Internet

Corona Menurun, Cook Akan Buka Produksi Apple Lagi

Bulan Februari lalu, International Data Corporation (IDC) memprediksi pengiriman ponsel pintar di China pada periode 3 bulan pertama hingga Maret 2020 akan mengalami penurunan sebesar 30 persen.

Penurunan sendiri bukan diakibatkan pasar yang semakin lesu, melainkan wabah virus Corona yang tak kunjung usai. Selain pengiriman ponsel pintar yang mengalami gangguan, produksi perangkat juga diprediksi mengalami gangguan.

Penutupan Foxconn dan Pegatron di China adalah bukti nyatanya. Foxconn dan Pegatron adalah perusahaan yang bertanggung jawab penuh atas ketersediaan perangkat Apple. Meski penutupannya di China tidak begitu terlalu mengguncang, namun dampak kecil tetap dirasakan oleh perusahaan pimpinan Tim Cook tersebut.

Baca juga: Karena Wabah Virus Corona, MWC 2020 Resmi Dibatalkan

Cook: Produksi Apple di China Akan Dibuka

Dilansir dari The Verge, Selasa (3/3/2020), Tim Cook dalam wawancaranya dengan Fox Business mengungkapkan jika perusahaannya akan segera membuka proses produksi di Negeri Tirai Bambu mengingat penyebaran Corona yang sudah mengalami penurunan di sana.

“Rasanya bagi saya saat ini China sudah bisa mengendalikan virus Corona. Maksud saya, Anda melihat angka penyebaran virus Corona telah mengalami penurunan dari hari ke hari. Dan saya sangat optimis jika virus Corona akan berakhir di sana,” ucap Cook.

Apa yang dikatakan Cook memang benar adanya karena menurut otoritas China, penyebaran virus Corona di sana memang mengalami penurunan. Namun di saat Corona mengalami perlambatan di negara asalnya, virus tersebut justru menjadi ancaman negara lain seperti Korea Selatan, Italia, dan Iran.

Baca juga: Corona Buat Smartphone Ini Gagal Meluncur di MWC 2020

Siasat untuk Meyakinkan Investor

Dalam wawancaranya dengan Fox Business, Cook mengatakan jika pemasok mereka ada di mana-mana sehingga melalui pernyataan tersebut, harusnya Cook tidak perlu memusingkan diri untuk membuka produksinya di China dalam waktu dekat.

“Di sisi pemasok, kami memiliki pemasok, Anda tahu. iPhone dibuat di mana-mana di dunia, dan kami memiliki komponen-komponen utama yang berasal dari Amerika Serikat, namun kami juga memiliki bagian-bagian penting yang ada di China,” ucap Cook.

Mendengar pernyataan Cook yang demikian itu, kemungkinan besar langkahnya yang ingin segera memulai produksi di China bukan karena adanya kesulitan perangkat. Namun, langkah yang diambil Cook itu lebih kepada untuk meyakinkan para investor.

Jadi, Cook ingin menyampaikan kepada para investor bahwa perusahaan yang ia pimpin itu aman-aman saja atau berada pada pijakan yang kuat mengingat saham Apple dan beberapa perusahaan teknologi lainnya telah telah jatuh dalam beberapa hari terakhir karena kekhawatiran dan berita tentang virus Corona.

Pekan lalu, perusahaan juga mengatakan bahwasanya efek global dari wabah virus Corona akan menyebabkan pendapatan kuartal kedua mereka mengalami penurunan yang sebagian penurunan tersebut diakibatkan oleh virus Corona.

Baca juga: Corona Bukan Hanya Ancam Jiwa, Namun Juga Ancam Bisnis

Dalam pernyataannya itu, pihak Apple juga mengatakan bahwa pabrik-pabrik iPhone telah dibuka kembali, tetapi proses perlambatan tetap terjadi, dan perlambatan di luar dari yang mereka pikirkan. Dan jika melihat apa yang disampaikan pihak perusahaan ini, maka langkah Cook yang membuka kembali produksi di China lebih ditujukan kepada para investor Apple.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close