Internet

10 Destinasi Wisata Dunia ini Diperkirakan Akan Segera Menghilang, Penyebabnya?

Pemanasan global dan polusi telah mengancam kehidupan alami di bumi. Para ilmuwan memperkirakan bahwa akan ada banyak ekosistem, kepulauan, termasuk destinasi wisata dunia menghilang dari permukaan bumi.

Ironisnya, perkembangan industri pariwisata menjadi salah satu penyebab dari akan menghilangnya beberapa destinasi wisata di dunia.

Berikut adalah 10 destinasi wisata dunia yang diperkirakan akan menghilang:

  1. Kepulauan Galapagos, di Republik Ekuador

Kepulauan Galapagos
Kepulauan Galapagos

Kepulauan Galapagos terdiri dari 19 pulau vulkanik yang menyebar di garis khatulistiwa di semudera Pasifik. Keunikan habitat fauna liar dan keindahan flora di Galapagos telah menarik perhatian turis dn menjadi destinasi wisata dunia.

Tapi aktivitas pariwisata di kepulauan Galapagos justru menjadi penyebab utama kerusakan ekosistem di Galapagos. Jumlah turis yang terus meningkat setiap tahun juga membuat suhu Galapagos meningkat.

Transportasi, trekking, dan penangkapan ikan ilegal telah mengancam kehidupan alami spesies fauna liar di Galapagos.

Belum lagi adanya ancaman alami seperti gunung meletus dan gempa bumi, membuat kepulauan Galapagos semakin dekat pada kehancuran.

  1. Hutan Hujan Amazon

Amazon
Amazon

Hutan hujan Amazon mendapat julukan “Paru-paru dunia” karena merupakan hutan hujan terbesar di bumi.

Amazon juga merupakan tempat tinggal bagi sepertiga habitat flora dan fauna di dunia. Serta rumah bagi suku-suku asli Amazon yang hampir tidak tersentuh kehidupan modern.

Loading...

Tapi kini, paru-paru dunia ini telah kehilangan lebih dari 40% bagian hutannya akibat aktivitas pertambangan, industri pertanian, dan penebangan ilegal.

Kerusakan hutan hujan Amazon berkontribusi besar terhadap pemanasan global dan membuat suhu bumi semakin panas.

  1. Cekungan Kongo (Congo Basin), di Afrika

Destinasi Wisata Dunia yang Akan Segera Menghilang
Congo basin

Congo basin merupakan hutan hujan terbesar kedua di dunia. Congo basin menyebar di tujuh negara di Afrika, dan memiliki habitat liar yang unik. Di Congo basin juga terdapat sungai Kongo yang merupakan sungai terpanjang kedua di dunia.

Selain sebagai destinasi wisata dunia, Congo basin juga merupakan sumber pertambangan berlian, petroleum, dan kayu. Aktivitas pertambangan ini telah merusak kondisi Congo basin.

Penyebab kerusakan Congo basin yang lain adalah: penebangan ilegal, peternakan, dan pembunuhan spesies fauna di Congo basin.

Jika kerusakan ini terus berlanjut, para ahli menyebut bahwa dua per tiga bagian dari hutan Congo basin akan menghilang pada tahun 2040.

  1. Laut Mati, di perbatasan Yordania dan Israel
Laut Mati, di perbatasan Yordania dan Israel
Laut Mati, di perbatasan Yordania dan Israel

Laut Mati merupakan destinasi wisata dunia yang memiliki keunikan tersendiri, yaitu:

  • Air Laut Mati memiliki kadar keasinan 33,2%, lebih asin dari air laut biasa,
  • Tingginya kadar garam dalam air Laut Mati membuat manusia bisa mengambang di atas Laut Mati,
  • Pantai Laut Mati merupakan bagian paling rendah dari permukaan bumi.

Tapi keunikan ini akan segera menghilang. Para ahli menyebut bahwa penyebab utamanya adalah pabrik kimia yang mengeruk air dari sungai di Yordania, yang merupakan sumber air Laut Mati. Membuat aliran air ke Laut Mati berkurang.

Permukaan air Laut Mati surut lebih dari 1 meter per tahun, dan sepertiga bagian dari Laut Mati telah berkurang sejak 40 tahun terakhir. Jika dibiarkan, ilmuwan meyakini bahwa Laut Mati akan menghilang dalam waktu 50 tahun.

Baca juga : 10 Spot Wisata di Yordania ini Dipenuhi Kekayaan Arkeologi

  1. Maladewa (Maldives)

Maldives
Maldives

Pemanasan global menyebabkan suhu bumi semakin panas, membuat lapisan es (seperti dari kutub utara dan kutub selatan) mencair, sehingga permukaan air laut meningkat.

Akibatnya, banyak pulau-pulau kecil yang dulu muncul di atas permukaan air, kini tertutup oleh air laut.

Salah satu negara kepulauan yang menjadi korban pemanasan global ini adalah Maldives. Negara kepulauan Maldives terdiri dari sekitar 1.200 pulau di Samudera Hindia.

Tapi, kenaikan permukaan air laut Maldives telah membuat banyak pulau di Maldives menghilang.

Tenggelamnya pulau-pulau di Maldives terjadi sangat cepat, sampai-sampai pemerintah Maldives menyusun rencana untuk membeli tanah di negara tetangga seperti India.

Tanah tersebut akan dijadikan tempat tinggal baru bagi penduduk Maldives di masa depan.

  1. Seychelles

Seychelles
Seychelles

Seychelles mirip dengan Maldives. Seychelles merupakan salah satu negara terkecil di dunia. Negara ini didiami oleh sekitar 90.000 penduduk yang menyebar di 115 pulau.

Keindahan negara kepulauan ini membuat Seychelles dijuluki salah satu surga dunia.

Seperti halnya Maldive, negara kepulauan Seychelles juga terancam kehilangan pulau-pulau mereka akibat kenaikan permukaan air laut, erosi dan kerusakan terumbu karang.

Ilmuwan meyakini bahwa kepulauan Seychelles akan tenggelam sepenuhnya dalam waktu 50 tahun.

  1. Venice, di Italia

Venice, Italia
Venice, Italia

Kota Venice terdiri dari 118 pulau kecil yang dihubungkan oleh kanal dan jembatan. Keindahan arsitektur kota Venice berhasil menarik 21 juta turis setiap tahun, dan menempatkan Venice di nomor 28 sebagai kota paling sering dikunjungi dan menjadi destinasi wisata dunia.

Sayangnya, aktivitas pariwisata di kota Venice justru menjadi penyebab utama tenggelamnya kota Venice.

Sekarang memang belum benar-benar tenggelam, tapi permukaan air yang memisahkan pulau-pulau di Venice terus meningkat. Hingga beberapa survey memperkirakan kota Venice akan tenggelam sepenuhnya 50 tahun lagi.

  1. Pegunungan Alpen, di Swiss

Pegunungan Alpen, Swiss
Pegunungan Alpen, Swiss

Pegunungan Alpen terkenal sebagai pusat ski mewah di Eropa, dan dikunjungi oleh sekitar 120 juta turis setiap tahun. Puncak pegunungan Alpen bisa dilihat dari 8 negara di Eropa: Austria, Italia, Jerman, Perancis, Monako, Liechtenstein, Slovenia, dan Swiss.

Sayangnya, lapisan es pada pegunungan Alpen menghilang 3% setiap tahun. Penyebabnya adalah longsoran es, gelombang panas, dan pemanasan global membuat lapisan es terus berkurang.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa lapisan es dari pegunungan Alpen akan menghilang seluruhnya tahun 2050 jika tidak dilakukan perlindungan untuk mencegahnya.

  1. Taj Mahal, di India

Taj Mahal, India
Taj Mahal, India

Taj Mahal dianggap sebagai simbol cinta paling terkenal di dunia, karena Raja Shah Jahan membangun Taj Mahal ini untuk mengenang istrinya yang meninggal. Nama Taj Mahal juga diambil dari nama istrinya, yaitu: Mumtaz Mahal.

Monumen yang mulai dibangun tahun 1648 ini rencananya akan ditutup untuk umum karena sudah mengalami kerusakan parah.

Pemerintah India menyatakan bahwa penyebab kerusakan Taj Mahal adalah polusi udara dari pabrik kimia di sekitar Taj Mahal.

Udara kotor yang mengandung asam sulfur dari pabrik kimia merusak permukaan marmer Taj Mahal. Membuat permukaan marmernya menguning dan menyusut.

Bahan kimia yang digunakan untuk membersihkan Taj Mahal juga merusak permukaan lantai dan dinding Taj Mahal.

  1. The Great Barrier Reef, di Australia

The Great Barrier Reef, Australia
The Great Barrier Reef, Australia

The Great Barrier Reef adalah jaringan terumbu karang terbesar di bumi, dan bisa dilihat dari luar angkasa karena memiliki panjang lebih dari 2.300 kilometer. Karena keunikannya itu, The Great Barrier Reef menjadi salah satu destinasi wisata populer di Australia.

The Great Barrier Reef mengalami kerusakan parah sejak pemerintah Australia membuka pelabuhan untuk perdagangan.

Polusi, peningkatan suhu air, aktivitas manusia, dan turbin yang dibangun di sekitar terumbu karang telah merusak kondisi terumbu karang dan semua habitat yang ada di sekitarnya.

Banyak yang memperkirakan The Great Barrier Reef akan menghilang dalam waktu 100 tahun.

Kesimpulan:

Destinasi wisata dunia yang terancam menghilang akibat perkembangan industri pariwisata adalah hal ironis. Tapi Anda mungkin ingin mengunjunginya sebelum destinasi wisata tersebut benar-benar menghilang.



Loading...

Baca selengkapnya

Hobi fotografi, tapi sehari-hari menghabiskan waktu di depan komputer.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *