Internet

Jadi Ancaman Serius, Facebook Buat Kontes Deteksi Deepfake

Pesatnya perkembangan teknologi telah membuat banyak perubahan bagi dunia. Ada banyak perubahan yang didapat, baik itu perubahan yang mengarah ke sisi positif dan juga perubahan yang mengarah ke sisi negatif.

Untuk sisi positif, tentu sudah banyak kita temui, di antaranya adalah komunikasi menjadi lebih mudah. Adapun untuk sisi negatif, tentu kita juga sudah banyak menemukannya, di antaranya adalah adanya deepfake.

Baca juga: Mengenal Teknologi Deepfake dan Dampak Buruk yang Ditimbulkannya

Deepfake, Ancaman yang Dihadirkan dari Teknologi

Deepfake adalah teknologi kecerdasan buatan yang memungkinkan seseorang atau kelompok untuk memanipulasi wajah orang lain pada sebuah foto dan video. Dan teknologi ini, tentu sangat berbahaya.

Alasan deepfake amat sangat berbahaya dikarenakan mampu menyebabkan kesalahpahaman, informasi palsu, hingga perpecahan pada suatu negara. Bukan hanya itu saja, deepfake juga bisa digunakan untuk mencemarkan nama baik seseorang, pemerasan, atau tujuan jahat lainnya.

Bahkan, di Amerika Serikat sudah terjadi apa yang tidak seharusnya terjadi, di mana seorang pengguna Reddit berani mengubah wajah selebriti menjadi wajah bintang porno melalui deepfake. Amerika Serikat pun yang dikenal sebagai pusat teknologi dunia juga merasa khawatir dan takut akan deepfake ini.

Bahkan, parlemen Amerika juga sudah meminta Badan Intelijen Nasional (CIA) untuk turun tangan dan menyelidiki dampak buruk dari teknologi deepfake, khususnya dampak buruk terhadap keamanan negara.

Baca juga: ByteDance Kembangkan Deepfake, Buat Aplikasi TikTok?

Facebook Buat Kontes Deteksi Deepfake

Facebook, Inc. sebagai salah satu perusahaan teknologi terkemuka di dunia ikut andil dalam mengatasi masalah deepfake. Salah satu upaya yang mereka lakukan adalah dengan berusaha menghadirkan teknologi yang bisa mengidentifikasi deepfake.

Dalam memudahkan usahanya tersebut, Facebook telah menghadirkan kontes deteksi deepfake, sebuah kompetisi terbuka untuk menemukan algoritma yang dapat melihat video yang dimanipulasi AI.

Dilansir dari The Verge, (15/6/2020), hasil dari kompetisi tersebut cukup menjanjikan. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum sistem otomatis dapat melihat konten deepfake dengan andal.

Baca juga: Takut Pakai FaceApp? Coba Situs Face Swap Saja

Mike Schroepfer selaku Chief Technology Officer Facebook mengatakan kepada wartawan dalam siaran pers bahwasanya dia senang dengan hasil dari kontes deteksi deepfake tersebut. Menurut Schroepfer, teknologi pendeteksi deepfake akan menciptakan tolok ukur bagi para peneliti dan membimbing pekerjaan mereka di masa depan. “Jujur kontes ini lebih sukses daripada yang bisa saya harapkan,” katanya.

Meski telah menghadirkan kontes pendeteksi deepfake, Schroepfer mengatakan bahwasanya pihak perusahaan juga sedang mengembangkan teknologi pendeteksian deepfake sendiri yang terpisah dari kontes yang mereka buat. “Kami memiliki teknologi pendeteksian deepfake dalam produksi, dan kami akan memperbaikinya berdasarkan konteks ini,”kata Schroepfer.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close