Internet

Jabatannya Diusik, Jack Dorsey Tunda Perjalanan ke Afrika

Saat ini, posisi CEO Twitter yang dipegang oleh Jack Dorsey hendak dilengserkan. Pria 43 tahun tersebut ingin dilengserkan oleh investor usai pertumbuhan pendapatan perusahaan stagnan atau diam di tempat semenjak dipegang kembali oleh Jack Dorsey pada tahun 2015.

Berkat raihan yang kurang positif itu, Paul Singer selaku pemilik Elliott Management yang saat ini telah memiliki empat persen saham dari Twitter ingin melengserkannya. Bahkan, Paul Singer telah mengadakan pertemuan dengan para petinggi Twitter.

Baca juga: Facebook Buat Jack Dorsey Terancam Lengser dari Kursi CEO

Dorsey Batalkan Perjalanan ke Afrika

Dilansir dari The Verge, (6/3/2020), Jack Dorsey yang mengetahui posisinya tidak aman sebagai CEO Twitter mulai mengevaluasi rencananya untuk pergi ke Afrika. Sebelumnya, ia mengaku ingin tinggal di Afrika selama tiga hingga enam bulan di pertengahan tahun 2020.

Rencana evaluasi dari Jack Dorsey disampaikan langsung dalam sebuah acara konferensi Morgan Stanley pada hari Kamis kemarin. Dalam acara tersebut, Dorsey mengungkapkan jika ia mungkin tidak akan bepergian ke benua Afrika mengingat saat ini penyebaran virus Corona sedang berlangsung.

Selain alasan virus Corona yang masih menyebar dan menjadi ancaman, Dorsey juga mengatakan alasan lain. Alasan lain yang dimaksud Dorsey adalah posisinya yang saat ini rawan untuk digusur. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, saat ini Elliott Management telah mengajukan empat eksekutif Twitter untuk menggantikan posisi Dorsey sebagai CEO.

Masih melansir dari The Verge, kabar pelengseran Jack Dorsey ini tidak disetujui oleh karyawannya sendiri. Mayoritas karyawan Twitter masih mendukung Dorsey untuk tetap menjabat sebagai CEO. Selain pihak internal yang masih mendukung, pihak luar pun juga memberikan dukungannya kepada Dorsey.

Baca juga: Peluang Jack Dorsey Lengser dari Kursi CEO Semakin Besar

Adalah Elon Musk yang memberikan dukungan kepada Jack Dorsey untuk tetap menjabat sebagai CEO Twitter. Namun publik sedikit ragu jika Jack Dorsey mampu bertahan dari tekanan Elliott Management, khususnya publik Amerika.

Alasannya, Elliott Management adalah salah satu investor paling kuat dan paling pantang menyerah di dunia. Jika Dorsey ingin mempertahankan posisinya sebagai CEO Twitter, kemungkinan besar ia akan mendapatkan tekanan yang tidak mudah dari Elliott Management.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close