Internet

Corona Bukan Hanya Ancam Jiwa, Namun Juga Ancam Bisnis

Sudah satu bulan lebih virus Corona menjadi ancaman dunia usai pertama kali ditemukan pada Desember 2019 lalu. Penyebaran Corona sendiri sangatlah cepat, Corona tidak hanya menyebar di daerah-daerah yang berdekatan dengan China, melainkan menyebar di daerah-daerah yang posisinya jauh dengan China.

Akibat virus Corona ini, bukan hanya jiwa manusia yang terancam. Namun, Corona juga mengancam keberlangsungan bisnis yang ada. Beberapa perusahaan pun sudah mulai mengantisipasi segala hal negatif yang mungkin saja mereka terima akibat wabah Corona yag tak kunjung mereda.

Bisnis yang Terancam Corona

Salah satu bisnis yang terancam karena Corona ada pada sektor pengiriman ponsel pintar. Dilansir dari International Data Corporation (IDC), mereka memprediksi jika pengiriman ponsel pintar di China pada periode 3 bulan pertama tahun ini hingga Maret akan mengalami penurunan sebesar 30 persen.

Berbeda dengan IDC, Canalys justru memprediksi negara yang menjadi pasar ponsel pintar terbesar di dunia itu akan mengalami penurunan pengiriman ponsel pintar pada periode 3 bulan pertama sebesar 50 persen.

Intinya, China diprediksi akan mengalami penurunan pengiriman ponsel pintar. Penurunan sendiri diakibatkan ketidakpastian rencana peluncuran produk baru, rantai pasokan, dan saluran distribusi dalam jangka menengah dan panjang akibat kedatangan Corona yang begitu tiba-tiba.

Bagaimana dengan Bisnis Lain?

Untuk bisnis lain, kurang lebih keadaannya sama di mana keberlangsungan bisnis akan sedikit terganggu. Contoh paling nyata ada pada pada penutupan Foxconn dan Pegatron di China. Kedua perusahaan tersebut bertanggung jawab penuh atas ketersediaan perangkat Apple.

Dengan adanya penutupan Foxconn dan Pegatron, maka proses produksi akan terhenti. Dan ketika proses produksi terhenti, maka bisa dipastikan rantai pasokan akan mengalami gangguan sehingga pendistribusian perangkat pun akan tertunda atau berada dalam jumlah yang kurang.

Intinya, beberapa perusahaan yang bergerak di bidang perangkat lunak dan keras akan mengalami gangguan. Bahkan, Alibaba sudah mulai merasakan kesulitan dalam bisnisnya akibat serangan Corona yang tak kunjung mereda.

Perusahaan pimpinan Daniel Zhang itu mengungkapkan bahwa target bisnis di tahun 2020 meleset. Layanan e-commerce yang menjadi andalan mereka pun juga mengalami gangguan, khususnya dalam hal pengiriman barang. Selain sektor e-commerce, sektor lain yang mengalami dampak adalah sektor pengiriman makanan.

Baca juga: Karena Wabah Virus Corona, MWC 2020 Resmi Dibatalkan

Sampai saat ini belum diketahui kapan wabah virus Corona akan mereda. Apabila Corona tak kunjung mereda, maka bisa dipastikan akan banyak lagi korban yang berjatuhan. Sampai saat ini saja sudah ada 1.000 lebih jiwa yang menjadi korban.

Namun seperti yang sudah disebutkan. Dampak Corona ini tidak hanya mengancam jiwa manusia, akan tetapi juga mengancam keberlangsungan bisnis. Dan apabila Corona masih terus menyebar, maka dunia bisnis akan benar-benar terancam.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close