Internet

Inggris Tak Akan Gunakan Peralatan Huawei di Jaringan 5G-nya

Februari lalu, Inggris telah menyatakan minatnya untuk mengajak Huwei bekerja sama dalam pembangunan infrastrukfur 5G. Keikutsertaan Inggris ini membuat mereka menyusul negara lain seperti Malaysia dan juga Brasil yang sudah lebih dulu memutuskan untuk bekerja sama dengan Huawei.

Namun di Inggris, Huawei hanya akan menggarap infrastruktur non-sensitif. Huawei hanya akan dillibatkan pada 35 persen proyek pengembangan berisiko tinggi saja, dan akan dikecualikan untuk proyek pemrosesan data dan pembangunan infrastruktur untuk lokasi penting seperti situs nuklir dan pangkalan militer.

Baca juga: Inggris Gunakan 5G Huawei, AS Minta Pengkajian Ulang

Inggris Tak Akan Gunakan Peralatan Huawei

Anggota konservatif pemerintah Inggris telah mendorong Perdana Menteri Boris Johnson untuk menyusun rencana agar peralatan telekomunikasi Huawei yang tersemat di teknologi 5G Inggris dihapus pada tahun 2023 mendatang sebagaimana yang dilaporkan oleh TechCrunch.

Keputusan Boris Johnson yang melibatkan Huawei di 35 persen proyek pemerintah membuat anggota konservatif pemerintah khawatir, karena Huawei berpotensi membuat Inggris mendapatkan ancaman keamanan dunia maya dan melemahkan keamanan nasional.

Inggris adalah salah satu negara sekutu AS. Seperti yang sudah diketahui, sebelum memutuskan memasukkan nama Huawei dalam kerja sama infrastrukfur 5G, AS telah memperingatkan Inggris bahwasanya teknologi 5G buatan raksasa teknologi asal China tersebut tidaklah aman untuk negara mereka.

“Ada kesempatan bagi Inggris untuk melihat kembali saat bergerak maju. Kami akan memastikan informasi Amerika melewati jaringan yang kami yakini terpercaya. Pandangan kami terhadap Huawei: memasukkannya ke dalam sistem Anda menciptakan risiko nyata,” ujar Mike Pompeo selaku Menlu AS pada Jum’at (07/02/20).

Pemerintah AS memang gencar dalam memberikan seruan kepada negara lain bahwasanya teknologi 5G Huawei sangat tidak aman untuk digunakan. Bahkan, Presiden Donald Trump telah memperpanjang sanksi Huawei hingga bulan Mei 2021 sebagai bukti kepada sekutunya bahwa Huawei memang mereka anggap berbahaya dan teknologinya membahayakan negara lain apabila mereka bekerja sama meskipun klaim AS itu juga terus dibantah oleh Huawei.

Selain AS, Australia juga menjadi negara yang secara keras menolak penggunaan teknologi 5G Huawei. Jika Boris Johnson menyetujui permintaan partai konservatif Inggris, maka negaranya akan menjadi negara yang termasuk melarang penggunaan teknologi 5G Huawei sebagaimana AS dan juga Australia.

Baca juga: Donald Trump Perpanjang Sanksi Huawei Hingga Mei 2021

Apabila Inggris benar-benar menghapus peralatan 5G Huawei, maka mereka harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Hal yang demikian itu juga dibenarkan oleh Vodafone di mana mereka mengatakan “menghapus peralatan Huawei dari jaringannya akan sangat mahal.”


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close