Internet

Huawei Sudah, Kali Ini Giliran Drone China yang Akan Dihukum AS

Meski berasal dari benua Asia, China sukses menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Bukan hanya ekonomi saja, China juga sukses di sektor teknologi. Bahkan saking suksesnya China di sektor teknologi, AS merasa panik karena terancam akan kemajuan China yang begitu luar biasa pesat.

Salah satu contoh nyata kepanikan AS akan kemajuan teknologi yang dimiliki oleh China adalah kemajuan dalam hal teknologi 5G. Ya, Negeri Paman Sam dalam urusan teknologi ini memang kalah jauh dari China.

Karena kalah saing, AS pun memilih jalan pintas dengan cara memberikan sanksi kepada perusahaan-perusahaan asal China yang berupa larangan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan asal AS. Huawei adalah salah satu perusahaan China yang mendapatkan sanksi tersebut.

Baca juga: Ingin Saingi China, Apple Diminta Kembangkan 5G di AS

Drone China Juga Bakal Kena Sanksi AS

Dilansir dari BBC, kabarnya pemerintah AS juga akan segera memberikan hukuman kepada drone China. Para pejabat Amerika Serikat mendorong agar AS tak lagi menggunakan drone keluaran China untuk sipil karena dikhawatirkan akan memata-matai warga AS.

David Bernhardt selaku Kepala Agen Federal merasa khawatir dengan keberadaan drone buatan China karena bisa digunakan untuk aksi spionase. Terkait kekhawatirannya tersebut, Bernhardt menyampaikan bahwa dirinya akan melakukan kajian ulang terkait program drone sipil.

“Sampai peninjauan ini selesai, sekretaris David Bernhardt telah memerintahkan agar drone yang diproduksi di China atau yang terbuat dari komponen China dilarang untuk terbang,” ucap Melissa Brown selaku Juru Bicara Agen Federal.

Meskipun melarang sipil menggunakan drone buatan China, Melissa menyampaikan jika drone yang digunakan untuk memadamkan kebakaran dan juga menyelamatkan orang (evakuasi) akan tetap diizinkan untuk terbang.

Baca juga: Balas AS, Xi Jinping Larang China Gunakan Microsoft Cs

DJI Banyak Digunakan di AS

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Skylogic, mayoritas drone yang digunakan di Amerika Serikat adalah drone buatan Da Jiang Innovations Science and Technology Company atau yang lebih dikenal dengan nama DJI.

Pasar drone DJI sendiri memang cukup besar. Skylogic sendiri mengatakan jika perusahaan tersebut merupakan penguasa drone dunia saat ini. Melihat fakta yang demikian itu, maka sangat wajar sekali apabila DJI akan menjadi sasaran selanjutnya oleh pemerintah AS.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, AS memang kerap menuding perusahaan China melakukan aksi spionase. Padahal, tudingan AS terkait aksi spionase masih belum bisa dibuktikan sampai saat ini. Bahkan beberapa analis AS meragukan klaim pemerintah AS terkait aksi spionase, khususnya spionase yang dilakukan melalui drone.

Menurut beberapa analis, untuk mencuri banyak informasi melalui drone amat sangat sulit atau kecil sekali kemungkinannya. Meskipun sebagian analis ada yang meragukan klaim pemerintah AS, namun mayoritas analis di AS memang menginginkan AS untuk tidak menggunakan produk-produk buatan China.

Baca juga: Takut Kalah Saing, Alasan AS Blokir Perusahaan China Makin Ngawur

Di lain sisi, analis China mengatakan jika sanksi yang dikeluarkan oleh AS untuk perusahaan-perusahaan asal China adalah sebagai bentuk proteksionisme. Menurut mereka, bukan masalah keamanan yang menjadi penyebab utamanya sebagaimana yang sering digaung-gaungkan oleh pemerintah AS, melainkan masalah perebutan pasar. Intinya, AS merasa terancam oleh China karena mereka tidak ingin tersaingi.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close