Ulasan Bisnis

Investasi Ternak Online, Solusi Peternak di Era Digital

Investasi Ternak Online – Perkembangan teknologi yang kian canggih saat ini memungkinkan kita untuk menjalankan apa saja serba online dan digital. Dari mulai berbelanja, membayar tagihan, mengorder makanan atau minuman, mengajukan pinjaman, dan investasi.

Saat ini muncul berbagai macam investasi online mulai investasi reksadana, saham, emas dan kini sudah merambah di sektor peternakan dengan adanya platform-platform digital yang dapat anda manfaatkan secara online untuk mulai investasi ternak online. Ya, sekarang anda dapat memelihara hewan ternak secara online.

Kalau biasanya kita wajib mempunyai fisik peternakan dan kandang sendiri untuk memelihara hewan ternak, pada investasi ternak online ini kita tidak perlu untuk menyiapkan kandangnya.

Sebab pada investasi ternak online ini kandang telah disediakan dari masing-masing penyedia layanan ternak online. Dengan adanya investasi dibidang ini setidaknya bisa mendorong para peternak dalam memaksimalkan usaha.

StartUp-StarUp peternakan ini lebih berfokus pada pengembangan (Investasi) ternak.

Karena di Indonesia sendiri perkembangan dunia online dan digital sedang pesat, maka bisnis startup peternakan ini kian banyak bermunculan.

Berikut beberapa daftar starup bidang peternakan yang menawarkan investasi ternak secara online.

investasi ternak online

8 Rekomendasi Tempat Investasi Ternak Secara Online

1. Kandang.in

Kandang.in adalah sebuah platform investasi peternakan yang disupport dengan teknologi menjadi suatu hal yang baru bagi para peternak kecil yang berkeinginan mempunyai investasi pada sektor peternakan.

Kandang.in sendiri sudah mengelola investasi sebesar kurang lebih Rp5 miliar dan mensuport kurang lebih 100 peternak di berbagai wilayah di Indonesia. Kandang.in mempunyai dan melakukan kerja sama dengan para mitra peternak untuk menjamin kesuksesan investasi.

Kandang.in didirikan oleh beberapa pemuda asal Bandung yakni Gilang Kurniadi, Ginanjar dan Fransiskus.
Menurut pendirinya, pengembangan platform Kandang.in ini berawal dari hasil pengamatan sederhana di lapangan.

Saat itu, menurut Gilang, dia sedang melaksanakan tur antar-provinsi dan memperhatikan ternyata banyak peternakan yang kosong di desa-desa yang dia lalui. Rasa penasaran itulah yang kemudian berinisiatif untuk bertanya ke warga sekitar.

Sekarang, Kandang.in mempunyai jumlah kelompok peternak yang ada dalam platformnya sekitar 25 kategori peternak dengan jumlah peternak sekitar 100 mitra peternak.

Seperti yang dikatakan Chief Executive Officer (CEO) dari Kandang.in, Gilang Kurniaji, bahwa pihaknya sudah ikut mendanai peternak-peternak di beragam sektor peternakan seperti penggemukan sapi, domba qurban, ayam kampung super, ayam petelur, budidaya ikan gurami dan ikan koi, serta ayam boiler.

Untuk bergabung di investasi ternak online ini anda dapat join lewat situs Kandang.in atau lewat aplikasi yang tersedia, kemudian akan ditampilkan proyek-proyek pendanaan. Sebagai calon pemodal, anda bisa memilih proyek yang akan didanai lewat situs atau aplikasi, lalu akan tampil profil peternak.

Untuk dana minimal investasi, cukup siapkan dana mulai dari Rp500 ribu. Sesudah selesai registrasi pemesanan dan selesaikan pembayaran, maka anda dapat melihat jangka waktu laporan yang dapat diakses laporan keuangan dan bagi hasilnya.

Telah banyak mitra peternak yang bergabung via aplikasi Kandang.in yang tersebar di kota-kota besar, seperti Jawa Barat, Lombok, Madura, Blitar, Tulung Agung, Jawa Timur dan Yogyakarta.

2. Bantuternak

Aplikasi ini tercipta lewat kancah Innovative Academy. Program ini adalah inkubasi tingkat kampus yang dikelola oleh Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM dengan Kibar.

Penciptanya yaitu sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka yakni Ray Rezky Ananda (Fakultas Peternakan), Hanifah Nisrina (Fakultas Kedokteran Hewan) serta Ayub dan Fata (Fakultas Teknik).

Aplikasi ini dibuat sebagai bentuk keprihatinan terhadap situasi peternak di Indonesia. Menurut pengamatan yang dilakukan oleh penciptanya, jumlah peternak sapi potong yang ada kian turun dari waktu ke waktu.

Sekarang ini Bantuternak masih berkonsentrasi pada peternak di Dusun Plemandu, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Bantul. Pemilihan tempat itu, kata Ray Rezky Ananda, berpatokan pada potensi mutu dan kwalitas sapi potong dan ketersediaan sumber alam yang memadai.

3. Angon.in

Angon.id merupakan sebuah platform beternak online yang mempermudah pengguna untuk berinvestasi di peternakan lewat aplikasi mobile. Angon.id adalah platform digital binaan dari Indigo.id yang didirikan pada Oktober 2016.

Angon.id menjadi jembatan antara para pemodal dengan peternak rakyat dan pusat peternakan rakyat (SPR). Penggagas yaitu Agif Arianto Aplikasi bernama Angon bisa diakses dan dikontrol lewat ponsel android. Pemodal bisa meraup return of investment (RoI) sekitar 5-10 persen dalam waktu tiga bulan.

Ada tiga macam investasi yang ditawarkannya, yaitu Pemberi modal kandang, Peternak Rakyat, dan Anggota.

Apabila mendaftar Pemberi modal, berarti kita kerja sama dengan peternak rakyat untuk membangun usaha ternak domba atau kambing dengan menyediakan modal berupa kandang dan lahan sementara pemeliharaan ternak dijalankan peternak rakyat.

Berikutnya, anda akan mendapatkan laporan mengenai keadaan hewan ternak secara rutin tiap dua pekan. Mulai dari kondisi kesehatan, berat badan, hingga besarnya profit dengan Rol ditawarkan cukup menarik yakni 5-10 persen per tiga bulan.

Angon.id sudah mempunyai 11 ribu binatang ternak yang diternakkan pada Sentra Peternakan Rakyat (SPR) swakelola mitra Angon serta enam SPR milik sendiri tersebar di beberapa tempat. Seperti SPR Mukmin Mandiri Ambarawa Kabupaten Semarang, SPR Istana Domba Ciampea Bogor, SPR Sukoharjo, sampai SPR Raberas di Sumbawa NTB.

3. DesaTernak

Desaternak.com adalah suatu salah satu platform investasi yang bergerak pada bidang peternakan dengan skala mikro (microfinance).

Startup ini digagas oleh tiga lulusan ITB, yakni Indarta Kuncoro Aji, Andre Muslim Duhari, dan Richard Tymotheus Purba. Dengan slogan ‘Investasi untuk Berbagi’ Desa Ternak mengajak masyarakat urban yang mempunyai dana untuk investasi pada ternak di desa.

Sehingga, investasi bisa ikut serta memberdayakan ekonomi masyarakat desa, terutama sektor peternakan. Jadi, investasi ini kecuali memberikan profit pada pemodal, juga pembangunan desa menjadi target prioritas.

Hewan ternak yang dipilih untuk diinvestasikan yaitu kambing, sebab kambing mempunyai resiko yang relatif kecil daripada binatang ternak lainnya. Kecuali itu, kambing juga dipertimbangkan sebagai ternak yang relatif mudah untuk dikelola.

Desa Ternak juga menawarkan investasi yang menguntungkan yakni 70 persen selama satu perode investasi, dengan jangka waktu investasi selama kurang lebih dua tahun.

Satu paket investasi pada Desa Ternak senilai Rp1 juta. Jadi, untuk satu unit investasi, investor akan menerima sebesar Rp1,7 juta saat investasi berakhir dalam satu periode.

4. Ternaknesia

Ternaknesia merupakan platform online solusi peternakan dari hulu ke hilir. produk yang ditawarkan yakni ternak invest, smartqurban, aqiqah, dan ternakmart. Ternaknesia memulai bisnisnya tiga tahun silam dengan menjual binatang kurban secara online ataupun offline.

Seiring berjalannya waktu jaringan peternak yang kian besar menggugah Ternaknesia untuk mendorong masyarakat di lebih banyak hal.

Pada permulaan tahun 2017 Ternaknesia mulai membangun aplikasi dan situs yang berisi fitur crowd investment untuk mensuport pemasaran lewat fitur ternakQurban.

Sejauh ini jaringan Ternaknesia telah menjangkau kota-kota di Jawa Timur, seperti Kediri, Madiun, Bojonegoro, Wonogiri, Pacitan, dan Madura. Kecuali itu jaringan peternak Ternaknesia sekarang hingga di Banten.

5. Vestifarm

Vestifarm adalah platform online investasi peternakan dengan konsep patungan. Startup ini didirikan pada Novembar 2016 oleh Dharma Anjarrahman, Rifki Hidayat, Andina Avika Hasdi, Nugroho Budi Wicaksono, dan Nanda Septiana.

Lewat Vestifarm ini, Dharma dan sahabat-sahabatnya menawarkan sistem bisnis satu ekor sapi dapat dimiliki oleh beberapa pemodal dan dibagi menjadi beberapa slot investasi. Konsepnya mirip dengan model patungan hewan sapi untuk qurban yang biasanya sering dilakukan oleh masyarakat.

Sementara itu, pihak Vestifarm mendapatkan profit dengan sistem bagi hasil. Pemodal ataupun pihak Vestifarm masing-masing menerima profit sebesar 50 persen. Kecuali itu, mereka juga mengenakan tarif layanan tiap slot investasi yang termasuk di dalam nominal yang tersedia.

StartUp ini telah mendapat penghargaan yakni dinobatkan sebagai The Evangelist of NextDev Telkomsel
The best of the best, menjadi yang terbaik diantara finalis terbaik NextDev 2015 dan finalis terbaik NextDev 2016.

6. Vet Ways

Platform ini didirikan pada 2015, Vetways merupakan perusahaan yang bergerak di bidang edukasi dalam dunia perunggasan dan ternak ruminansia.

Pendiri platform ini ialah Wahyu Herfy Agung sebagai CEO, Adhitya Candra Kusuma (COO), M Arif Jaka Samudra (Art Director), serta Bagus Fibrianto (CTO).

Dalam menyebarkan edukasinya terhadap masyarakat, Vetways mempunyai dua metode, yakni secara daring atau langsung. Secara online, para peternak dapat mengakses web Vetways untuk menerima beragam jawaban dari masalah atau persoalan secara cepat dan tepat sasaran.

Kecuali itu, perusahaan ini juga sering kali melaksanakan seminar, workshop, diklat dan program konsultasi di bidang Peternakan.

Vetways juga mempunyai misi-misi, seperti membangun kompetensi lewat pengembangan sumber daya, mendorong terwujudnya prinsip low cost farming terhadap peternak, serta menjadi jembatan yang mengaitkan peternak dengan beragam mitra yang kompeten.

7. TernaKu

Pemuda asal Yogyakarta, Wellianto Wijaya mencoba mengambil lahan yang sepertinya belum banyak digarap startup Indonesia, yakni manajemen peternakan. Wellianto membuat platform TernaKu.

TernaKu bukan startup investasi seperti halnya Kandang.in, Angon, dan DesaTernak. TernaKu adalah sebuah layanan digital untuk peternak dimana mereka yang berkiprah atau mengelola peternakan.

Sistem manajemen khusus untuk usaha peternakan sehingga anda dapat memonitor data seperti, pertumbuhan hewan ternak dan jumlah konsumsi pakan hewan ternak. Layanan dari TernaKu meliputi livestock management system, dapat mengamati keadaan peternakan secara real-time sehingga hewan ternak dapat terjaga.

8. IjadFarm

Adalah platform online investasi ternak yang sudah berdiri semenjak lima tahun lalu. Dengan konsep investasi mudharabah (bagi hasil), Ijad Farm bukan cuma menawarkan berinvestasi pada ternak sapi, namun juga domba dan kambing.

Sejauh ini, Ijad Farm telah menggaet 88 pemodal, menjalin kerja sama dengan 156 peternak di Indonesia, dengan mengelola 2440 hektar. Ijad Farm juga sudah mendonasikan 398 ribu ton pupuk kandang ke petani, dan 36 ribu M3 biogas sudah disalurkan untuk mengaliri listrik pada 63 rumah warga secara cuma-cuma alias free.

Demikian beberapa tempat untuk investasi ternak online yang bisa menjadi rekomendasi yang berminat untuk terjun ke dunia peternakan ala kaum millenial.


Loading...
Baca selengkapnya

Seorang yang hanya ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan orang lain

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close