entertainer

Entertainer Vs Writer, Pekerjaan Mana Yang Cocok Untuk Anda?

Entertainer Vs Writer – Halo sobat Klik Mania Selamat Pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam. Karena pembaca Klik Mania dari seluruh penjuru dunia jadi musti begitu ucapan selamatnya.

Balik lagi di postingan mengenai perbandingan, jika kalian mengikuti postingan saya dari awal pasti sudah tahu saya sering membuat postingan mengenai perbandingan.

Waktu itu saya pernah membuat perbandingan template pada blog, antara modern template dan juga classic template. Ada juga perbandigan civil war antara adsense. Yakni meliputi adsense youtube dan adsense blog.

Kali ini saya akan membuat perbandingan lagi mengenai pekerjaan.

Bukan hanya pekerjaan ini juga bisa mengcakup hobbi atau passion. Jadi kali ini saya akan membandingankan mengenai Entertainer dan juga Writer. Bagaimana sengitnya perbandingan tersebut? Mari kita simak postingan kali ini.


Enak yang mana mas, mbak?

entertainer
entertainment via http://www.tergroup.co.uk

Jika sobat disuruh memilih antara menjadi seorang Entertainer atau seorang writer? –  Mungkin sebagian blogger yang sudah sukses bakal memilih. Saya akan menjadi writer lah. Sudah jelas masa depan saya ada disini.

Hal ini juga sebaliknya ke seorang entertainter. Mungkin mereka akan menjawab. Ya enakan jadi entertainer lah ngapain jadi waiter? Writer pak! Oh iya writer. Kenapa coba? Mesti duduk depan laptop atau komputer selama berjam-jam.

Belum lagi harus mikir banyak. Harus ngapain bla bla bla bla…. belum lagi pas nggak dapat konten. Alias mentok di salah satu kata. Boom! Kelar hidup lo. Sudah jelas enak jadi entertainer.

Loading...

Nggak perlu duduk didepan laptop. Bisa jalan-jalan, apalagi kalau dapat job jauh. Makan di tanggung. Dapat uang transport. Bisa sambil refreshing. Yoi nggak sob? Sudah jelas enak jadi entertainer.

Mungkin mereka bisa bilang begitu. Karena mereka menikmati pekerjaan mereka sebagai seorang entertainer. Hal ini juga sama dengan writer om mbak dek sekalian. Writer atau penulis. ya kalau bahasa indonesia nya penulis.

Jadi kalau writer di tanya hal yang sama. Jelas kita nggak mau kalah. Apalagi jika di suguhkan mengenai perdebatan. Hmm kita jagonya. Kenapa? Karena kita lebih banyak mikir. Mencari ide yang konon katanya susah saja bisa kita lakukan dengan mudah banget.

Apalagi disuruh untuk menjawab pertanyaan seperti itu. Wahh mudah banget lah pastinya. Oke jika dibalikkan kondisinya dimana penulis atau writer menjadi layaknya seorang entertainer yang mencintai pekerjaannya.

Jadi penulis itu enak

Hmm lawan entertainter? Halah enakan jadi writer lah. Kerjanya santai, hanya modal duduk didepan laptop. Ngetik doang. Nggak perlu capek-capek ngoceh berjam-jam hanya untuk mencari lembaran rupiah.

Cukup dengan duduk manis dan santai kita juga bisa mendapatkan hal yang sama. Soal waktu? Jelas kita nggak terlalu terikat dengan yang namanya waktu. Kecuali deadline mendekat. Hehehe.

entertainter
entertainter via https://www.pexels.com

Tapi pengaturan waktu kita nggak serempong entertainer yang terikat banget sama atasan alias EO (Event Organizer). Telat dikit dimaharahin. Apalagi telat banyak, bisa bisa ancaman dipecat akan menunggumu di depan mata.

Kalau kita mah selow aja. Nggak perlu segitunya. Apalagi seorang blog writer. Kita bisa mengatur tempo postingan sesuka kita. Apalagi blogger yang solo karir. Jiah sudah seperti penyanyi ya?

Soal jalan-jalan mah gampang. Siapa bilang writer nggak bisa jalan-jalan? Bisa lah. Kita mah flexible. Soal biaya. Hmmm memang kita nggak ditanggung sih. Tapi hasil penulisan kita bisa kok membayar uang transport itu. Nggak capek seperti seorang entertainer.

Mau debatin apa lagi ayo? Sudah jelas lah enakkan jadi seorang penulis. lagian nih ya, penulis bisa ngetik sambil ngopi ganteng atau ngeteh cantik. Entertainer emang bisa sambil ngehibur sambil bawa cangkir teh atau kopi? Paling tumpah.

Sudah jelas kan pembaca siapa yang lebih unggul? Siapa? Penulis? entertainter? Salah! Jelas tidak ada yang menang dari kedua kubu. Karena saya jurinya, dan keputusan juri selalu mutlah teman teman.

Fakta mengenai Penulis dan Entertainer

Pada dasarnya memang secara kasat mata ada jarak antara entertainer dan juga penulis. jelas ada jika kalian melihatnya dengan kasat mata. Tapi jika dilihat dengan lebih teliti kedua kubu ini justru saling berhubungan.

“Kok bisa kak? Bukannya tadi mereka berdebat asik nggak jelas gitu ya?”

“Jelas bisa!”

“Kenapa kak? Jelasin.”

Oke! Jadi jelas kedua ini ada hubungannya. Mungkin kalian masih bingung apa saja pekerjaan yang mengcakup kedua bidang ini? Oke akan saya jelaskan juga sekalian.

Jadi sebenarnya pada dasarnya kedua hal ini sama saja sih menurut saya pribadi. Karena apa ini bisa sama saja? jelas-jelas sudah beda banget.

Lah iya karena tadi kita menilai dengan kacamata besar. Sekarang kita dapat jabarkan bahwa entetainer adalah orang yang pekerjaannya meliputi hiburan.

“Hiburan malam termasuk nggak kak?”

“Oke skip! Nggak penting!”

entertainer
entertainer drama via http://forums.soompi.com

Jadi hiburan disini lebih kearah hiburan positif. Ya jelas lah. Dimana seorang entertainer ini tidak perlu terlalu capek dalam bekerja. Ibaratnya dengan modal skill saja sudah bisa tenar. Bahkan tidak punya skill tapi punya tampang menarik saja sudah bisa dipakai.

Sedangkan penulis iyalah orang yang berkarya menggunakan tulisan. Sebenarnya lebih kearah pengetik. Hahah. Karena kebayakan tulisannya dibuat dengan cara diketik. Jujur jika saya disuruh tulis tangan saya malas sekali.

Karena tulisan saya sendiri kalau waktunya lagi nggak mood tulis bakalan jelek banget. Pas mood juga nggak bagus sih. Ya memang dasarnya tulisan tangan saya nggak bagus. Maka dari itu saya lebih suka menulis dengan cara diketik.

Ya seperti itu lah kira-kira penjelasan singkat mengenai penulis.

Kenapa bisa berhubungan?

Lanjut ke pembahasan tadi. Kenapa kedua hal ini bisa saling berhubungan? Jelas bisa lah. Entertainer seperti pelawak, mc, presnter, bahkan lawak yang keren jaman sekarang, yang sering disebut stand up comedy juga berdasar dari tulisan.

Jadi sebenarnya entertainer adalah penulis dan penulis juga bisa jadi entertainter. Yah seperti itu kira kira. Jika kalian tidak percaya ayo kita bandingkan lagi.

entertainer
stand up comedy indonesia via http://entertainment.kompas.com

Saya ambil contoh stand up comedy. Saya jujur suka banget dengan tipe lawak seperti stand up comedy. Bahkan saya juga ikut terjun ke dunia stand up dengan menjadi seorang komika. Walau saya nggak rajin ngumpul sama anak komunitas.

Tapi saya tetap mengikuti arus stand up comedy. Bahkan saya juga sudah pernah manggung beberapa kali. Maka dari itu saya berani bilang bahwa entertainment juga ada hubungannya dengan dunia pelulisan.

Kenapa bisa. Jelas. Jika kalian tahu seorang komika adalah penulis loh. Kok bisa? Ya coba kalian pikir sendiri. Seorang komika nggak mungkin naik ke panggung yang megah tanpa bermodalkan penulisan materi.

Semua yang mereka sampaikan. Segala materi yang lucu itu berasal dari tulisan. Bahkan ada rumus penulisannya sendiri. Jadi sebenarnya para komika tersebut sangatlah terkonsep dengan konsep sebuah penulisan.

Dibalik itu. Para komika juga ditanamkan sebuah tradisi aneh. Tapi tradisi ini tidak dilakukan oleh semua komika. Karena ini adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan itu ialah membawa cacatan. Atau mencatat.

Kebanyakan komika selalu membawa cacatan kecil atau menyimpan note didalam handphone mereka. Ini gunanya adalah biar mereka bisa mencatat premis yang mereka temukan di lingkungan masyarakat.

Premis iyalah ide. Dimana ini bisa dikatakan sebuah ide mentah. Nantinya premis ini akan diolah lagi menjadi sebuah materi yang utuh dan semua itu tidak lagsung jadi begitu saja. jelas harus lewat tahap yang paling penting yaitu tahap penulisan.

Stand up comedian adalah penulis

Benar sekali. Maka dari itu saya bilang semua ini ada kaitannya. Jika kalian adalah penggemar dunia stand up comedy. Kalian pasti pernah lihat kan komika-komika yang membuat buku mereka sendiri?

Ada? Banyak. Dari awal mereka karir sampai sudah terkenal karena sebuah kompetisi dan akhirnya mereka menjadi seorang entetainter dan ujung-ujungnya juga menjadi penulis. contoh komika yang sekaligus penjadi penulis adalah Fico (Juara 2 Suci 3), Erneset prakasa (Juara 3 Suci 1) membuat buku berjudul Ngenest bahkan buku ini sudah menjadi film.

Raditya_Dika2

Selain itu masih ada lagi comic yang menjadi penulis atau double karir seperti Pandji Pragiwaksono, masih ada lagi yang paling terkenal siapa lagi kalau bukan Raditya dika, seorang stand up comedian sekaligus penulis terkenal. Sekrang dia juga menjadi sutadara. Bisa dibilang Radit sudah sukses berkarya. Meski awalnya memang karirnya dimulai dengan menjadi seorang penulis.

Jadi sudah jelas bahwa sebenarnya dasar dari entertainment adalah menulis. Bahkan script film. Dan kawan kawannya juga berasal dari penulisan sendiri.

Jika entertainment dikombinasikan dengan tulisan

Jelas akan menjadi lebih baik lagi. Seperti yang dilakukan oleh Raditya dika sangatlah genius menurut saya. Berawal dari menulis buku bahkan jenis bukunya Raditya dika juga merupakan jenis buku komedi.

Dimana pada dasarnya komedi adalah salah satu bentuk hiburan, jadi bisa dibilang komedi ini adalah bagian dari entertain atau entertainment. Untuk menjadi bagian dari kedua hal ini tidak lah mudah.

Jelas kalian perlu mempunyai intelegensi yang cukup tinggi. Namanya juga berkarya jelas harus mempunyai point yang seperti ini. Karena seniman juga pada dasarnya adalah orang yang pemikir.

Jika tidak pakai pikir bakalan susah menemukan ide-ide yang cemerlang. Namun bukan berarti dalam kedua pihak juga tidak pakai mikir. Jelas perlu pakai otak alias mikir. Bahkan didalam mimipi sekalipun harus pakai mikir.

Nggak percaya? Coba ketika kalian lagi bermimpi ikut tes matematika. Nah pasti mikir tuh. Jika tidak mikir berarti kalian sudah terbangun dari dalam mimpi kalian. Karena kalian memang nggak sanggup menghadapi pelajaran matematika. Miris. Sama seperti saya.

Kekurangan dari keduanya

Setelah melihat kelebihan kelebihan yang ada dari kedua pekerjaan. Sekarang kita akan menilai kekurangan yang ada diantara kedua hal tersebut. Jika tadi sudah ada perdebatan yang nggak penting.

Tapi perdebatannya berisi tentang kelebihan dari masing masing kubu. Ya sekrang saatnya kita melihat kekurangannya dari masing masing kubu.

Menjadi seorang entertainer. Tidak mudah. Nggak seperti pokemon trainer. Beda mah itu. Jelas jadi pencari pokemon lah lebih mudah.

Nggak enak nya jadi entertainer itu jelas capek. Ya iyalah bagaimana tidak. Kalian harus pergi-pergi ke lokasi yang berbeda sesuai dengan req yang diberikan kepada kalian. Memang hitung-hitung adalah jalan-jalan tapi jika memang tidak dinikmati jelas bakal ngerasa capek banget.

Belum lagi jika orang yang memberikan kalian job itu super cerewet. Bayarnya dikit tapi nyuruhnya banyak. Beh bakalan lebih nyebelin lagi. Tapi bakal lebih menyulitkan lagi jika kalian menjadi orang yang berhubungan dalam dunia komedi.

Kenapa? Karena resikonya juga lebih berat lagi sob. Bayangkan jika kalian tidak lucu. Beh habis lah sudah. Walaupun memang pasti kalian tetap dibayar. Kecuali orang yang ngundang kalian super kejam.

Menjadikan lucu sebagai jaminan. Wah itu kalian harus benar-benar membuat materi yang wah. Jika tidak maka kalian yang rugi besar. Kan eman-eman (sayang). Sudah capek buat materi nggak dibayar lagi.

Semua harus kembali ke belajar. Menjadi entertainter memang nggak mudah. Kalian juga harus menguasai hal hal yang berkaitan dengan public speaking. Kebayang kalian menjadi seorang master of ceremony atau mc tapi tidak bisa dalam dunia public speaking? Kelar.

Bahkan komika juga harus bisa menguasai dunia public speaking. Karena fatal banget jika tidak bisa mengontrol grogi diatas panggung. Kenapa fatal? Karena jika kalian grogi, bisa bisa kalian jadi lupa dengan materi. Jelas materi adalah modal utama seorang stand up comedian.

Jika tidak ada materi atau kelupaan materi, jelas semua akan hancur cur cur.

Kekurangan bekerja jadi seorang penulis

Hal ini juga sama dengan menjadi seorang penulis. menjadi penulis bisa juga dijabarkan menjadi banyak hal. ada yang menjadi penulis freelance atau yang bebas waktu nah itu jika dilihat dari sisi blog.

Jika dilihat dari sisi umum maka penulis ini lebih besar lagi pembagian bagiannya. Penulis ini bisa dijabarkan menjadi beberapa sih. Seperti penulis novel. Penulis berita. Penulis puisi dan masih banyak lagi sih.

Tergantung kalian fokusnya dimana. Saya sarankan coba fokus ke satu bagian dulu. Jika kalian fokusnya terpencar nanti takutnya kalian sendiri yang bingung mau kearah mana kalian setelah masuk ke dalam dunia penulis ini.

Masuk dalam kekurangan menjadi seorang penulis? jelas ada lah. Semua pekerjaan juga pasti ada plus minusnya. Jika pekerjaan kalian isinya plus semua pasti pekerjaan lain nggak bakal ada yang minati.

Penulis tanpa ide? Kelar sudah

Terus mau jadi apa dunia ini. Kekurangan jadi penulis. jelas hal utama yang sering dikeluhkan para penulis adalah ide. Ide adalah senjata utama bagi penulis. jika penulis tidak punya ide kelar hidup kalian.

Sama layaknya seperti komika atau stand up comedian yang sangat bergantung pada yang namanya materi. Jika mereka tidak ada materi maka kelar juga karir mereka. Penulis juga sama.

Kebayang seorang novelis tidak ada ide dalam menulis. Terus dia mau nilis tentang apa? Bisa dipastikan jika dipaksa sekalipun maka akan menjadi jelek hasilnya dan jika jelek hasilnya bakalan fatal juga jadinya.

Kenapa bisa fatal? Ya iyalah. Mana ada penerbit yang mau menerbitkan novel jelek coba? Yang ada nanti novelnya nggak laku terus dijual dikiloan karena nggak ada yang beli. Ruginya bukan sampai situ saja sob.

Jika bukunya tidak laku dan dijual dikiloan begitu saja. kalian bisa lihat betapa banyak jumlah pohon yang dikorbankan untuk membuat novel tersebut. Walaupun nanti juga ujung-ujungnya buku yang dijual akan di berikan ke pendaur ulang.

Lebih parahnya lagi waktu yang terbuang itu loh sob. Hebat jika penulisnya bisa menyelesaikan novelnya dalam satu hari. Misalnya dia buat satu part dalam kurun waktu 1 jam dengan ketebalan buku 200 lembar. Wah hebat pasti.

Penulis versi wartawan

entertainer
photographers via https://pixabay.com

Itu baru menjadi penulis novel sob. Coba bayangkan kalian menjadi penulis berita di koran atau majalah dan kalian tidak ada ide? Padahal kalian sudah dituntut untuk membuat sekian banyak berita setiap harinya. pasti bakalan mebuat kalian depresi.

Kenapa bisa? Ya bisa lah. bagai mana tidak. kalian jika sudah jadi wartawan jelas kalian sudah terikat dengan media. Bakalan menjadi lebih rumit lagi jadinya. Menjadi wartawan jelas tidak hanya membutuhkan banyak ide. Tetapi kalian juga membutuhkan link.

Link yang dimaksud adalah hubungan antar wartawan lainnya. Jadi bisa saling berbagi informasi mengenai berita yang didapatkan. Maka dari itu biasa kalian jika baca koran yang berbeda. Terkadang ada berita yang sama namun berbeda cara penulisannya.

Ini kemungkinan dia memakai cara yang tadi. Atau bisa juga dia memang datang kelokasi untuk meliput bersama. Wah so sweet. Nggak! Ini namanya tuntutan pekerjaan sob.

Baca juga : Prospek Dan Peluang Kerja Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Kesimpulan dari postingan

Jadi pada kesimpulannya ide adalah hal yang mendasar banget didalam dunia penulisan. Selanjutnya mungkin kalian akan kehabisan banyak waktu dan juga lelah karena kelamaan duduk didepan komputer atau laptop.

Apalagi kalian jomblo dan kalian penulis. sudah kerjaannya didepan komputer atau laptop. Jarang keluar rumah. Wah komplit banget sudah kejombloan mu nak. Tapi tidak masalah. Mendingan didalam rumah menulis.

Setelah menghasilkan banyak uang saya yakin lah yang namanya cewek pasti mendekat. Tak perlu kalian mencari. Mereka yang mendekat. Maka dari itu kalian sukses dulu. Baru mikirin pacar. Lah kok saya jadi memihak ke jomblo. Hahah.

Jadi pada kesimpulannya diantara kedua hal ini mereka sama sama mempunyai plus minus sih. Semua tergantung pada niat kalian dan sesungguhan kalian masing masing.

Lebih baik lagi jika kalian mengikuti arah passion kalian. Kebayang kan jika kalian bekerja menggunakan kelebihan alami kalian. Jelas semuanya bakalan berjalan dengan amat mudah dan pastinya tidak ada rasa tertekan didalamnya.

So enjoy your passion sobat pembaca klik mania.

Semoga postingan ini bisa memberikan inspirasi kepada kalian penulis sekalian. Atau kalian malah kepingin pindah arah menjadi seorang entertainter? Semua ada di tangan kalian dan di kemampuan kalian.

Jika kalian bisa dua-duanya kenapa harus ragu?

-RJ-


Loading...

Bagikan

Penulis

Richard Goodboy
Richard Goodboy
Mahasiswa yang hobi menulis 🙂

Find me:
Instagram : Chardsonz

Support saya berkarya di dunia youtube dengan subscribe ke channel saya 🙂
Youtube : Youtube.com/chardsonz
Richard Goodboy

Penulis

Mahasiswa yang hobi menulis :)Find me: Instagram : ChardsonzSupport saya berkarya di dunia youtube dengan subscribe ke channel saya :) Youtube : Youtube.com/chardsonz

Komentar

    Avatar

    Albet instin

    ( - 22:50)

    Wartawan mah beda sama blogger mas… Tidk seperti blogger yg bisa menulis sesuai opini, copas&comot sana sino/ sekedar nyari refrensi di blog lain. Kita sbg wartawan sangat menjunjung kode etik dan tidak bisa juga sembarangan dalam menulis berita, kita menulis sesuai dengan apa yang dikatakan narasumber dn tidak bisa memberikan opini mas.

      Richard Goodboy

      yap benar! Konteks wartawan yang di bahas dalam postingan ini adalah konteks wartawan sebagai seorang “Penulis” karena pada dasarnya wartawan juga harus mempunyai basic menulis. Jadi tidak membahas mengenai kode etik dalam penulisan berita yang harus sesuai fakta 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *