Jangan Dilakukan Saat Resign

5 Hal Jangan Dilakukan Saat Resign atau Meninggalkan Pekerjaan

Hal buruk yang dilakukan di tempat kerja, akan berpengaruh buruk pada reputasi profesional anda. Jadi jangan lakukan hal bodoh saat resign atau meninggalkan pekerjaan.

Meski jika anda sakit hati dan punya alasan kuat untuk marah… tahan diri! Karena emosi dan kemarahan bisa membuat anda melakukan hal bodoh hingga merusak nama baik anda dan membuat anda sulit mendapat pekerjaan baru.

Supaya bisa melanjutkan hidup dan karir dengan baik, anda harus tetap tenang dan berpikir positif. Serta ingat bahwa ada hal yang tak boleh dilakukan saat keluar dari tempat kerja lama, baik itu karena resign atau karena dipecat.

Baca8 Pertanyaan yang Perlu Dijawab Sebelum Memilih Karier dan Pekerjaan

5 Hal Tidak Boleh Dilakukan Saat Resign atau Berhenti Kerja Karena Dipecat

Ingat daftar ini kalau tidak ingin merusak karier dan kehidupan pribadi anda di masa depan:

1. Jangan marah pada atasan dan rekan kerja

Lingkungan kerja yang buruk, killer boss, dan rekan kerja yang tak bersahabat pasti membuat anda tertekan serta membuat anda ingin melampiaskan kemarahan pada mereka di tempat kerja. Tapi jangan lakukan.

Anda memang perlu menyampaikan keluhan jika tertekan saat bekerja, dan menyampaikan kritik kepada boss atau rekan kerja bisa jadi hal baik untuk dilakukan. Tapi jangan melampiaskan kemarahan di hari terakhir kerja.

Mungkin anda pikir atasan dan rekan kerja perlu tahu tentang stress yang selama ini anda alami di tempat kerja. Tapi meski begitu, anda harus berpikir jernih, dan sampaikan pengunduran diri dengan baik demi masa depan karier anda.

Loading...

Bisa jadi setelah anda kerja di tempat baru, anda harus menjalin kerja sama dengan orang-orang dari tempat kerja lama anda. Itu pasti menjengkelkan. Tapi anda harus berbesar hati dan bersikap profesional demi kebaikan karir anda.

2. Jangan lupa minta surat referensi

Meski jika anda berhenti kerja dengan kondisi yang buruk karena alasan yang buruk, anda tetap butuh surat rekomendasi atau referensi yang baik supaya bisa dapat pekerjaan baru yang lebih baik.

Saat membuat resume atau CV untuk melamar kerja, anda pasti ingin memasukkan pengalaman kerja. Untuk itu anda butuh referensi sebagai bukti. Karena itulah anda harus bisa meninggalkan pekerjaan secara baik-baik.

Jika anda resign dengan baik, maka anda bisa minta referensi yang baik pula. Tapi jika anda dipecat karena kesalahan besar, maka jangan harap bisa dapat referensi baik dari mantan atasan anda.

3. Jangan katakan kejelekan boss dan rekan kerja di depan pengganti anda

Misal boss sudah merekrut pengganti anda, dan kebetulan anda bertemu dengan orangnya. Jangan katakan hal buruk tentang mantan atasan dan rekan kerja anda. Itu hanya akan membuat keadaan jadi lebih buruk.

Kalau anda melakukannya, anda bisa dianggap sebagai tukang gosip dan tidak profesional di tempat kerja. Pikirkan pula tentang perasaan pengganti anda, bisa jadi, belum mulai bekerja dia sudah stress duluan gara-gara cerita anda.

Kalau pun keadaan di tempat kerja memang buruk, pengganti anda akan tahu sendiri nanti setelah beberapa lama bekerja. Dan pasti dia bisa cari cara untuk mengatasinya sendiri, atau dia bisa resign seperti anda dan cari pekerjaan baru.

4. Jangan mengeluhkan keburukan mantan boss kepada calon boss baru anda

Tidak pantas berkeluh kesah dan curhat saat menjalani wawancara kerja. Itu sangat tidak profesional dan hanya akan membuat anda terlihat seperti “pendendam”. Siapa yang mau merekrut calon pegawai berkelakuan buruk seperti itu?

Saat anda bicara buruk tentang mantan boss dan mantan rekan kerja, maka calon boss yang baru akan berpikir bahwa anda juga bisa mengatakan hal buruk tentang semua orang termasuk calon boss di tempat kerja baru anda.

Saat wawancara, anda akan ditanya “kenapa keluar dari tempat kerja lama?” Saya tidak menyarankan anda untuk berbohong, saya hanya minta pada anda untuk tidak bicara buruk tentang mantan boss dan rekan kerja anda.

Katakan saja bahwa anda ingin karir anda berkembang. Misal ingin gaji yang lebih besar, lokasi kerja lebih strategis, atau ingin kesempatan naik pangkat. Pokoknya jangan bicarakan keburukan orang lain dan jangan berbohong.

5. Jangan Mencuri atau Merusak Properti Perusahaan

Stress dan marah memang bisa membuat orang melakukan hal-hal nekat, seperti melakukan pengrusakan atau bahkan mencuri. Stress dan marah itu normal, tapi berbuat nekat akan jadi kesalahan besar yang pasti anda sesali.

Jangan sampai anda berurusan dengan polisi gara-gara merusak atau merusak properti perusahaan. Kalau sudah begitu, bukan hanya karier yang rusak. Anda juga bisa berakhir di penjara, dan kehidupan pribadi anda hancur.

Pikirkan tentang masa depan karier dan kehidupan pribadi anda sebelum melakukan apa pun di hari terakhir kerja. Supaya anda bisa move on secara elegan dari pekerjaan lama, dan dapat pekerjaan baru yang lebih baik.


Loading...

Bagikan

Penulis

Reha Wijaya
Reha Wijaya
Hobi fotografi, tapi sehari-hari menghabiskan waktu di depan komputer.
Reha Wijaya

Penulis

Hobi fotografi, tapi sehari-hari menghabiskan waktu di depan komputer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *