Internet

Cegah Corona, Perusahaan Teknologi Serukan Kerja di Rumah

Penyebaran virus Corona sampai saat ini masih terus berlangsung, dan belum diketahui kapan virus tersebut akan benar-benar hilang dari peredaran. Salah satu cara terbaik agar virus Corona tidak semakin menyebar adalah dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya tempat keramaian, maka potensi virus asal China tersebut untuk menyebar akan semakin minim karena individu yang terpapar akan semakin sedikit. Dan ketika korban dari Corona semakin sedikit, maka penyebaran virus tersebut akan mengalami penurunan.

Baca juga: Corona Bukan Hanya Ancam Jiwa, Namun Juga Ancam Bisnis

Perusahaan Teknologi Serukan Kerja di Rumah

Mengingat cara terbaik mengurangi penyebaran Corona adalah dengan meminimalisir aktivitas di luar rumah, beberapa perusahaan teknologi pun mulai memerintahkan para karyawannya untuk bekerja dari rumah.

Dilansir dari The Verge, (8/3/2020), Amazon telah memerintahkan para karyawannya untuk bekerja dari rumah hingga akhir Maret 2020. Perintah bekerja dari rumah sendiri dikeluarkan oleh pihak perusahaan setelah pada 2 Maret lalu, salah satu karyawannya yang berada di Seattle masuk ke karantina usai positif menderita virus Corona.

Guna meminimalisir penyebaran Corona, perusahaan pimpinan Jeff Bezos itu pun membuat kebijakan bekerja dari rumah bagi karyawannya, karena apabila kebijakan tersebut tidak dibuat, maka karyawan lain bisa tertular dan akan makin banyak korban yang berjatuhan.

Apa yang dilakukan oleh Amazon ini juga diikuti oleh Facebook. Facebook telah menginstruksikan para karyawannya untuk bekerja dari rumah hingga akhir Maret. Microsoft dan Twitter pun juga membuat kebijakan yang serupa.

Namun, kedua perusahaan tersebut memberikan batasan waktu bekerja yang berbeda-beda kepada para karyawannya. Microsoft diketahui memberikan batasan waktu yang lebih singkat, yakni sampai 25 Maret saja kepada para karyawan.

Baca juga: Apple Tutup Semua Tokonya di China Akibat Virus Corona

Adapun untuk Twitter, pihak perusahaan menginstruksikan para karyawannya untuk bekerja di rumah jika mereka mampu. Pada 6 Maret kemarin, Twitter mengatakan seorang karyawan yang berbasis di Seattle telah didiagnosa menderita virus Corona.

Intinya, virus Corona ini membuat sejumlah perusahaan, khususnya perusahaan teknologi menutup kantornya, kemudian memerintahkan para karyawannya untuk bekerja dari rumah. Selain Amazon, Facebook, Microsoft, dan juga Twitter, perusahaan lain seperti Google, Bungie, dan Nintendo juga sudah memberikan instruksi yang serupa.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close