Internet

Etika Makan di Dunia: Traveler Perlu Tahu Supaya Tidak Membuat Malu

Mengetahui etika makan di dunia penting bagi mereka yang suka bepergian ke luar negeri. Apalagi untuk yang suka wisata kuliner di luar negeri.

Cara makan yang sopan menurut orang Indonesia tidak sama dengan orang-orang di negara lain. Bagaimana pun setiap negara punya kebudayaan berbeda-beda. Karena itu, kalau makan di restoran apalagi kalau diundang makan di rumah di luar negeri, pastikan untuk mengikuti etika makan sesuai dengan budaya mereka.

Etika makan ini memang terlihat sederhana, tapi kalau tidak dilakukan dengan baik bisa membuat malu bahkan bisa dianggap menghina tuan rumah.

Perhatikan etika makan di dunia berikut ini

etika makan

Bolivia

Membicarakan soal uang dan bisnis saat makan malam tidak disukai di Bolivia. Nikmati saja makan malammu, dan bicarakan soal uang dan bisnis di tempat kerja.

Chili

Kalau disediakan sendok dan garpu, gunakanlah. Makan hanya menggunakan tangan, tanpa alat makan, dianggap tidak sopan di Chili.

Etiopia

Gunakan satu piring untuk makan. Seperti di Indonesia, orang Etiopia juga terbiasa menyajikan roti atau nasi dengan lauk pauk dalam satu piring. Menggunakan beberapa piring dan mangkuk dalam sekali makan dianggap pemborosan.

India

– Kebanyakan orang India terbiasa makan menggunakan tangan, tanpa sendok atau garpu, karena itu cucilah tangan sebelum dan sesudah makan.

– Gunakan tangan kanan untuk makan, jangan gunakan tangan kiri walaupun kamu kidal.

– Jangan makan terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Makanlah dengan kecepatan biasa.

– Habiskan makanan yang diberikan, menyisakan makanan bisa menyinggung tuan rumah.

Italia

– Jangan minta keju kalau tidak disediakan. Di Italia, minta tambahan keju untuk pizza dianggap sebagai tindakan menghina, dan minta keju untuk dicampur dengan seafood dianggap sebagai dosa besar.

– beri tip sebanyak 5-10% dari jumlah tagihan makanan pada pelayan yang memberikan pelayanan memuaskan. Tapi tidak perlu memberi tip kalau pelayanannya dianggap biasa saja. Biasanya tip sudah termasuk dalam tagihan makanan.

Jepang

etika makan

– Sumpit adalah alat makan penting di Jepang dan memiliki aturan tegas dalam penggunaannya: jangan memainkan sumpit, jangan menjilat sumpit, jangan menunjuk dengan sumpit, jangan menusuk makanan dengan sumpit.

– Terutama: jangan membenamkan sumpit pada nasi secara vertikal, juga jangan mengoper makanan menggunakan sumpit karena kedua hal ini merupakan bagian dari ritual pemakaman.

– Minum kuah sup dan kuah mie langsung dari mangkuknya (tanpa sendok) adalah hal yang lumrah di Jepang. Orang Jepang percaya bahwa minum kuah langsung dari mangkuknya bisa membuat makanan terasa lebih enak, bisa makan makanan panas lebih cepat, juga dianggap sebagai penghargaan pada koki atas makanan yang mereka masak.

– Jangan memberi tip pada pelayan restoran. Orang Jepang menganggap pemberian tip sebagai penghinaan.

Kazakhstan

Bersyukurlah kalau diberi teh setengah gelas. Kalau orang rumah di Kazakhstan menyajikan teh setengah gelas untukmu, berarti itu adalah hal baik. Karena memberi air teh segelas penuh artinya pemilik rumah ingin kamu pergi.

Kenya

Habiskan makanmu sampai bersih. Oke, maksudku sampai tidak ada makanan yang tersisa di piringmu. Menyisakan makanan bisa dianggap menyinggung tuan rumah atau orang yang memberimu makan. Mereka akan berpikir kamu tidak suka makanan yang disajikan.

Korea Selatan

Kalau makan dengan orang yang lebih tua, jangan mendahului mereka. Biarkan mereka makan lebih dulu.

Meksiko

Hanya gunakan tangan saat makan taco di Meksiko. Orang Meksiko tidak biasa menggunakan sendok dan garpu untuk makan taco.

Mesir

Jangan menambah garam atau minta tambahan garam untuk makanan yang sudah disajikan. Ini bisa dianggap sebagai penghinaan pada koki atau tuan rumah, karena secara tidak langsung kamu menganggap bahwa masakan mereka tidak enak.

Norwegia

Selalu gunakan alat makan dengan baik. Makan dengan sopan dan teratur adalah hal penting di Norwegia, mereka bahkan menggunakan pisau dan garpu untuk makan sandwich.

Perancis

– Letakkan kedua tangan hingga ke pergelangan tangan di atas meja. Jangan mengistirahatkan tangan di atas pangkuan.

– Kalau disediakan roti, gunakan roti untuk mendorong makanan ke garpu, bukan sebaliknya. Sobek roti sedikit lalu makan, jangan menggigit roti berukuran besar.

– Kalau makan salad dan potongan seladanya terlalu besar, jangan gunakan garpu dan pisau untuk memotong selada. Hal ini bisa dianggap sebagai penghinaan pada koki dan menganggap koki tidak mempersiapkan makanan dengan baik. Sebaiknya, gunakan garpu dan pisau untuk melipat selada sampai seukuran yang diinginkan.

Portugal

– Jangan minta tambahan bumbu seperti garam dan lada kalau tidak disediakan di atas meja. Orang Portugis sangat bangga pada hasil masakan mereka, karena itu minta tambahan bumbu akan dianggap sebagai penghinaan pada masakan mereka.

– Memberi tip sekitar 10% dari jumlah tagihan saat makan di restoran adalah hal wajar.

Rwanda

Jangan makan di tempat yang tidak menyediakan makanan. Tidak sopan makan di tempat umum, selain di restoran, kafe, atau hotel.

Spanyol

Habiskan makananmu. Menyisakan makanan di piring bisa menyinggung tuan rumah. Karena itu, ambilah makanan secukupnya, jangan terlalu banyak supaya tidak tersisa. Lebih baik nambah dari pada menyisakan.

Thailand

– Adalah hal umum jika restoran di Thailand menyajikan makanan sekaligus. Tidak seperti diluar negeri yang menyajikan makanan pembuka lebih dulu, baru makanan utama lalu penutup.

– Jangan gunakan garpu untuk makan, tetap gunakan sendok untuk makan. Etika makan di Thailand, garpu hanya digunakan untuk mengatur dan mendorong makanan ke sendok.

– Jika tuan rumah atau restoran menyajikan makanan dalam mangkuk besar, berarti makanan itu untuk dibagi. Ambil secukupnya dari mangkuk besar, dan jangan mengambil potongan terakhir dari mangkuk besar, kamu akan dianggap rakus.

Tiongkok

etika makan

– Jangan pilih-pilih makanan. Makanlah makanan yang disajikan dalam piring dan mangkukmu, jangan hanya pilih makanan tertentu, lalu menyisakan yang lain. Itu tidak sopan, dan bisa menyinggung tuan rumah.

– Seperti halnya etika makan di Jepang, Tiongkok juga menganggap sumpit sebagai alat makan penting. Karena itu, jangan memainkan sumpit, apalagi membenamkan sumpit ke dalam nasi secara vertikal (ditanam berdiri). Membiarkan nasi dan sumpit dalam posisi seperti itu biasanya dilakukan sebagai sesaji untuk keluarga yang meninggal.

– Jangan menghabiskan semua makanan. Sisakan sedikit makanan, setidaknya satu sendok, di atas piring atau mangkuk ini untuk menunjukkan pada tuan rumah bahwa mereka menyajikan makanan lebih banyak dari yang bisa dimakan (alias tidak pelit).

– Bersendawalah setelah makan. Di negara lain mungkin dianggap tidak sopan, tapi di Tiongkok, ini merupakan pujian pada tuan rumah atau koki bahwa mereka telah masak makanan yang enak.

– Jangan memberi tip. Seperti kebanyakan negara di Asia, tidak umum memberi tip saat makan di restoran. Bahkan, beberapa negara melarang pegawai restoran menerima tip dari tamunya.

Turki

Di Turki, biasanya tuan rumah atau orang yang mengundanglah yang membayar makanan. Meskipun bermaksud baik, tapi menawarkan diri untuk membayar makanan bisa dianggap menyinggung tuan rumah.

Ukraina

Jangan menghabiskan makanan. Etika makan di Ukraina, meninggalkan sedikit makanan di piring atau mangkuk adalah hal yang baik. Sebaliknya, kamu akan dianggap rakus dan menyinggung tuan rumah kalau makan sampai piring bersih.

Venezuela

Datanglah sedikit terlambat kalau diundang makan di Venezuela. Datang tepat waktu bisa dianggap tidak sopan dan rakus.

Yordania

Jangan memberikan gelas kopi kosong langsung kepada tuan rumah, karena tuan rumah akan menganggapmu minta kopi lebih banyak. Goyangkan sedikit pergelangan tanganmu untuk menunjukkan bahwa kamu sudah minum kopi cukup banyak.

Referensi Traveler : 7 Tempat Menikmati Wisata Bunga Sakura (Selain di Jepang)

Apa ada etika makan yang belum disebutkan? Kalau ada, ingatkan lewat komen.


Loading...
Baca selengkapnya

Hobi fotografi, tapi sehari-hari menghabiskan waktu di depan komputer.

Artikel terkait

4 Comments

  1. Wah sangat bermanfaat Mbak Reha. Di notes deh, nanti kalau jalan-jalan ke luar negeri (sesuai yang Mbak Reha sebutkan diatas) mudah-mudahan bermanfaat! 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close