Internet

Dikhawatirkan Dominan, Merger Facebook Cs Berpeluang Batal

Pada bulan Maret lalu, Mark Zuckerberg mengatakan bahwa ia mencoba menyatukan aplikasi yang berada di bawah naungan Facebook sehingga para pengguna dapat lebih mudah terlibat dalam komunikasi pribadi dan terenkripsi.

“Kami sedang membangun fondasi untuk komunikasi sosial yang semakin mementingkan privasi: saling berkirim pesan secara pribadi,” katanya dalam sebuah wawancara saat itu. “Saya percaya platform komunikasi yang berfokus pada privasi akan menjadi lebih penting daripada platform terbuka hari ini.”

Dikutip dari The New York Times, Mark Zuckerberg mengungkapkan jika proses pengintegrasian sudah dilakukan karena saat ini ia sudah bekerja untuk menyatukan sistem teknis WhatsApp, Instagram, dan Facebook Messenger.

Integrasi yang dilakukan ini akan memungkinkan lebih dari 2,7 miliar pengguna Facebook untuk berkomunikasi di seluruh platform, sehingga pesan yang dikirim melalui WhatsApp dapat diterima oleh pengguna yang memiliki akun Facebook dan diteruskan di Instagram.

Baca juga: Facebook Cs Sering Down, Ternyata Ini Penyebabnya

Merger Facebook Cs Bisa Batal

Ketika mendengar kabar pengintegrasian atau merger dari Facebook, regulator dan pembuat undang-undang AS khawatir bahwa langkah tersebut akan membuat lebih sulit untuk memisahkan aplikasi di masa depan.

Hasilnya, pemerintah melalui The Federal Trade Commission (FTC) sedang mempertimbangkan untuk mencegah rencana pengintegrasian yang diinginkan oleh Mark Zuckerbeg. Namun sampai saat ini, FTC masih belum bisa melakukannya karena harus melakukan sejumlah diskusi untuk menghasilkan sebuah keputusan.

Facebook dan perusahaan teknologi besar lainnya seperti Google, Apple, dan Amazon telah mendapat sorotan tajam atas penyalahgunaan kekuatan mereka, yaitu monopoli. Facebook sendiri telah menarik perhatian khusus karena posisinya yang terlalu dominan di jejaring sosial.

Baca juga: Alasan Sesungguhnya Facebook Sembunyikan Jumlah Like

Rencana Mark Zuckerberg yang menginginkan penggabungan aplikasi yang berada di bawah naungan Facebook memang memunculkan kontra. Alasannya, ketika penggabungan itu terjadi, maka pasar jejaring sosial bisa saja dimonopoli atau dikuasai oleh mereka.

Saat ini sendiri, pihak Facebook sudah menguasai pasar jejaring media sosial di mana WhatsApp menjadi aplikasi perpesanan nomor satu di dunia dan Instagram juga berhasil menjadi aplikasi berbagi foto nomor satu di dunia. Jika merger dilakukan, maka Facebook akan semakin kuat dan dominan.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close