Internet

Cara Mengatur Keuangan Ibu Rumah Tangga Millenial

Kesehatan finansial menjadi hal yang paling vital dalam sebuah keluarga. Sebuah manajemen yang baik mutlak diperlukan, agar semua kebutuhan dapat terpenuhi sesuai anggaran dan perencanaan. Sebagai ibu rumah tangga millenial, bagaimanakah cara yang tepat untuk mengatur keuangan dalam keluarga?

Ibu rumah tangga bisa dikatakan sebagai financial planner yang memegang peranan penting dalam mengatur anggaran rumah tangga. Meskipun terlihat mudah, namun apabila tidak tepat mengatur keuangan maka akan berdampak sangat buruk.

Perencanaan keuangan (Financial Planning) merupakan proses atau kegiatan untuk merencanakan serta mengelola keuangan. Sebagai financial planner, mengatur keuangan Ibu rumah harus lebih cermat dengan segala hal yang termasuk kategori pengeluaran.

Financial planner sendiri bertujuan untuk mewujudkan sesuatu yang dicita-citakan, utamanya dalam mengelola keuangan. Dalam hal ini, keuangan keluarga yang sering mengalami defisit akan berakibat sulitnya mencapai sesuatu yang menjadi bagian dari masa depan keluarga.

Apa yang di harapkan atau di cita-citakan keluarga dimasa depan akan tertunda. Misalnya keinginan untuk memilki rumah sendiri, biaya sekolah anak, membeli mobil, menambah modal untuk mengembangkan usaha dan lain sebagainya.

Meskipun suami bergaji besar, tetapi manajemen keuangan terkesan amburadul maka pengeluaran keuangan menjadi tidak terkontrol atau bahkan bisa terlilit hutang.

Nah, untuk menghindari hal-hal yang menyebabkan kesehatan keuangan terganggu karena kesalahan mengelola keuangan, ibu rumah tangga millenial wajib memperhatikan beberapa hal berikut ini :

7 Tips Mengatur Keuangan Ibu Rumah Tangga Millenial

Mengatur Keuangan

1. Membuat Anggaran Bulanan dengan Cermat

Membuat anggaran merupakan sesuatu yang wajib dilakukan oleh ibu rumah tangga millenial, tujuannya adalah agar uang dapat digunakan secara tepat.

Anggaran keuangan ini akan membantu memberi gambaran besar kecilnya pengeluaran dalam satu bulan.  Sebuah anggaran bisa dibuat menjadi beberapa prioritas.

Hal ini untuk menghindari pengeluaran yang tidak dibutuhkan, atau lebih mementingkan pengeluaran yang dianggap penting saja. Dengan adanya anggaran bulanan ini akan membantu mengevaluasi pengelolaan keuangan.

2. Buat Agenda untuk Menabung

Menyisihkan uang untuk ditabung memang terlihat mudah, tetapi apabila banyak pengeluaran dalam satu bulan niat menabung terkadang hanya akan ada dalam angan-angan.

Pastikan memasukkan agenda menyisihkan uang ini ada dalam anggaran yang sudah dibuat sebelumnya. Besar kecilnya uang yang akan ditabung ini akan menguatkan niat Anda untuk selalu memangkas kebutuhan yang dianggap tidak terlalu penting.

3. Menerapkan Pola Hidup Hemat

Menerapkan pola hidup hemat bukan berarti Anda termasuk dalam kategori orang yang kikir. Anggap saja Anda sedang belajar menerapkan manajemen keuangan untuk rumah tangga.

Hemat dalam kehidupan berumah tangga akan mengajarkan Anda berhasil dalam mengelola keuangan agar tidak terjadi defisit serta terhindar dari hutang.

4.  Bayar Hutang atau Cicilan Tiap Bulan

Apabila memang memiliki tanggungan hutang atau cicilan setiap bulan, maka hal ini harus menjadi prioritas utama. Sebab pembayaran cicilan tentunya sudah dialokasikan dari gaji bulanan.

Dengan membayar kredit tepat waktu maka tidak terbebani masalah bunga atau tunggakan cicilan yang semakin menumpuk. Selain itu, Anda juga terhindar dari dampak pada buruknya iDebt (informasi debitur) SLIK OJK Anda.

5.  Menyisihkan Uang untuk Dana Darurat

Dana darurat merupakan uang yang digunakan untuk keperluan atau kondisi keadaan darurat, seperti biaya pengobatan apabila sakit, atau keperluan lain yang bersifat mendesak lainnya.

Fungsi dana darurat ini untuk berjaga-jaga apabila sumber penghasilan utama tidak mencukupi dalam waktu satu bulan, karena uang sudah dialokasikan untuk kebutuhan rutin bulanan.

Simpan dana darurat pada rekening terpisah sehingga fungsinya benar-benar sangat bermanfaat ketika dalam kondisi darurat.

6. Ubah Kebiasan Agar Selalu Menggunakan Uang Tunai atau Kartu Debit

Hindari selalu menggunakan kartu kredit untuk pembayaran sehari-hari, sehingga dapat membayar lebih murah. Apabila sering menggunakan kartu kredit, biasanya justru tidak ada terkontrol, sehingga tagihan membengkak.

Hal ini tentunya akan memberikan dampak buruk apabila tagihan kartu kredit justru lebih banyak dari yang diperkirakan sebelumnya, sebab kasrtu kredit juga memberlakukan bunga.

7. Evaluasi Kembali Pengeluaran

Setelah mengetahui jumlah pengeluaran dan berapa nominal uang yang dialokasikan setiap bulannya, maka  tiba waktunya untuk melakukan implementasi serta evaluasi.

Apakah alokasi anggaran yang untuk kebutuhan keluarga dalam satu bulan sudah mencukupi atau masih kurang. Analisa kembali anggaran apa yang membutuhkan nominal lebih, serta keperluan lain apa yang seharusnya dikurangi atau bahkan dihilangkan.

Nah, itulah 7 cara mengatur keuangan ibu rumah tangga millenial agar kondisi finansial keluarga tetap sehat dan apa yang dicita-citakan keluarga dimasa depan akan segera terwujud.

Dapatkan informasi paling update seputar Finansial, Edukasi Keuangan, Bisnis dan Modern Lifestyle melalui situs https://income.id agar mengetahui tips keuangan yang banyak memberikan manfaat.


Loading...
Baca selengkapnya

Global Internet Marketing Network, Share internet marketing untuk perusahaan UMKM, Official Editor di Klik Mania dan Bisanego.com"

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close