Internet

Bukan Hanya Zoom, Layanan Lain Juga Simpan Data Pengguna

Pandemi COVID-19 telah membuat layanan panggilan audio dan video menjadi primadona setelah adanya seruan untuk bekerja dan belajar dari rumah dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19. Dari banyaknya layanan telekonferensi, Zoom menjadi layanan yang paling populer.

Bahkan kepopuleran Zoom membuat beberapa perusahaan yang bergerak dan memiliki layanan serupa ingin menggeser dominasi Zoom. Peluang beberapa perusahaan yang memiliki layanan serupa untuk menggeser Zoom pun terbuka lebar setelah nama Zoom sedikit tercoreng akibat adanya kasus kebocoran data.

Baca juga: Ingin Lengserkan Zoom, Google Pilih Gratiskan Layanan Meet

Semua Layanan Simpan Data Pengguna

Zoom memang menyimpan data penggunanya. Bahkan, platform pimpinan Eric Yuan itu memang dikenal dengan kelemahan sistem keamanannya. Akibatnya, beberapa pesaing Zoom pun mencela habis-habisan layanan telekonferensi tersebut.

Namun terkait masalah keamanan data, semua platform memang tidak bisa menjamin 100 persen keamanannya. Beberapa platform pun juga diketahui memanfaatkan data para pengguna untuk kepentingan perusahaan.

Berdasarkan laporan dari Consumer Reports, mayoritas layanan telekonferensi memanfaatkan data para penggunanya. Dalam laporan, Consumer Reports mengungkapkan bahwa Google Meet, Microsoft Teams, dan Cisco WebEx mengumpulkan lebih banyak data para pengguna tanpa disadari oleh banyak orang.

Meski menyatakan Google Meet, Microsoft Teams, dan Cisco WebEx memanfaatkan data para pengguna lebih banyak, Consumer Reports mengatakan jika itu memang sudah menjadi konsekuensi dari para pengguna layanan telekonferensi.

Pasalnya, sebelum menggunakan layanan, pasti mereka akan disuguhi terlebih dahulu kebijakan privasi dari layanan yang akan digunakan. Dan ketika mereka sudah menyetujuinya, itu berarti mereka mempersilakan perusahaan untuk mengakses data mereka di platformnya.

Baca juga: Dukung Kerja di Rumah, Skype Hadirkan Fitur Meet Now

Usut punya usut, laporan dari Consumer Reports ini sampai ke telinga Google, Microsoft, dan juga Cisco. Ketiga perusahaan yang sudah disebutkan itu pun kemudian memberikan klarifikasi bahwasanya data yang mereka pergunakan hanya berupa video atau transkrip dari para pengguna yang memang ingin aktivitasnya direkam oleh pihak perusahaan.

Seperti yang sudah diketahui bersama, beberapa layanan telekonferensi memang sudah menyediakan opsi perekaman isi panggilan video. Google, Microsoft, dan juga Cisco pun menyatakan bahwasanya mereka tidak akan memanfaatkan video para penggunanya secara mentah-mentah.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close