Internet

Bukan Hanya Tokopedia, Bhinneka Juga Alami Peretasan?

Salah satu e-commerce Indonesia yang menyandang status unicorn baru saja mengalami kasus peretasan. E-commerce, sekaligus unicorn yang dimaksud adalah Tokopedia di mana perusahaan pimpinan William Tanuwijaya tersebut mengalami pembobolan data pengguna yang cukup banyak berdasarkan laporan Under the Breach.

Rinciannya, para peretas membocorkan 15 juta catatan pengguna secara gratis melalui online. Usai membocorkan 15 juta catatan para pengguna, para peretas kemudian menjual 91 juta data pengguna yang terkumpul dengan harga USD5000 atau sekitar Rp70 juta ke atas.

Baca juga: Alami Peretasan, Tokopedia Klaim Data Pengguna Aman

Bhinneka Juga Dikabarkan Mengalami Peretasan

ZDNet dalam sebuah laporannya telah mengungkapkan bahwa kelompok peretas Tokopedia bernama ShinyHunters. ShinyHunters sendiri mengklaim bahwa mereka telah melakukan aksinya kepada 10 perusahaan, dan mengaku telah menjual data para penggunanya di dark web.

Dalam laporan yang disampaikan ZDNet, perusahaan Indonesia lainnya yang bergerak di sektor e-commerce juga menjadi korban, yakni Bhinneka. Data pengguna yang diretas ShinyHunters di Bhinneka sendiri dikabarkan mencapai 1,2 juta. Dan berikut ini daftar 10 perusahaan yang telah diretas oleh ShinyHunters.

  • Aplikasi kencan online
    Zoosk (30 juta data pengguna)
  • Layanan cetak Chatbooks (15 juta data pengguna)
  • Platform mode Korea Selatan, SocialShare (6 juta data pengguna)
  • Layanan pengiriman makanan, Home Chef (8 juta data pengguna)
  • Pasar online Minted (5 juta data pengguna)
  • Surat kabar online Chronicle of Higher Education (3 juta data pengguna)
  • Majalah furniture Korea Selatan, GGuMim (2 juta data pengguna)
  • Majalah kesehatan Mindful (2 juta data pengguna)
  • Bhinneka, toko online Indonesia (1,2 juta data pengguna)
  • Surat kabar StarTribune Amerika (1 juta data pengguna)

Baca juga: Bocor, Kominfo dan BSSN Akan Evaluasi Keamanan Tokopedia

Berdasarkan data di atas, total data yang telah diretas ShinyHunters berjumlah 73,2 juta. Mereka menjual data-data yang sudah terkumpul itu secara terpisah dengan total penawaran sekitar USD18.000 atau Rp268 juta. Atas aksinya tersebut, komunitas siber mengaku jika ShinyHunters merupakan kelompok yang berbahaya yang bisa mengancam beberapa perusahaan lain.

Hingga kabar peretasan ini naik ke permukaan, pihak Bhinneka telah melakukan sejumlah tindakan di antaranya adalah meminta para pengguna untuk segera mengganti kata sandi akun. Selain itu, mereka pun juga akan segera melakukan proses investigasi.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close