Rumah untuk Menghasilkan Uang

7 Cara Menggunakan Rumah untuk Menghasilkan Uang (Selain Dijual)

Biaya bangun rumah dan perawatan rumah memang sangat besar, tapi rumah juga bisa jadi sumber penghasilan yang besar untuk anda. Jadi, jangan jual rumah anda. Karena ada beberapa cara mudah menggunakan rumah untuk menghasilkan uang.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah bersihkan rumah, dan perbaiki  kalau ada yang ruak. Lalu promosikan rumah anda di media sosial ―seperti Facebook, Instagram, dan Twitter― atau iklankan rumah di aplikasi seperti AirBnB.

7 Cara Menggunakan Rumah untuk Menghasilkan Uang

Anda bisa tinggal di rumah dengan nyaman sambil menghasilkan uang dengan cara ini.

1. Sewakan rumah untuk hajatan pernikahan

Ini bisa jadi bisnis musiman untuk pemilik rumah, khususnya untuk yang ada di pinggiran kota dan kampung. Tergantung ukuran rumah dan lokasi, harga sewa rumah per dua hari biasanya 1,5juta sampai 10juta rupiah.

Banyak orang yang sewa villa atau rumah kosong untuk hajatan pernikahan, karena rumah mereka terlalu kecil untuk menerima banyak tamu. Tipe rumah yang paling ideal disewa adalah rumah dengan teras luas, dan akses jalan mudah.

Tidak harus menyewakan seluruh bagian rumah, kadang cukup ruang tamu, dapur, satu kamar, toilet, dan halaman. Kalau punya rumah dua lantai, cukup sewakan lantai bawah saja, supaya anda bisa tinggal di lantai atas dengan tenang.

2. Sewakan gudang atau garasi

Atau loteng, atau ruang bawah tanah. Pokoknya satu ruangan khusus untuk menyimpan barang-barang untuk jangka waktu cukup lama. Kalau anda punya satu ruangan seperti itu di rumah anda, cepat bersihkan.

Sortir barang-barang anda, donasikan atau jual barang-barang yang masih bisa dijual. Ruang penyimpanan yang sudah kosong itu kemudian bisa disewakan. Jadi anda bisa dapat uang double: dari jual barang bekas dan dari sewa ruangan.

Loading...

Ambil beberapa foto dari ruangan, lalu promosikan ke tetangga dan teman, atau melalui media sosial. Jelaskan kondisi ruangan dengan jujur, dan buat kesepakatan dengan penyewa soal resiko kerusakan supaya anda tidak rugi saat muncul klaim.

3. Jadi tuan rumah pertukaran pelajar

Kalau anda tinggal di wilayah yang banyak sekolah dan universitas, apalagi yang bertaraf internasional, maka anda punya peluang untuk menyewakan rumah anda kepada pelajar luar negeri yang ikut program pertukaran pelajar di Indonesia.

Harga sewa rumah untuk peserta pertukaran pelajar dari luar negeri tentu lebih besar dibanding harga sewa kosan. Bahkan bisa lebih besar lagi kalau anda bisa menyediakan makanan, jasa laundry, kamar mandi tersendiri, atau tumpangan mobil.

Cara menjadi tuan rumah pertukaran pelajar adalah mendaftarkan rumah ke sekolah dan universitas yang sering mengadakan program pertukaran pelajar. Proses pendaftarannya memang tidak mudah, tapi usaha ini bisa jadi sumber penghasilan tetap untuk anda.

4. Sewakan tempat untuk traveler

Bisa dengan cara menyediakan kamar saja, atau sewakan halaman belakang untuk tempat kemping, atau sewakan seluruh rumah untuk homestay. Silahkan pilih cara yang paling sesuai dengan kemampuan anda.

Ide menyewakan rumah untuk kosan dan kontrakan juga bagus. Tapi kosan biasanya untuk jangka panjang dan tarif sewanya kecil. Tapi kalau disewa oleh traveler, biasanya hanya beberapa hari dan tarif sewanya bisa dua atau tiga kali lipat.

Jaga kebersihan rumah, terutama toilet. Lalu atur izin usaha, aturan sewa, dan tarif sewa yang sesuai. Anda bisa menggunakan media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk promosi. Atau listing rumah anda di AirBnb, dan Gamping.com

5. Sewakan rumah untuk syuting film atau iklan

Foto rumah anda, posting ke media sosial dan situs sewa rumah supaya banyak orang tahu bahwa rumah anda akan disewakan untuk syuting. Jelaskan dengan jujur soal kondisi rumah dan lingkungannya, serta soal daya tarik dari rumah anda.

Peluang sewa rumah untuk lokasi syuting fillm atau iklan memang sangat kecil dan mungkin sulit didapat. Hanya rumah-rumah yang ada di daerah tertentu yang pernah dijadikan lokasi syuting. Tapi peluang yang kecil bukan berarti tidak mungkin.

Untuk menyemangati anda: Tarif sewa rumah untuk syuting sehari bisa sama dengan tarif kontrak rumah tinggal per bulan. Menarik, kan?

6. Sewakan lahan parkir

Punya teras rumah yang cukup luas untuk tempat parkir mobil dan motor? Sewakan saja ke tetangga untuk dapat uang. Tinggal di wilayah dengan lahan parkir terbatas, pasti banyak yang butuh tempat untuk menyimpan motor dan mobil mereka.

Urus dulu perizinan sebelum mulai usaha ini. Beberapa daerah mewajibkan izin khusus kalau warga ingin menyewakan lahan atau membuka usaha. Anda juga perlu menetapkan tarif, dan perjanjian sewa yang jelas jika nanti timbul klaim.

Kalau anda tinggal dekat dengan mall, stadion, atau area wisata lainnya, anda mungkin bisa menyewakan lahan parkir dengan harga premium. Apalagi kalau sedang ada acara khusus di dekat tempat tinggal anda.

7. Teras untuk lapak jualan

Kalau banyak orang lewat teras rumah anda setiap hari, maka keramaian itu bisa dimanfaatkan untuk berjualan. Semacam garage sale, anda bisa menjual barang bekas milik anda, atau menjual hasil panen dari kebun anda sendiri.

Atau bangun kios di depan rumah anda. Tapi ide ini butuh modal yang cukup besar, dan komitmen serius untuk menjalaninya dalam jangka panjang. Beda dengan hanya lapak atau garage sale yang bisa dilakukan sewaktu-waktu.

Bagaimana kalau anda tidak mau berjualan? Sewakan saja halaman rumah anda pada orang yang butuh lahan untuk berdagang.

Tips:

Resiko yang sering terjadi di bisnis ini adalah: rumah jadi kotor dan rusak. Karena itu anda perlu buat kesepakatan dengan penyewa rumah soal kebersihan dan soal siapa yang akan menanggung biaya perbaikan kalau nanti ada kerusakan.

Alih-alih kerja keras mengumpulkan uang untuk biaya rumah, kini saatnya menjadikan rumah sebagai sumber penghasilan. Karena rumah anda sangat berharga, maka anda harus merawat dan memberdayakan rumah dengan baik.


Loading...

Bagikan

Penulis

Reha Wijaya
Reha Wijaya
Hobi fotografi, tapi sehari-hari menghabiskan waktu di depan komputer.
Reha Wijaya

Penulis

Hobi fotografi, tapi sehari-hari menghabiskan waktu di depan komputer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *