in

Finantier For Better Future, Layanan Keuangan Tanpa Harus Memiliki Rekening Bank

Finantier For Better Future menjadi solusi tepat bagi masyarakat Indonesia yang kesulitan mendapatkan fasilitas dan layanan keuangan formal berupa pinjaman dari bank karena mempunyai riwayat kredit yang buruk atau tidak memiliki rekening bank (unbanked).

Taukah Anda, hampir 140 juta penduduk Indonesia tidak memiliki akses layanan perbankan. Itu artinya hampir separuh dari masyarakat di Indonesia juga sulit untuk mendapatkan layanan keuangan dari pihak bank, seperti pinjaman uang untuk modal usaha.

Finantier For Better Future menjawab semua permasalahan keuangan Anda dengan layanan open finance untuk meningkatkan inklusi keuangan melalui verifikasi identitas.

Bahkan masyarakat yang tidak memiliki rekening bank akan mendapatkan kesempatan memperoleh modal pinjaman.

Apa itu Finantier dan apa saja kelebihannya? Artikel ini akan menjelaskan secara ringkas dengan bahasa yang mudah dipahami. Baca sampai selesai agar tidak gagal paham.

Mempercepat Inklusi Keuangan Indonesia

Menurut Wikipedia, inklusi keuangan adalah kondisi setiap individu atau masyarakat untuk mendapatkan akses ke berbagai layanan keuangan formal seperti tabungan, melakukan pinjaman, asuransi, atau menggunakan berbagai layanan transaksi digital dan uang elektronik dengan biaya terjangkau sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Sedangkan separuh dari masyarakat Indonesia sendiri, terutama yang tinggal di daerah pinggiran dan pedalaman belum dapat menikmati layanan keuangan secara formal. Artinya, sebagian besar masyarakat Indonesia belum terinklusi secara menyeluruh.

Manfaat inklusi keuangan sendiri adalah untuk membantu meningkatkan pemerataan ekonomi
serta menghindari adanya kesenjangan di berbagai lapisan masyarakat.

Dengan memanfaatkan inklusi keuangan, maka setiap masyarakat dapat dengan mudah untuk mendapatkan akses produk dan layanan keuangan untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan baik.

Menjangkau Masyarakat Daerah

Inklusi keuangan Indonesia

Menurut hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019, tingkat literasi keuangan dan inklusi keuangan daerah di Indonesia masing-masing mencapai 38,03% dan 76,19%.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat indeks inklusi keuangan Indonesia rata-rata telah mencapai 76,19 persen.

Hal ini merupakan sebuah perkembangan yang cukup menggembirakan mengingat target yang ditetapkan Presiden selaku Ketua Dewan Nasional Keuangan Inklusif adalah sebesar 75 persen.

Dengan begitu rata-rata 76,19 persen dari seluruh penduduk dewasa di daerah Indonesia telah menggunakan layanan keuangan formal.

Layanan Bank di Indonesia, Kelebihan dan kekurangan

Layanan dan fasilitas perbankan di Indonesia memiliki banyak kelebihan yang dapat dirasakan oleh semua nasabahnya, seperti tarik tunai, pembelian barang secara online, menabung, transfer uang dari sesama rekening atau ke lain rekening.

Tetapi untuk masalah pinjam meminjam, tidak semua nasabah dapat menikmati layanan ini. Pihak perbankan menerapkan sistem yang lebih prosedural sesuai dengan syarat dan ketentuan yang lebih rumit.

Inilah yang menjadi kendala bagi setiap individu atau pelaku usaha yang tidak memiliki rekening bank (unbanked) atau mempunyai riwayat kredit yang buruk sebelumnya di bank lain.

Masyarakat tidak akan pernah mudah untuk mendapatkan pinjaman karena pihak bank sangat cermat dan teliti kepada calon debitur (peminjam) dengan berbagai alasan.

Pihak bank mewajibkan untuk melihat riwayat keuangan yang sehat dan mengetaui informasi yang memadai tentang identitasnya sebelum memberikan pinjaman.

Hal ini tentu sangat mengecewakan terutama bagi wirausaha yang ingin mengembangkan bisnisnya karena terbentur pada masalah pinjaman modal usaha.

Padahal setiap individu atau pelaku usaha ini belum tentu seperti yang dibayangkan oleh pihak bank, karena sesuai dengan riwayat di lembaga keuangan lain mereka memiliki kemampuan untuk mengembalikan pinjamannya.

Urusan perbankan yang berbelit-belit dengan berbagai alasan ini tentunya juga sangat berdampak kepada kemajuan UMKM di Indonesia yang saat ini jumlahnya paling tinggi di dunia.

Peran Open Finance dalam Mempercepat Inklusi Keuangan

Pemerintah sendiri telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang bertujuan untuk mendorong penguatan akses permodalan dan dukungan pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Selain pihak pihak perbankan, penyedia layanan keuangan digital dengan sistem open finance ternyata mampu memberikan layanan finansial berupa pinjaman dengan biaya lebih rendah untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Layanan open finance terbukti mempercepat inklusi keuangan serta menumbuhkan perekonomian masyarakat yang lebih luas melalui berbagai kegiatan ekonomi dan perdagangan.

Open Finance adalah sebuah sistem yang dirancang berdasarkan prinsip Open Banking yang memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk mengakses data mereka secara aman dan menggunakan data tersebut secara optimal di berbagai platform.

Sistem Open Finance adalah pertukaran data keuangan konsumen yang disetujui dan diamankan antara lembaga keuangan. Jadi data pribadi yang kita berikan akan diproses dengan cara yang menguntungkan.

Layanan open banking ini akan memberikan kesempatan kepada lembaga penyedia keuangan untuk menawarkan berbagai produk dan layanan kepada jutaan penduduk Indonesia agar dapat menikmati keuntungan akses finansial tanpa harus memiliki rekening bank.

Contoh dan Ilustrasi Sederhana

Finantier For Better Future

Pak Hendrik adalah seorang wiraswasta tinggal di pinggiran kota dan memiliki usaha warung kelontong

Karena rumahnya berada ditempat yang agak terpencil, pak Hendrik tidak memiliki rekening bank. Tetapi pak Hendrik selalu menangani keuangan bisnis warung kelontongnya melalui aplikasi dompet digital.

Pada kondisi ini, pak Hendrik tidak dapat mengajukan pinjaman bank sebelumnya untuk keperluan usaha kelontongya.

Hal ini disebabkan karena pihak bank tidak memiliki informasi yang memadai untuk melakukan pemeriksaan tentang identitas dan latar belakang pak Hendrik

Tentunya hal ini akan menghambat usaha pak Hendrik karena warung kelontongnya membutuhkan modal untuk berkembang lebih besar.

Tetapi dengan produk Verifikasi Identitas yang diterapkan oleh open finance, data serta identitas pak Hendrik tidak akan ditolak oleh pihak bank.

Sebagai gantinya, pihak bank dapat mengakses data pak Hendrik dari aplikasi dompet digital untuk proses pemeriksaan identitas data sebelum melakukan pinjaman.

Nah, dengan pinjaman modal usaha tersebut,pak Hendrik dapat mengembangkan usaha warung kelontongnya dan mensejahterakan keluarganya dengan lebih baik. 

Dengan contoh dan ilustrasi sederhana ini Anda pasti sudah memahami secara garis besar tentang peran open finance yang dapat membantu permasalahan modal usaha tanpa harus memiliki rekening bank.

Finantier For Better Future, Solusi Percepatan Inklusi Keuangan Indonesia

Finantier For Better Future

Open Finance dan Open Banking menghubungkan antara institusi dan lembaga jasa keuangan, fintech, dan perusahaan lain di luar industri perbankan.

Mereka berkolaborasi dalam hal pengelolaan data pelanggan secara aman dan meningkatkan persaingan dalam industri keuangan serta meningkatkan akses kepada pelanggan melalui berbagai layanan jasa keuangan.

Saat ini, ada 450 perusahaan fintech yang mengantongi izin resmi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang menawarkan berbagai layanan dan produk untuk membantu meningkatkan inklusi keuangan. Sebanyak 40% dari perusahaan fintech tersebut bergerak dalam jasa keuangan dengan sistem P2P lending.

Beberapa perusahaan P2P lending ini sering mengalami kesulitan untuk memberikan pinjaman kepada individu dan UMKM. Hal ini disebabkan karena perusahaan fintech tidak mendapatkan gambaran informasi dan data finansial yang lengkap dari calon peminjam

Padahal data tersebut sangat dibutuhkan untuk mengurangi berbagai risiko pinjaman dan menekan biaya lainnya.

Finantier Finantier For Better Future hadir dengan layanan open finance sehingga dapat berkolaborasi dengan aman untuk memberikan konsumen keleluasaan, kenyamanan, dan keamanan dalam memanfaatkan data finansial.

Finantier merupakan penyedia Open Finance di Indonesia dan Asia Tenggara untuk lebih mendorong inklusi keuangan dengan menggunakan teknologi sambungan API (Application Programming Interface).

Teknologi API financial sendiri memberikan akses secara real time ke layanan sistem manajemen keuangan perusahaan.

Tugas API adalah membuat tugas secara otomatis dan mengoptimasi proses penting untuk membantu lembaga keuangan dalam menekan cost pengembangan bisnis digital.

Keunggulan Finantier

Verifikasi Cepat dan Nyaman

Finantier melakukan proses verifikasi identitas dan credit scoring dengan dengan akurat dan cepat, hanya dalam hitungan detik sehingga menghindari manipulasi dan penipuan.

Pembayaran Terintegrasi

Pengguna dapat menikmati transaksi pembayaran hanya dengan satu klik melalui platform kesayangan, sehingga menciptakan pengalaman berbayar yang bebas stres..

Kelebihan Finantier dibanding Platform Finansial Lain

kelebihan finantier
Gambar : Finantier.co

Finantier merupakan solusi sederhana dan paling tepat untuk mengakses data keuangan konsumen di Indonesia dan seluruh Asia Tenggara.

Finantier memungkinkan perusahaan untuk membuat produk sesuai dengan keinginan penggunanya.

Beberapa kelebihan finantier dibandingkan dengan platform finansial lain adalah :

Cakupan Paling Luas

Dapat mengetahui informasi dan pemahaman secara mendalam terkait pengguna Anda dengan cara terhubung ke lebih dari 95% platform finansial yang ada di Indonesia.

Paling Aman

Finantier menggunakan enkripsi end-to-end dengan tingkat keamanan bank untuk memastikan data pengguna Anda tidak digunakan oleh pihak lain.

Integrasi Paling Cepat

Finantier menggunakan API yang ramah bagi para developer dan memungkinkan untuk menerapkannya hanya dalam beberapa jam saja,

Hal ini akan memberi Anda kesempatan untuk lebih fokus pada hal-hal yang lebih penting lainnya  yang dibutuhkan oleh pengguna Anda.

Kesimpulan

Saat ini Finantier telah membantu kebutuhan finansial sekitar 139 juta orang di Indonesia termasuk perseorangan dan UMKM yang belum memiliki rekening bank atau unbanked dengan layanan open finance.

Finantier memberi kenyamanan secara personalisasi dan menawarkan peluang besar untuk menikmati layanan dan produk keuangan bagi individu dan perusahaan agar bangkit dari keterpurukan ekonomi selama pandemi Covid-19 yang saat ini belum ada tanda-tanda berakhir.

Finantier For Better Future merupakan solusi paling tepat untuk menjawab semua tantangan inklusi keuangan yang ada di Indonesia.

#FinantierForBetterFuture

Author ganisebastian

Menulis dari berbagai pengalaman pribadi dan bisa dipertanggung jawabkan, jika bermanfaat bagi Anda silahkan share.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Loading…

0