12 Cara Menurunkan Bounce Rate pada Blog Anda, Mudah dan Cepat!

Cara Menurunkan Bounce Rate yang Tinggi pada Blog – Dalam dunia blogging, kita mengenal istilah bounce rate sebagai parameter sehat tidaknya suatu blog. Ketika rasio menunjukkan bounce yang tinggi, maka blog itu dalam kondisi yang kurang baik.

Bagi Anda yang belum tahu apa itu bounce rate, ini pengertiannya:

Secara bahasa, bounce berarti pentalan/pantulan dan rate berarti rasio. Jadi, arti kata dari bounce rate adalah rasio pentalan. Dalam konteks blogging, setiap ada pengunjung yang singgah ke suatu blog akan dianalisa berapa lama waktu kunjungannya, apakah pengunjung tersebut membuka halaman lain atau tidak. Hasil analisa itu nanti akan diakumulasikan menjadi rasio/prosentase. Inilah yang dinamakan bounce rate.

Perlu Anda tahu juga, semakin cepat pengunjung pergi dari blog Anda maka tingkat bounce akan semakin tinggi. Sebaliknya, jika pengunjung betah di blog Anda maka tingkat bounce akan rendah.

Sikap buruk para pengunjung dalam menanggapi suatu blog tentu bisa disebabkan karena beberapa faktor, misalnya:

Penyebab eksternal

  • Pengunjung mengklik tombol close
  • Pengunjung mengetik alamat URL baru dalam satu tab address bar
  • Pengunjung mengklik tombol Undo/Redo
  • Pengunjung membuka link eksternal di dalam artikel
  • Pengunjung tidak sengaja berkunjung ke blog Anda ( nyasar )

Penyebab internal

  • Loading blog lama
  • Desain blog berantakan ( banyak widget kurang penting )
  • Kurangnya navigasi dan widget yang cukup penting
  • Blog terlihat seperti ladang iklan
  • Artikelnya sangat singkat
  • Kurangnya inbound link di artikel
  • Huruf artikel terlalu kecil

Sudah tahu penyebabnya? Jika sudah, mari kita pelajari cara menurunkan bounce rate karena berbagai dampak diatas bisa berpenngaruh pada peringkat blog.

Seperti yang kita tahu, respon dan tanggapan pengunjung terhadap blog Anda itu bermacam-macam. Ketika mereka menyukainya, pasti mereka akan betah berlama-lama menjelajahi blog Anda.

Namun sebaliknya, jika blog kita kurang disukai pengunjung, bisa saja pengunjung akan meninggalkan blog kita dengan cepat. Dampak lainnya yaitu:

  • Kurang baik bagi kesehatan blog
  • Memperburuk kualitas SEO dan peringkat di SERP menurun
  • Kemungkinan pengunjung enggan berkunjung kembali
  • Trafik blog kemungkinan juga akan menurun
  • Dan lain-lain

Sampai sini sudah cukup jelas bukan?

Mari kita bahas poin selanjutnya.

Cara Menghitung Bounce Rate pada Blog

Menurunkan Bounce Rate

Cara melihat Rasio pentalan/bounce rate blog

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bounce rate adalah rasio. Dengan begitu, kita bisa masih bisa menghitungnya secara manual. Rumusnya sebagai berikut:

Jumlah pengunjung yang mengunjungi 1 halaman : total jumlah kunjungan x 100%

Misal :

Di satu bulan terakhir, blog A memiliki total kunjungan sebanyak 2000 orang pengunjung. Dari 2000 pengunjung tersebut, ada sekitar 600 pengunjung yang hanya membuka 1 halaman saja.

600 : 2000 x 100% = 30% ( kategori baik )

Kesimpulan penilaian :

Semakin tinggi bounce rate, maka blog semakin tidak baik. Sebaliknya jika bounce rate rendah maka blog itu semakin baik.

Jika Anda bertanya ‘seperti apa bounce rate yang baik ?’ maka jawabannya adalah yang prosentasenya kecil. Ingat, semakin kecil prosentasenya semakin baik pula kondisi blognya.

Menurunkan Bounce Rate

Standar nilai bounce rate

Oleh karena itu, Anda sebaiknya membuat planning dan target menurunkan bounce rate agar tetap rendah setiap bulannya. Menurut beberapa pakar SEO, bounce rate yang baik berkisar 20%.

Akan tetapi dalam tolak ukur yang telah diketahui, 15% – 30% adalah kategori yang sudah memenuhi standar. Memang tidak ada ukuran pasti, namun inilah yang baru kami ketahui.

Lalu, Bagaimana Cara Menurunkan Bounce Rate Yang Menyebalkan Ini?

Inilah tips dan cara menurunkan bounce rate dengan cepat.

1. Mempercepat Loading Blog

Jika saja loading blog Anda lama, pasti pengunjung akan malas kembali lagi. Sebelum membaca artikel pun, mereka bisa kabur begitu saja.

Kecepatan loading juga menentukan kesenangan pengunjung karena memudahkan untuk menjelajahi setiap artikel pada blog. Untuk itu, Anda perlu mempelajari cara mempercepat loading blog dengan baik, lalu menerapkannya pada blog Anda.

2. Memperbaiki Desain Blog

Jika tata letak susah ditelusuri, pasti pengunjung malas juga untuk membuka artikel lain. Oleh karena itu, perbaikilah desain blog sehingga lebih mudah untuk ditelusuri.

Kalau desain blognya mendukung untuk penjelajahan, maka pengunjung akan sangat dimudahkan. Coba hilangkan widget tidak penting seperti javascript dan sebagainya. Desain blog adalah salah satu faktor penting untuk menurunkan bounce rate.

3. Menambahkan Navigasi dan Widget yang dianggap Penting

Sama halnya dengan perbaikan desain, ini juga penting untuk mempermudah pengunjung dalam menjelajahi blog. Widget yang perlu ditambahkan misalnya kolom komentar, arsip blog, label, popular post, related post, random post, recent post, dan lain sebagainya.

4. Mengurangi Iklan di Dalam Blog

Jika Anda sudah menaruh iklan di blog, taruhlah sewajarnya saja. Jangan berlebihan. Selain membuat berat, pengunjung pun akan sebal dengan kehadiran iklan yang sangat banyak.

Gunakan maksimal tiga banner iklan jika Anda ingin memuaskan pengunjung, lebih dari itu biasanya loading blog akan lebih berat dan kurang enak dipandang.

5. Gunakan Warna Background yang Menyehatkan

Background yang sehat adalah yang berwarna putih/abu-abu terang. Jangan menggunakan warna warna yang sangat kontras seperti merah, biru, hijau, hitam. Itu sangat menyiksa mata para pengunjung.

Kalau ngeyel, biasanya pengunjung akan mencari blog lain yang lebih enak dipandang. Biasanya, baru melihat blog Anda saja mereka sudah langsung pergi. Jadi, hati-hati dengan pemilihan background!

6. Memperbesar Huruf

Sekarang ini banyak pengguna internet yang memerlukan ukuran huruf yang cukup besar untuk membantu proses membaca, khususnya bagi mereka yang sudah sepuh-sepuh.

Untuk itu, diperlukan ukuran huruf yang menunjang kondisi ini. Ukuran idealnya berkisar antara 14-16px. Ukuran tersebut biasa digunakan website terkemuka di dunia. Jadi, cobalah untuk mengikutinya.

7. Memberi Inbound Link di Setiap Artikel

Berilah link di setiap artikel yang Anda posting, terutama inbound link-nya. Jika setiap artikel saling berkaitan, maka pengunjung akan semakin mudah untuk menjelajahi blog Anda. Ini cara ampuh untuk menurunkan bounce Rate.

Tapi ingat, jika terdapat error link, maka harus cepat cepat diperbaiki.

Baca juga: Strategi Link Building : Teknik Mendapatkan Backlink Berkualitas dan Super SEO

8. Menggunakan ‘Target=_Blank’ Pada Link

Fungsi ‘Target=_Blank’ adalah untuk membuka tab baru ketika sebuat link diklik. Jika seluruh URL blog menuju ke tab baru, itu akan menahan halaman sebelumnya tetap terbuka. Hal ini tentu menambah jumlah penayangan dan otomatis dapat menurunkan bounce rate.

9. Memperbanyak Jumlah Konten

Semakin banyak artikel, tentu akan menambah jumlah kunjungan. Selain itu, pengunjung juga akan betah berkunjung karena semua yang dibutuhkan telah ada pada blog Anda. Dalam hal ini, cobalah untuk menggunakan judul konten yang menarik perhatian.

10. Memperbaiki Kualitas Konten

Semakin berkualitas konten yang Anda berikan, semakin bagus pula hasil yang didapat. Selain bisa meningkatkan pengunjung, konten berkualitas juga bisa mengurangi kadar bounce rate.

Jika konten yang diberikan benar-benar berbobot, biasanya durasi baca pungunjung akan lebih lama. Mereka akan menangkap segala informasi yang penting dari awal hingga akhir.

Jika saat ini konten Anda masih dangkal, coba gali lebih dalam. Perbanyak paragraph-paragraf yang berbobot, alur mudah dibaca, gambar pada konten bagus, dan sebagainya.

11. Selalu Menggunakan Read More

Pembuka yang menarik dan diakhiri ‘read more’ tentu akan membuat penasaran pengunjung. Hal ini dapat menggoda pengunjung untuk membuka artikel menarik lainnya.

12. Aktif Menjawab Komentar

Jika ada komentar, sebaiknya segeralah menjawab. Ketika pengunjung melihat Anda merespon komentar, tentu pengunjung dapat lebih senang untuk berkomentar lagi. Ramahlah dengan pengunjung, niscaya pengunjung juga akan ramah dengan blog Anda.

Kesimpulan. . .

Ingatlah bahwa bounce rate tinggi bukan berarti baik, melainkan buruk. Jika bounce rate pada blog Anda masih tinggi, cobalah pikirkan bagaimana cara menurunkannya.

Selain itu, Anda harus benar-benar memerhatikan navigasi dan desain blog Anda untuk memudahkan pengunjung dalam penjelajahan.

Ingin mempelajari lebih dalam tentang optimasi blog? Baca artikel berikut!

Nah, itu dia beberapa penjelasan mengenai cara menurunkan bounce rate yang tinggi pada blog. Semoga bermanfaat. Jika masih bingung, silahkan bertanya di kolom komentar.

Sekian.

Bagikan

Related Posts

About The Author

9 Comments

    • Fauzan Al
      Fauzan Al
    • Fauzan Al
      Fauzan Al

Add Comment

shares