Internet

Instagram Larang Konten Bunuh Diri Karena Molly Russell?

Minggu (27/10/19) kemarin, Instagram melalui laman resminya telah melarang konten yang mengandung unsur self-harm (menyakiti diri sendiri) dan bunuh diri di platformnya. Larangan Instagram itu juga berlaku untuk konten kartun dan meme.

“Kami tidak akan lagi mengizinkan penggambaran fiktif tentang melukai diri sendiri atau bunuh diri di Instagram, seperti gambar atau meme atau konten dari film atau komik yang menggunakan gambar grafis,” ungkap Adam Mosseri selaku kepala Instagram di posting blog resmi perusahaan.

“Kami juga akan menghapus citra lain yang mungkin tidak menunjukkan melukai diri sendiri atau bunuh diri, tetapi menyertakan bahan atau metode yang terkait,” tambah Adam Mosseri.

Baca juga: Lindungi Remaja, Instagram Akan Blokir Iklan Diet dan Kosmetik

Larangan Konten Bunuh Diri Karena Molly Russell?

Usut punya usut, ternyata larangan konten bunuh diri yang diterapkan oleh pihak Instagram ini bermula dari kejadian yang dialami Molly Russell. Molly Russell adalah remaja 14 tahun asal Inggris yang mengakhiri hidupnya pada tahun 2017 karena melihat materi grafis tentang bunuh diri di Instagram.

Dalam kasus Molly Russell ini, Instagram dihujat habis-habisan oleh ayah Molly karena media sosial yang bernaung di bawah Facebook itu dianggap memiliki andil atas kematian sang anak karena menjelang kematiannya, ayah Molly mendapati sejumlah konten self-harm dan bunuh diri di akun Instagram milik Molly.

Gerak Cepat Instagram

Usai mendapatkan hujatan, pihak Instagram akhirnya mengeluarkan larangan konten yang mengandung unsur self-harm (menyakiti diri sendiri) dan bunuh diri. Sebagai salah satu media sosial yang paling banyak digunakan, Instagram tidak ingin platformnya mendapatkan reputasi buruk.

Adam Mosseri sendiri mengungkapkan bahwasanya media sosial yang ia pimpin itu sudah memerangi konten yang mengandung unsur self-harm (menyakiti diri sendiri) dan bunuh diri sejak Februari 2019.

Baca juga: Stiker “Create Don’t Hate” Resmi Hadir di Instagram Stories

Menurut Mosseri, Instagram telah menambahkan keterangan konten sensitif di lebih dari 834.000 konten, dan menemukan lebih dari 77 persen dari konten tersebut sebelum pengguna melaporkannya kepada mereka.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close