Peluang usaha

9 Jenis Pekerjaan yang Harus Dihindari Lulusan Baru (Fresh Graduate)

Kalian yang baru lulus dari perguruan tinggi tentu punya banyak pilihan karier untuk dipertimbangkan. Memilih pekerjaan pertama bukan hal mudah, apalagi karena ada beberapa jenis pekerjaan yang harus dihindari oleh lulusan baru.

Banyak fresh graduate dan tidak punya pengalaman kerja terjebak dalam pekerjaan buruk. Alasannya jelas, mereka belum tahu kehidupan dunia kerja yang sebenarnya. Karena tidak semua mahasiswa pernah magang waktu kuliah.

Baca juga : Mencari Pekerjaan Setelah Lulus Kuliah? Pahamilah Beberapa Hal Penting Berikut ini

Inilah 9 Jenis Pekerjaan yang Harus Dihindari Lulusan Baru

Daftar ini dibuat untuk membantu kalian yang baru lulus perguruan tinggi dan yang tidak punya pengalaman kerja memilih jenis pekerjaan yang baik.

1. Marketing, padahal sebenarnya adalah sales komisi

Pernah dengar MLM (Multi level marketing) ? Atau kerja berlabel pemasaran dengan skema jaringan piramid atau penjualan komisi? Lulusan baru harus waspada terhadap tawaran kerja seperti ini, karena banyak lulusan baru yang jadi korban skema seperti ini.

Contoh modusnya adalah kalian dijadikan agen pemasaran, lalu harus membayar sejumlah uang untuk investasi. Atau harus mencari orang untuk ikut gabung, dan kalian akan dapat komisi dari tiap anggota baru yang berhasil kalian ajak.

Pekerjaannya memang “pemasaran”, tapi sistem kerja dan pembayarannya adalah tipuan supaya kalian bekerja keras untuk perusahaan tanpa memberi hasil apa pun bagi kalian sebagai timbal baliknya.

Perusahaan yang bisa dipercaya akan menginvestasikan uang dan waktu untuk calon karyawan baru. Perusahaan akan mengadakan wawancara dan tes, menawarkan kontrak kerja yang jelas, dan memberi pelatihan bagi karyawan baru.

Loading...

2. Posisi perdagangan saham online

Ini adalah jenis pekerjaan yang memikat bagi orang-orang yang tertarik pada pasar saham. Kalau berbakat dan beruntung, mungkin kalian bisa meraih keuntungan dari sini. Tapi, apa kalian yakin bisa beruntung seperti itu?

Masalahnya adalah harus menaruh modal dan membayar lisensi sekuritas atau semacamnya. Ingatlah, orang bekerja untuk mendapatkan uang. Kalau calon pegawai harus bayar untuk bekerja, bisa jadi ada unsur penipuan di sana.

Sebagai lulusan baru, sebaiknya kalian mulai dengan jenis pekerjaan yang lebih tradisional di perusahaan investasi terkemuka. Bekerja sambil cari pengalaman, dan belajar ilmu jual beli saham.

3. Pekerjaan di perusahaan keluarga

Sebaiknya kalian berpikir dua kali sebelum melamar kerja di perusahaan atau organisasi yang dikelola oleh satu keluarga. Maksud saya bukan perusahaan keluarga kalian, tapi perusahaan keluarga orang lain.

Perusahaan keluarga yang mayoritas pengelolanya didominasi oleh anggota keluarga mereka sendiri. Perusahaan seperti ini hanya memberi sedikit peluang kerja untuk orang lain.

Dan meski kinerja kalian sangat baik, jangan harap bisa dapat posisi tinggi di perusahaan seperti ini. Karena posisi terbaik selalu diberikan pada orang-orang dalam lingkaran keluarga dan kerabat mereka sendiri.

4. Pekerjaan di perusahaan yang sering ganti karyawan

Mengganti karyawan karena pensiun adalah hal yang wajar, bahkan diperlukan. Tapi kalau perusahaan sering merekrut karyawan baru akibat karyawan lama keluar masuk tidak betah kerja, berarti ada yang salah di perusahaan itu.

Perusahaan yang baik akan mempertahankan staf mereka dari waktu ke waktu. Sering mengganti karyawan adalah ciri bahwa karyawan tidak diperlakukan dengan baik, atau karyawan sulit untuk mencapai kesuksesan dalam pekerjaannya.

Sebelum menerima tawaran kerja, cari tahu dulu tentang kondisi kerja, dan peluang untuk maju di perusahaan. Cari tahu berapa banyak lulusan yang direkrut dua tahun lalu dan berapa banyak yang kini masih bekerja di sana.

5. Pekerjaan tanpa pelatihan kerja

Lulus kuliah dengan nilai terbaik bukan berarti bisa sukses di dunia kerja. Tiga bulan pertama di tempat kerja adalah masa paling penting bagi karyawan baru, terutama bagi yang tidak punya pengalaman kerja sebelumnya.

Karena itu, lulusan baru harus memilih bekerja di perusahaan yang menyediakan pelatihan kerja. Untuk belajar mengerjakan tugas dengan baik, untuk belajar etika dan budaya kerja, serta untuk mengenal tempat kerja kalian.

Beberapa perusahaan menyediakan program pelatihan formal yang terstruktur. Perusahaan yang lain akan menekankan pembelajaran di tempat kerja. Seperti apa pun sistemnya, pelatihan adalah hal penting bagi karyawan baru.

6. Pekerjaan yang tidak sesuai minat dan tidak menginspirasi kalian

Memilih kerja di perusahaan yang menawarkan produk atau layanan yang tidak menginspirasi kalian bisa jadi kesalahan besar bagi awal karier kalian. Dan beberapa tahun kemudian kalian masih bertanya, “kenapa aku terjebak di sini?”

Bagaimana karier bisa maju kalau sejak awal bekerja di tempat yang salah? Unsur paling penting untuk sukses di sebagian besar pekerjaan adalah minat. Maka sebisa mungkin pilihlah jenis pekerjaan yang sesuai dengan minat kalian.

Hindari juga pekerjaan yang tidak sesuai dengan keyakinan kalian. Contoh: kalau kalian pecinta lingkungan dan menyukai green lifestyle, maka bekerja di pabrik yang mencemari lingkungan pasti akan membuat kalian stress.

7. Pekerjaan di lokasi yang tidak diinginkan

Lokasi adalah faktor penting dalam berkarier, bahkan penting dalam menjalani kehidupan kalian secara keseluruhan. Karena itu, bekerja dan tinggal di tempat yang tidak baik bisa jadi siksaan dan merusak kehidupan kalian.

Bekerja di lokasi yang jauh dari kampung halaman bisa jadi pengalaman menantang, tapi tidak semua orang mau dapat pengalaman seperti itu.

Kalian yang lajang dan berjiwa bebas mungkin akan siap bekerja di lokasi mana pun. Tapi beda cerita kalau kalian punya keluarga yang tak bisa ditinggal jauh, atau kalau kalian introvert yang sulit menyesuaikan diri dengan budaya baru.

8. Bekerja dengan bos yang salah

Selalu ada bos di setiap pekerjaan, kecuali kalau kalian buka bisnis sendiri. Lulusan baru yang tidak punya pengalaman kerja pasti mengalami kesulitan saat harus bekerja pada bos yang diktator, tidak komunikatif, atau terlalu kritis.

Kalian mungkin tidak bisa memilih bos yang kalian inginkan, dan gonta-ganti pekerjaan hanya karena tidak cocok dengan bos juga tidak baik. Karena itu, kalian harus belajar menyesuaikan diri dengan bos di tempat kerja.

Pelajari gaya kerja dan gaya kepemimpinan bos, cara bos memberi respon secara non-verbal, dan dengar baik-baik apa yang bos katakan. Intinya adalah jadi karyawan yang baik, tanpa merusak harga diri dan tanpa jadi “penjilat”.

9. Bekerja dengan majikan yang mengalami penurunan

Sebelum melamar kerja atau menerima tawaran kerja, kalian harus cari tahu dulu tentang majikan atau perusahaan tempat kalian akan bekerja. Jangan cari kerja di perusahaan yang hampir bangkrut. Itu jelas, kan?

Kalian harus pastikan bahwa calon majikan tidak sedang mengalami penurunan pendapatan, mengalami masalah pendanaan, tidak kehilangan pangsa pasar, dan tidak menekankan produk atau layanan yang sudah ketinggalan zaman.

Perusahaan yang sedang mengalami masalah keuangan biasanya akan melakukan PHK, atau mungkin menunggak gaji karyawan. Kalian tidak mau kan kerja tanpa digaji, atau dipecat padahal baru beberapa bulan kerja?

Akhir kata:

Jangan putus asa. Jangan hanya karena butuh, kalian mau jalani jenis pekerjaan apa saja. Jangan sampai pekerjaan yang kalian pilih malah jadi perusak hidup kalian sendiri.



Loading...

Baca selengkapnya

Reha Wijaya

Hobi fotografi, tapi sehari-hari menghabiskan waktu di depan komputer.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *