Internet

Huawei Tawarkan Pengembang 90 Persen Pendapatan dari AppGallery

Huawei pernah ikut bergabung ke dalam Global Developer Service Alliance (GDSA) yang merupakan sebuah aliansi yang terdiri dari beberapa pabrikan ponsel terkemuka dari China seperti Xiaomi, Oppo, dan juga Vivo.

Namun, Huawei memilih untuk keluar dari GDSA. Belum diketahui secara pasti alasan Huawei keluar dari GDSA. Namun jika melihat apa yang dilakukan mereka selama ini, besar kemungkinan perusahaan pimpinan Ren Zhengfei itu ingin fokus pada ekosistemnya sendiri mengingat mereka sudah memiliki AppGallery.

Baca juga: Sudah Resmi, Huawei Pilih Tinggalkan GDSA 2020

Strategi Huawei Kembangkan AppGallery

Semenjak mendapatkan sanksi dari pemerintah Amerika Serikat yang membuat mereka tidak bisa berbisnis lagi dengan Google, Huawei memilih untuk mandiri dengan membuat Huawei Mobile Services (HMS) untuk mulai menggantikan Google Mobile Services (GMS).

Dalam langkah menuju kemandirian ini, langkah yang ditempuh Huawei juga cukup banyak di mana mereka mencoba membujuk aplikasi media sosial ternama seperti Facebook, Instagram, dan Twitter untuk hadir di toko aplikasinya. Dan kabarnya, Facebook, Instagram, dan Twitter akan segera hadir.

Sebelum membujuk Facebook, Instagram, dan Twitter untuk hadir di toko aplikasinya, Huawei juga sudah membujuk para pengembang agar mau berkontribusi di toko aplikasi mereka dengan mengiming-imingi uang sebesar 26 juta dolar AS atau sekitar Rp364 miliar untuk para pengembang yang mau menaruh aplikasinya di AppGallery.

Baca juga: FB, IG, dan Twitter Akan Segera Hadir di Huawei AppGallery

Huawei Tawarkan Pengembang Pendapatan Besar

Usai mengiming-imingi pengembang dengan jutaan dolar Amerika, perusahaan yang juga bergerak di sektor 5G itu kembali memberikan iming-iming yang cukup menggiurkan. Kali ini, tawaran yang diberikan Huawei kepada para pengembang adalah kesempatan untuk meraih pendapatan sebesar 90 persen.

Dilansir dari Gizmochina, (6/3/2020), Huawei menyebut apa yang mereka tawarkan kepada para pengembang ini sebagai “Revenue Share Percentage.” Tawaran yang diajukan pihak Huawei ini memiliki batas waktu, yakni sampai 30 Juni 2020 saja.

Ketika nanti program berjalan, para pengembang yang masuk ke dalam “Revenue Share Percentage” akan mendapatkan penghasilan sebesar 90 persen pada hari pertama di bulan berikutnya setelah perjanjian itu disetujui. Dengan membuat tawaran yanng seperti itu, maka perusahaan hanya akan mendapatkan 10 persen saja.

Baca juga: Ingin Mandiri, Huawei Tawari Pengembang Rp364 Miliar

Artinya, apa yang dilakukan pihak Huawei ini merupakan strategi yang anti-mainstream di mana dengan strategi pemberian insentif 90 persen kepada para pengembang membuat mereka berbeda dengan Google di mana Google memberlakukan pembagian hasil sebesar 30:70 saja.

Pembagian 30:70 persen Google sendiri sama seperti yang dilakukan oleh Apple. Perusahaan pimpinan Tim Cook itu juga menarik pembagian hasil di toko aplikasinya sebesar 30:70. Melihat apa yang ditawarkan pihak Huawei ini, besar kemungkinan akan ada banyak pengembang yang tertark untuk menaruh aplikasinya di AppGallery karena sangat menggiurkan.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close