Internet

Ikuti Malaysia, Brasil Buka Peluang Kerja Sama dengan Huawei

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pemerintah AS telah melobi beberapa negara, terutama negara sekutunya untuk menentang penggunaan infrastruktur 5G Huawei. Dari lobi yang dilakukan oleh AS, beberapa negara ada yang menurut dan beberapa ada yang berontak.

Beberapa negara yang berontak adalah Malaysia dan juga Brasil. Malaysia dalam sebuah pernyataannya yang diwakili oleh Mahathir Mohamad selaku Perdana Menteri secara terang-terangan menolak ajakan AS untuk memblokir Huawei.

Dalam salah satu pernyataannya di Bloomberg, Mahathir Mohamad pernah mengatakan jika negara Asia Tenggara akan menggunakan peralatan Huawei sebanyak mungkin karena mereka menawarkan kemajuan yang luar biasa atas teknologi AS.

Selain itu, Mahathir juga mengatakan jika Malaysia tidak takut terhadap ancaman spionase pemerintah China melalui Huawei seperti yang sering digembar-gemborkan oleh AS. Menurutnya, Malaysia hanya negara kecil yang tidak akan memberikan efek apa pun kepada bisnis Huawei karena Huawei jauh lebih maju.

Baca juga: AS Larang Negara Lain Gunakan 5G Huawei, Malaysia Justru Pakai

Brasil Juga Akan Kerja Sama dengan Huawei

Selain Malaysia masih ada negara lain yang secara terang-terangan menolak ajakan pemerintah AS untuk memblokir Huawei. Negara lain yang dimaksud adalah Brasil. Negara penghasil pemain bola top dunia itu tidak mau urusan negaranya dicampuri oleh AS.

Dilansir dari Bloomberg, Brasil telah mengindikasikan bahwa mereka tidak akan mentolerir tekanan apa pun dari AS mengenai apakah mereka mengizinkan Huawei untuk berpartisipasi dalam proses penawaran untuk jaringan 5G-nya.

Pernyataan Brasil itu disampaikan oleh Marcos Pontes selaku Menteri Sains, Teknologi, Inovasi, dan Komunikasi Brasil dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Pontes bertanggung jawab untuk menetapkan kriteria untuk pembangunan generasi terbaru dari internet ultra-cepat.

Pontes menambahkan bahwa dia tidak akan melarang perusahaan mana pun untuk mengajukan penawarannya karena semua akan diputuskan berdasarkan prestasi dari perusahaan yang akan menggarap jaringan 5G di Brasil.

Baca juga: Sudah Diluncurkan, Seberapa Cepat Jaringan 5G di China?

5G Brasil Banyak Mengalami Penundaan

Rencananya, 5G Brasil akan dilelang pada Maret 2020. Namun, jadwal tersebut kembali mengalami penundaan hingga paruh kedua tahun 2020. Bahkan, lelang 5G dapat ditunda hingga 2021. Menurut Pontes, itu semua dikarenakan masalah teknis.

Brasil sendiri adalah salah satu negara sekutu AS yang paling dekat. Bahkan saking dekatnya Brasil dengan AS, Negeri Samba banyak mendapatkan keuntungan di bidang sains dan teknologi. Meski dekat, Pontes tetap tidak ingin AS ikut campur dalam urusan negaranya.

Baca juga: India Ingin Hadirkan 5G, Tapi Masih Bingung Tentukan Pilihan

Menteri yang merupakan astronot pertama dan satu-satunya dari Brasil itu kemudian membuat pernyataan yang cukup indah, yaitu “Pasangan yang baik selalu memahami kebutuhan pasangannya,” kata Pontes dalam sebuah wawancara di kantornya di Brasilia seperti yang dikutip dari Bloomberg.

Apa yang dilakukan Brasil ini memang cukup berani. Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang terjadi oleh India di mana ketika India mendapatkan lobi dari AS, mereka langsung bimbang. Bahkan, hingga saat ini pun India belum memutuskan apakah Huawei bisa ikut dalam lelang 5G di negaranya atau tidak.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close