Internet

China Lacak Warganya yang Tak Gunakan Masker Lewat AI

Sampai saat ini, virus Corona masih terus menyebar. Hasilnya, ada banyak organisasi dan pemerintah di seluruh dunia yang telah menyarankan orang-orang untuk menggunakan masker untuk membantu mencegah diri mereka dari paparan virus Corona.

Di China sendiri yang merupakan tempat asal virus Corona, masyarakat diminta untuk selalu mengenakan masker ketika mereka pergi ke tempat-tempat tertentu, terutama ketika keluar ke area publik seperti pusat perbelanjaan, restoran, hingga transportasi umum.

Namun ternyata, di China ada beberapa orang yang bandel dengan tidak mengenakan masker ketika mereka keluar ke area publik. Tindakan tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan diri sendiri, namun juga membahayakan orang lain.

Melihat fakta yang demikian itu, pemerintahan China pun tidak tinggal diam. Negara yang dikenal dengan aktivitas memata-matai warga negaranya itu pun membuat tindakan dengan melacak warganya yang tidak mengenakan masker menggunakan AI.

Baca juga: Peta Digital Ini Mampu Tunjukkan Negara yang Terkena Virus Corona

Pemerintah Akan Gunakan AI Baidu

Dilansir dari Ubergizmo, Selasa (18/02/20), pemerintah China mengambil tindakan untuk melacak warganya yang tidak mengenakan masker dengan AI. Untuk kali ini, tindakan pemerintah China bisa diterima karena apabila tindakan tersebut tidak dilakukan, penyebaran Corona akan semakin parah atau tak kunjung mereda.

Adapun untuk melakukan pelacakan warganya, pemerintah China telah bekerja sama dengan Baidu. Perusahaan mesin pencari terbesar di China itu mengaku siap dengan inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah.

Bahkan dalam salah satu pernyataannya, pihak perusahaan mengklaim jika mereka telah membuat AI yang bisa dipertanggungjawabkan keakuratannya. Pihak Baidu mengungkapkan jika mereka telah melatih AI-nya dengan menggunakan lebih dari 100 ribu gambar dengan tingkat akurasi yang mencapai 96,5 persen.

Baca juga: Xiaomi Buat Aplikasi untuk Mudahkan Pengguna Deteksi Virus Corona

Penggunaan AI Sudah Biasa di China

Melacak warganya dengan mengandalkan teknologi bukanlah sesuatu yang baru di China. Sebelumnya, negara pimpinan Xi Jinping itu juga kerap mematai-matai warganya. Bukan hanya memata-matai, mendeteksi wajah warganya pun bisa mereka lakukan dengan mudah.

Baidu sendiri mengklaim jika AI mereka adalah satu-satunya AI yang akurat. Namun seperti yang sudah disebutkan, metode pengenalan wajah di China adalah sesuatu yang biasa atau sering digunakan. Namun untuk tingkat keakuratan, mungkin memang AI Baidu yang paling unggul untuk saat ini sehingga mereka berani membuat klaim.

Baca juga: Cegah Virus Corona, China Luncurkan Aplikasi Close Contact Detector

Sebelumnya, pemerintahan Negeri Tirai Bambu juga sudah membuat aplikasi pendeteksi Corona untuk masyarakatnya. Aplikasi yang dibuat oleh pemerintah China dinamai dengan Close Contact Detector yang merupakan aplikasi karya pemerintahan dengan China Electronics Technology Group Corporation, serta didukung oleh data dari otoritas kesehatan dan transportasi.

Kedatangan Corona sendiri memang membuat beberapa perusahaan di China berlomba-lomba untuk menyediakan alat dan dana untuk mendorong penelitian guna menemukan obat dari virus mematikan tersebut.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close