Internet

Diserang Amerika Serikat, ByteDance Bakal Jual TikTok?

Akibat berseteru dengan Amerika Serikat, beberapa perusahaan teknologi asal China harus diblokir oleh Negeri Paman Sam karena dianggap mengancam keamanan negara. Huawei adalah salah satu perusahaan asal China yang menjadi korban.

Jika sebelumnya tuduhan dilontarkan pemerintah AS untuk perusahaan-perusahaan teknologi asal China. Kali ini, tuduhan tersebut makin meluas di mana sasarannya adalah media sosial keluaran Negeri Tirai Bambu, yaitu TikTok.

Baca juga: Ancam Keamanan Negara, Apakah TikTok Akan Diblokir?

Militer AS Larang Penggunaan TikTok

Pertumbuhan TikTok di kancah internasional sangatlah baik. Bahkan, media sosial keluaran Negeri Tirai Bambu itu sudah memiliki 16 juta pengguna yang berasal dari Amerika Serikat sebagaimana yang disampaikan oleh App Annie.

16 juta pengguna TikTok yang berasal dari Amerika Serikat pun bukan berasal dari kalangan umum saja, melainkan juga berasal dari militer, khususnya dari Angkatan Laut. Namun, para pengguna yang berasal dari militer itu sudah dipastikan tidak ada lagi karena pemerintah AS telah menyampaikan larangannya.

Dilansir dari Reuters, pihak Angkatan Laut AS sudah mengeluarkan tegurannya kepada para anggota mereka yang sebelumnya bermain TikTok. Pihak Angkatan Laut dalam tegurannya mengatakan jika ada anggota yang nekat bermain alias tidak menghapus aplikasi TikTok, maka mereka akan diblokir dari Navy Marine Corps Intranet (NMCI).

Dave Benham selaku Director of Public Affairs for US Fleet Cyber Command/US 10th Fleet meminta para personil militer, terlebih anggota NMCI untuk tidak menginstal dan segera mencopot aplikasi TikTok di perangkat seluler yang disediakan oleh pemerintah, seperti perangkat iPhone dan juga iPad.

Baca juga: TikTok Semakin Besar, Zuckerberg Pun Takut Kehilangan Pasar

Diserang AS, TikTok Bakal Dijual ByteDance?

Militer Amerika Serikat telah resmi melarang penggunaan aplikasi TikTok untuk para anggotanya. Akibat pelarangan militer AS tersebut, beredar kabar jika TikTok akan segera menjual saham mayoritasnya pada akhir tahun 2019 ini.

Dengan melakukan penjualan saham, nantinya diharapkan nasib TikTok bisa jauh lebih baik dalam menghadapi serangan yang dilontarkan oleh pihak Amerika Serikat. Namun, kabar penjualan saham sendiri juga belum pasti kebenarannya.

ByteDance sendiri seperti yang dikutip dari Gizmodo tidak membenarkan kabar penjualan saham. Pihak perusahaan mengatakan data yang beredar tidak akurat. Selain itu, ByteDance selaku induk TikTok juga sudah mengatakan kepada Komite Investasi Asing untuk Amerika bahwa mereka tidak akan menyalahgunakan data para pengguna.

Baca juga: Tersandung Kasus Hukum, TikTok Dituduh Kirim Data Penggunanya Ke China

ByteDance kemudian menambahkan jika setiap perusahaan asal China memang harus mentaati hukum dasar atas internet domestik negara. Meskipun begitu, bukan berarti setiap perusahaan yang berasal dari China bernaung di bawah pemerintah China atau menjadi mata-mata negara.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close