InternetMakalah dan proposal

Indonesia Yang Lebih Baik, Perlu Kedewasaan Menyikapi Masalah

Indonesia, adalah negeri seribu pulau, negeri yang kaya akan budaya, dan juga banyak suku dan ras yang berbeda. Tapi itu semua yang membuat Indonesia penuh warna. Indonesia memiliki kekayaan alam yang luas, sehingga banyak negara-negara luar yang ingin memiliki Indonesia. Namun itu tidak akan pernah terjadi, selagi Indonesia tetap bersatu dan tidak terpecah hanya karena propaganda yang tidak jelas.

Berbicara mengenai perpecahan, nampaknya akhir-akhir ini Indonesia sedang panas-panasnya mengenai urusan politik. Entah itu apa masalahnya, saya tidak akan membahasnya di sini. Karena itu di luar kuasa saya. Takutnya, jika salah nulis, saya yang akan jadi sasarannya.

Saya hanya ingin menuliskan kegelisahan hati saya mengenai negeri ini. Sepertinya, Indonesia sedang di uji tingkat kedewasaan nya. Pasalnya, sering kali terjadi konflik yang tak lain di sebabkan perbedaan ras, budaya, dan keyakinan. Padahal jelas-jelas masing-masing agama memiliki pembelajaran mengenai toleransi umat beragama. Dan itupun sudah di ajari sejak kelas satu SD.

Namun sepertinya, itu semua tidaklah cukup. Semua pelajaran tentang toleransi umat beragama itu tidak cukup hanya dengan saling berkomunikasi dengan baik, tapi juga perlu berhubungan lebih dekat dan lebih dari 24 jam, supaya kita lebih mengerti apa arti perbedaan sebenarnya, dan apakah itu sama dengan orang yang sama dengan kita, ataukah berbeda?

Berpikir positif

Indonesia perlu berpikir positif mengenai apa yang terjadi di negeri ini? Jika kita sebagai warga Indonesia ikut terpancing mengenai isu yang ada dan tanpa mencari tahu lebih dulu asal muasal konflik tersebut, maka kita tidak patut tersulut emosi. Karena tidak ada yang bisa kita jadikan dasar alasan kita ikut mengecam.

Patutnya, kita berpikir positif mengenai apa yang terjadi di negeri ini? Jikalau konflik itu hanya untuk kepentingan politik, saya rasa sebaiknya kita diam saja. Karena orang yang terjun di dunia politik, sudah pasti banyak hal yang akan di lakukan untuk saling menjatuhkan lawannya.

Kita sebagai orang awam, orang yang di bawah pemerintahan atau kasarnya rakyat, kita tidak perlu ikut-ikutan emosi. Bukankah kita tidak kenal mereka? Lagi pula, apa untungnya buat kita? Toh kita tetap mencari nafkah sendiri tanpa bantuan mereka.

Bukan saya menghasut untuk tidak peduli dan jadi golongan putih. Tentu saja kita memiliki pilihan, pendapat, dan kesimpulan masing-masing. Tapi akan lebih rasional lagi jika kita tidak terlalu fanatik terhadap apa yang kita pilih. Karena fanatik itu, sungguh bisa membuat suatu negara hancur. Dan jika kita ingin Indonesia tetap bersatu, hindari sifat fanatisme kepada suatu partai politik.

Loading...

Kita berhak menentukan suara kita untuk Indonesia yang lebih baik, dan kita pun berhak memilih calon presiden ataupun calon gubernur yang kita harapkan membangun Indonesia lebih baik. Tapi sayangnya, banyak sekali calon yang hampir tidak kita kenal. Sehingga itu menyulitkan kita untuk memilih siapa. Oleh karenanya, bersikaplah sewajarnya agar tidak terlalu kecewa jika tidak sesuai dengan harapan kita.

Hal yang terjadi beberapa waktu kemarin, adalah pukulan telak bagi rakyat Indonesia. Tentang bagaimana menyikapi sebuah masalah, dan tentang bagaimana kita menyelesaikan suatu masalah. Memang, ketika orang yang berbeda keyakinan menyinggung salah satu hal yang paling sensitif terhadap keyakinan kita, tentu itu sudah di anggap pelanggaran.

Jaga kebhinekaan

Tapi kita sudah dewasa. Bukankah kita ini berada di negara demokrasi, dan semua masalah harus di selesaikan dengan cara bermusyawarah? Itu pelajaran yang saya dapat selama sekolah. Tapi sayangnya, itu berbeda dengan kenyataan.

Indonesia mempunyai slogan khas. Yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”. Itulah Indonesia. Sayangnya, akhir-akhir ini sudah jarang terlihat lagi. Indonesia seperti sebuah sekolahan, dan di dalamnya banyak sekali murid yang terbentuk dalam beberapa geng. Sehingga jika ada konflik, saling beradu argumen yang pedas, tanpa menyelesaikan masalah. Yang ada hanya memperburuk masalah.

Saya mungkin hanya rakyat jelata yang tidak begitu mengerti tentang politik. Bahkan saya tidak begitu peduli dengan apa yang terjadi. Saya hanya melihat, seorang politikus selalu menunggu kesalahan lawan politiknya, dan ketika dia menemukan kesalahan tersebut, dia akan langsung bertindak menjatuhkan lawannya dengan membuat sebuah pernyataan yang sangat berlebihan.

Wallahu ‘alam. Itu bukanlah sifat yang patut di tiru oleh orang dewasa. Karena anak kecil selaku melakukan hal tersebut ketika merasa iri dengan temannya.

Indonesia ini merupakan negara yang bisa dibilang aman dari perang besar-besaran. Akan tetapi tidak bisa terhindar dari perang politik. Terlebih Indonesia tercatat sebagai konsumen terbesar pengguna internet termasuk layanan media sosial.

Dengan begitu, rakyat Indonesia jadi mudah terhasut oleh hal-hal negatif yang sumbernya tidak begitu jelas. Dan sayangnya, kita pun percaya saja sehingga timbul keributan.

Dan yang paling membuat saya heran, kenapa sekarang para reporter berita selaku mencari informasi dari titik negatifnya saja. Sehingga terlihat menyudutkan sebelah pihak. Dan itupun tidak lain kemungkinan besar hanya untuk sebuah bayaran yang tidak seberapa. Sehingga bersedia mencari berita dari sisi negatif dan bahkan ada saja yang mengada-ada.

Jangan mudah terhasut berita internet

Semenjak internet bisa menghasilkan uang hanya dengan menulis artikel, banyak sekali berita-berita yang judulnya membuat gempar, namun isinya biasa saja. Dan tidak lain adalah dengan menggunakan nama-nama bintang terkenal dan padahal yang di beritakan adalah orang biasa yang kebetulan namanya hampir sama.

Itu semua tak lain hanya ingin tulisannya di baca orang banyak dan iklan di blognya memiliki tayangan yang banyak juga. Agar bisa menghasilkan uang. Dan anehnya, kita meski sudah tahu tentang berita yang seperti itu, tetap saja melihat. Padahal sudah tahu akhirnya akan kecewa.

Dari kejadian tersebut, kita bisa tahu dan bisa memberi kesimpulan. Bahwasanya orang Indonesia itu mudah terhasut oleh berita-berita HOAX yang judulnya bikin heboh. Dengan begitu, orang lain akan dengan mudah memecah persatuan kita, persatuan Indonesia. Dan sekarang, tanpa kita sadari kita mulai di kuasai oleh orang-orang yang mempunyai niat untuk mendapatkan kekuasaan.

Kita sebagai orang Indonesia, sudah sepatutnya memberikan yang terbaik untuk bangsa kita. Dengan menciptakan sebuah karya contohnya. Bukan malah saling menghujat satu sama lain demi kepentingan politik orang lain, yang pada hakekatnya kita tidak pernah tahu siapa dan apa tujuan mereka mendirikan partai politik?

Kita hanya rakyat biasa. Jadi bersikaplah biasa saja, dan jangan terlalu fanatik. Pilihlah pilihan Anda, yang menurut Anda benar. Dan jangan menghujat pilihan orang lain. Jadilah Indonesia yang lebih dewasa lagi, dan semoga bermanfaat…



Loading...

Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button