Internet

Bukan Iklan, Ini Rencana Awal WhatsApp untuk Dapatkan Uang

WhatsApp adalah aplikasi perpesanan dengan jumlah pengguna terbanyak di dunia saat ini. Jumlah pengguna WhatsApp saat ini sudah mencapai lebih dari 1,5 miliar pengguna. Dengan jumlah pengguna yang begitu besar, WhatsApp benar-benar tak tertandingi karena aplikasi pesaing belum mampu mendekati angka jumlah pengguna mereka.

Namun eksistensi WhatsApp saat ini mulai mengalami ancaman. Alasannya, Facebook, Inc. selaku perusahaan induk ingin memonetisasi WhatsApp dengan iklan. Ketika berita ini bocor ke publik, banyak pengguna yang mengancam akan meninggalkan WhatsApp.

Oleh karena itu, dominasi WhatsApp yang sudah berjalan selama bertahun-tahun rawan ancaman dari para pesaing. Jika para pengguna benar-benar meninggalkan WhatsApp hanya karena iklan, tentu ini akan menjadi sesuatu yang merugikan bagi mereka.

Baca juga: Sudah 2020, Iklan WhatsApp Akan Segera Menyapa Para Pengguna

WhatsApp Akan Kedatangan Iklan di 2020

Kabar WhatsApp yang akan kedatangan iklan di tahun 2020 dibocorkan oleh Matt Navara di akun Twitter miliknya. Navara yang merupakan analis media sosial memang kerap membocorkan informasi-informasi penting dari beberapa media sosial yang ada di dunia saat ini.

Iklan WhatsApp sendiri nantinya akan menyelip di antara status para pengguna. Untuk saat ini, iklan memang belum diselipkan. Namun ketika iklan nantinya sudah resmi dihadirkan, maka iklan akan berada di antara status para pengguna.

Ketika postingan Navara diketahui oleh para pengguna Twitter, banyak para pengguna yang bereaksi. Seperti yang sudah disebutkan di awal, kebanyakan para pengguna mengancam akan meninggalkan WhatsApp untuk beralih ke aplikasi pesaing, yaitu Telegram.

Baca juga: Mengenal Telegram Messenger Aplikasi Pesan Ringan dan Multifungsi

Rencana WhatsApp Cari Uang Bukan dari Iklan

WhatsApp adalah aplikasi yang dibuat oleh Jan Koum dan juga Brian Acton. Ketika aplikasi WhatsApp diakuisisi Facebook, Inc. pada 2014, Jan Koum dan Brian Acton masih mengurusi aplikasi besutannya. Namun di tahun 2015 ke atas, Jan Koum dan Brian Acton memilih untuk meninggalkan perusahaan yang mereka dirikan.

Ketika para pendiri WhatsApp pergi, masalahnya tidak diketahui secara pasti. Namun kini, alasan keduanya hengkang sudah diketahui, yaitu karena keberadaan iklan. Ya, diketahui dua pendiri WhatsApp, yaitu Jan Koum dan Brian Acton sangat membenci keberadaan iklan.

Dalam sebuah pernyataannya kepada Forbes, Acton menjelaskan bahwa dirinya dengan Koum sangat membenci keberadaan iklan. “Motto kami di WhatsApp tidak ada iklan, tidak ada gim, dan tidak ada gimik.”

Karena tidak menyukai iklan, Acton pun menyampaikannya kepada Sheryl Sandberg selaku COO Facebook bahwa cara terbaik untuk memonetisasi WhatsApp adalah dengan mematok biaya berlangganan kepada para pengguna. Namun, apa yang disampaikan Acton ditolak karena tidak akan mendatangkan uang yang banyak bagi Facebook.

Baca juga: Alasan Jutaan Ponsel Tak Bisa Gunakan WhatsApp Lagi

Gagal melalui Sheryl Sandberg, Acton pun coba membujuk Zuckerberg agar mau menjalankan idenya terkait cara monetisasi WhatsApp. Namun, ide Acton juga gagal, dan hasilnya ia memilih untuk keluar dari Facebook, Inc. karena sudah tidak sependapat dengan para petinggi.

Dilansir dari Feedough, para pendiri WhatsApp memang membenci iklan. Para pendiri hanya ingin membuat platform bebas iklan dengan fokus pada pengalaman pengguna dan antarmuka yang bagus saja. Kalaupun ingin mendapatkan uang dari platformnya, Koum dan Acton lebih memilih biaya berlangganan karena Rencana WhatsApp dalam mencari uang memang seperti itu.

Jika Facebook, Inc. setuju dengan ide Acton, WhatsApp akan memunculkan versi berbayar dengan biaya 1 dolar AS saja per tahun. Namun karena ide Acton ditolak, maka para pengguna WhatsApp bersiap-siap saja karena platform yang sebelumnya bebas iklan itu akan berjubel iklan di tab statusnya.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close