Internet

Cegah Terjadinya Hoaks, WhatsApp Pilih Batasi Forward Pesan

Di era teknologi seperti sekarang ini, peluang hoaks untuk beredar dan menjadi konsumsi publik sangat terbuka lebar karena ada banyak platform yang memfasilitasinya seperti Facebook, Twitter, Instagram, hingga WhatsApp.

Meski berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan penyebaran hoaks, keberadaan berita bohong tersebut masih bisa saja ditemukan. Untungnya, perusahaan-perusahaan penyedia platform pun tidak tinggal diam di mana mereka juga cukup aktif dalam memberantas keberadaan hoaks.

Baca juga: WhatsApp Juga Luncurkan Pusat Informasi Corona

WhatsApp Batasi Forward Pesan

Meski berstatus sebagai aplikasi perpesanan, WhatsApp juga menjadi sarang beredarnya hoaks. Hal yang demikian itu patut untuk dimaklumi mengingat pengguna aplikasi buatan Jan Koum dan Brian Acton itu sudah mencapai miliaran orang.

Dan di saat pandemi Corona mewabah seperti sekarang ini, tentu perputaran informasi hoaks akan sangat masif terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak WhatsApp pun akhirnya membuat kebijakan baru di mana mereka memilih untuk membatasi fitur forward atau teruskan pesan di platformnya.

Dilansir dari The Verge, (8/4/2020), pada Selasa lalu pihak perusahaan telah mengumumkan kebijakannya tersebut. Dalam pengumumannya, pihak WhatsApp mengatakan jika mulai hari ini (7/4), pesan yang sebelumnya bisa diteruskan ke lima orang hanya akan dapat diteruskan ke satu orang.

“Kami tahu banyak pengguna meneruskan informasi yang bermanfaat, video lucu, meme, dan doa. Dalam beberapa minggu terakhir, orang-orang juga menggunakan WhatsApp untuk mengatur momen dukungan publik bagi para pekerja kesehatan sebagai garis terdepan.”

“Namun, kami telah melihat peningkatan jumlah forward yang meningkat secara signifikan yang pengguna katakan kepada kami dan dapat berkontribusi pada penyebaran informasi yang salah. Kami percaya penting untuk memperlambat penyebaran pesan-pesan ini agar WhatsApp tetap menjadi tempat untuk percakapan pribadi.”

Baca juga: WhatsApp Bakal Batasi Durasi Video Status Menjadi 15 Detik?

WhatsApp Sempat Jadi Sorotan

Masih melansir dari The Verge, perusahaan yang diakuisisi oleh Facebook pada tahun 2014 itu sempat menjadi sorotan setelah menjadi tempat peredaran informasi yang salah, dan hal yang demikian itu cukup meresahkan.

Bulan Maret lalu, CNN dan organisasi berita lainnya telah menemukan fakta bahwa aplikasi tersebut digunakan untuk berbagi berbagai informasi palsu tentang obat untuk COVID-19 dan hoaks seputar aktivitas militer terkait pandemi tersebut. Bahkan perdana menteri Irlandia, Leo Varadkar, mendesak orang-orang untuk berhenti berbagi informasi yang belum benar faktanya di WhatsApp.

Mengingat platformnya menjadi sorotan, pihak WhatsApp pun akhirnya membuat kebijakan baru di mana kebijakan tersebut adalah pembatasan forward pesan. Dengan melakukan pembatasan, pihak WhatsApp berharap cara tersebut ampuh untuk mengurangi hoaks dan juga misinformasi.

Baca juga: Cara Menggunakan Chatbot WhatsApp COVID-19 Kemkominfo

Pada tahun 2019 lalu, pihak WhatsApp juga sudah membatasi fitur forward pesan sebanyak 5 kali saja di platformnya. Dan ketika fitur forward pesan dibatasi, terjadi penurunan pesan yang di-forward sebanyak 25 persen secara global.

Dan untuk kali ini, ketika kebijakan forward hanya bisa dilakukan satu kali saja, maka penurunan pesan yang di-forward kemungkinan besar akan jauh lebih besar. Dan ketika fitur forward menurun penggunaannya, maka peluang hoaks dan misinformasi beredar akan sangat kecil.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close