dilansir dari CB Insight, valuasi dari WeWork sudah menyentuh angka 47 miliar dolar AS.

Adapun untuk PHK karyawan, WeWork dikabarkan mem-PHK sebanyak 300 karyawannya dari total karyawan sebanyak 10.000 pada bulan Maret, seperti yang dilansir dari TechCrunch. Karyawan yang harus diistirahatkan berasal dari tim engineering, produk, dan juga desain user experience (UX).

Ketika PHK terjadi, pihak WeWork mengatakan jika para karyawan yang dirumahkan adalah para karyawan yang gagal memenuhi ekspektasi dan memperbaiki kinerja keuangan perusahaan. WeWork juga mengatakan jika mereka akan segera merekrut 6.000 karyawan baru sebagai gantinya.

3. SpaceX

SpaceX adalah startup pembuat roket yang didirikan oleh Elon Musk. Startup asal Amerika Serikat ini juga melakukan PHK terhadap beberapa karyawannya. Reuters mengatakan jika SpaceX melakukan PHK

terhadap 10 persen karyawannya saat jumlahnya hanya 600-an pegawai.

Ketika proses PHK terjadi, pihak SpaceX mengatakan jika itu semua dilakukan untuk meringankan beban perusahaan. SpaceX sendiri berdasarkan laporan CB Insight memiliki nilai valuasi sebesar 18,5 miliar dolar AS.

4. Zomato

Zomato adalah startup asal India yang memudahkan para penggunanya untuk mencari restoran. CB Insight mengatakan jika nilai valuasi Zomato mencapai 18 miliar dolar AS. Zomato sama seperti startup yang sebelumnya sudah disebutkan di mana mereka melakukan PHK terhadap para karyawannya.

Dilansir dari Inc42.com, Zomato telah mem-PHK 540 pegawainya. Alasan PHK sendiri dikarenakan pihak perusahaan telah menerapkan teknologi baru yang membuat perusahaan tidak membutuhkan lagi beberapa tenaga dari para karyawannya.

5. Shopclues

Shopclues sama seperti Zomato di mana startup ini berasal dari negara India. Shopclues adalah startup e-commerce dengan valuasi sebesar 1,1 miliar dolar AS. Pada bulan Juli 2019 kemarin, Shopclues melakukan PHK tehadap 200-an karyawannya.

Alasan pemutusan hubungan kerja pun sama persis dengan apa yang dilakukan oleh Zomato di mana mereka sudah menerapkan teknologi baru yang membuat perusahaan tidak membutuhkan lagi tenaga dari beberapa karyawannya.

Traveloka Sindir Halus Bukalapak

Pemutusan hubungan kerja yang dilakukan Bukalapak sudah didengar oleh masyarakat Indonesia, pun demikian dengan sesama pelaku bisnis startup, seperti Traveloka. CEO Traveloka, Ferry Unardi ketika mendengar kabar PHK Bukalapak mengatakan jika Traveloka tidak melakukan PHK karena bisnis terus bertumbuh.

“Masih menambah (karyawan) terus. Kita memberikan tantangan dan opportunity terus,” ucap Unardi seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia.

Traveloka sendiri merupakan salah satu startup asal Indonesia yang berstatus unicorn. Menurut CB Insight, nilai valuasi Traveloka sudah mencapai 2,3 miliar dolar AS. Dan yang harus Anda ketahui adalah startup yang berstatus unicorn itu adalah startup yang memiliki nilai valuasi di atas 1 miliar dolar AS.

Baca juga: Daftar Unicorn Tersukses di Dunia, Unicorn Indonesia Urutan Berapa?

Meski berstatus unicorn, Bukalapak memang tetap sah melakukan PHK karena jika tidak, tentu hal tersebut justru membahayakan perusahaan. Adapun untuk para karyawan, mereka juga harus sadar jika sewaktu-waktu posisinya bisa dilengserkan.

Dengan kata lain, ketika menjadi seorang karyawan, Anda harus siap mengalami PHK. Bekerja di startup itu memang keren. Tapi akan lebih keren lagi jika kita memiliki usaha sendiri meskipun skalanya itu masih sangat kecil.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close