Tekno

Jleb! Startup Ini Pilih Bakar Kambing Ketimbang Bakar Duit

Perusahaan rintisan atau yang dikenal dengan startup biasanya identik dengan aksi bakar duit guna membuat bisnis mereka tumbuh berkembang dan mampu bersaing dengan perusahaan rintisan lainnya yang juga bergerak di bidang yang sama.

Dulu, bakar duit adalah sesuatu yang lumrah untuk dilakukan karena alasannya yang sudah disebutkan. Namun, makin ke sini aksi bakar duit makin dianggap sesuatu yang rawan kegagalan karena beberapa startup besar sudah merasakan dampaknya.

WeWork adalah salah satu startup yang sudah mengalami kegagalan karena aksi bakar duit. Bahkan, startup yang dulunya dipimpin Adam Neumann itu nyaris bangkrut sebelum akhirnya diselamatkan oleh SoftBank selaku pemilik saham mayoritas WeWork.

Baca juga: WeWork Selamat dari Kebangkrutan, Alex Neumann Pun Ditendang

Tidak Semua Startup Suka Bakar Uang

Gara-gara WeWork yang nyaris bangkrut karena aksi bakar duit, para investor pun mulai sedikit menahan suntikan dana ke beberapa startup. Intinya, para investor lebih selektif ketika ingin menanamkan modalnya ke beberapa perusahaan rintisan.

Uniknya lagi, beberapa perusahaan rintisan pun juga ada yang ikut menahan atau tidak ingin melakukan aksi bakar duit karena aksi bakar duit tidak menjamin kesuksesan sebuah perusahaan. FastPOS adalah salah satu startup yang tidak ingin melakukan aksi bakar duit.

Bahkan dalam salah satu pernyataannya, FastPOS justru lebih memilih bakar kambing ketimbang harus melakukan bakar duit. Menurut pihak perusahaan, bakar kambing lebih bisa dinikmati ketimbang bakar duit yang tidak bisa dinikmati sama sekali.

“Kita bakar kambing. Jadi kalau bakar uang itu habis uangnya terbakar tidak ada yang bisa kita nikmati. Kalau bakar kambing, habis dibakar ada kambing yang bisa dinikmati,” kata Ery Pertinda Saputra selaku Direktur Utama FastPOS seperti yang dikutip dari VIVA.

Baca juga: Hobi Startup Itu Cuma Bakar Duit Saja, Benarkah?

Bakar Kambing Hanya Sebuah Kiasan

Usut punya usut, istilah bakar kambing adalah kiasan yang digunakan oleh pihak FastPOS. Dalam keterangannya, maksud bakar kambing adalah strategi perusahaan untuk mengatur keuangan, yaitu strategi untuk mengoptimalkan penggunaan dana dengan sebuah hasil yang terukur.

Menurut pihak FastPOS, saat ini para investor tidak lagi mementingkan sebuah data. Para investor saat ini justru lebih mementingkan sebuah trafik atau profit untuk masa depan perusahaan yang disuntikkan modal. Meski bakar kambing hanya sebuah kiasan, namun secara makna memang benar karena lebih baik bakar kambing ketimbang bakar uang.

Baca juga: Bakar Duit Jutaan Dolar, Startup Asal China Ini Justru Bangkrut

FastPOS sendiri adalah perusahaan yang baru berumur sekitar dua tahunan. FastPOS adalah perusahaan yang bergerak di bidang logistik. Perusahaan ini pun di bawahi oleh Pos Indonesia. Meski usianya masih seumur jagung, FastPOS tetap berpeluang menjadi besar untuk ke depannya.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close