Tekno

Kalah di Indonesia, Bagaimana Posisi Samsung di Pasar Global?

Posisi Samsung sebagai merek ponsel yang menguasai pasar Indonesia harus lengser pada kuartal ketiga tahun 2019 di mana Samsung harus rela tergeser oleh Oppo dan juga Vivo berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh IDC.

Menurut laporan IDC, selisih Samsung dengan Oppo yang berada di peringkat pertama sangatlah jauh, yaitu sekitar 7 persen. Adapun untuk selisih Samsung dengan Vivo yang berada di peringkat kedua, selisihnya sekitar 3 persen.

5 besar penguasa smartphone Indonesia versi IDC:

Oppo 26,2 persen
Vivo 22,8 persen
Samsung 19,4 persen
Realme 12,6 persen
Xiaomi 12,5 persen

Baca juga: Oppo dan Xiaomi Rajai Pasar Ponsel RI, Samsung Mulai Ditinggalkan?

Bagaimana Posisi Samsung di Pasar Global?

Di pasar ponsel Indonesia, posisi Samsung memang mengalami kemerosotan. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana posisi mereka di pasar global? Apakah posisi Samsung juga masih dominan atau justru sudah tergusur dengan merek lain?

Untuk pasar global, ternyata posisi Samsung sedikit lebih baik di mana mereka masih berada di posisi puncak. Berdasarkan laporan IDC di kuartal ketiga tahun 2019, Samsung masih menguasai 21,8 persen pangsa pasar ponsel dunia.

Posisi Samsung pun unggul jauh dari merek China, kecuali Huawei. Ya, Huawei berada tepat di bawah Samsung dengan menguasai pangsa pasar ponsel dunia sebesar 18,6 persen. Namun, selisih 3 persen ini bukanlah selisih yang aman untuk pabrikan ponsel asal Korea Selatan tersebut.

5 besar penguasa smartphone dunia versi IDC:

Samsung 21,8 persen
Huawei 18,6 persen
Apple 13 persen
Xiaomi 9,1 persen
Oppo 8,7 persen

Baca juga: Mohon Maaf Huawei, Samsung Masih Jadi Raja di Eropa dan Dunia

Samsung Dikepung China

Tidak di Indonesia, Asia, maupun dunia, China selalu menjadi pesaing serius Samsung. Melihat fakta yang demikian itu, tentu pihak Samsung harus waspada atau setidaknya belajar dari kesalahan yang ada di Indonesia, mengapa mereka akhirnya harus lengser dari penguasa pasar ponsel RI.

Jika Samsung tidak belajar, maka peluang mereka tergusur sebagai penguasa ponsel dunia pun juga semakin terbuka. Saat ini, Huawei adalah pesaing terdekat yang berpeluang menggeser Samsung di peringkat pertama.

Padahal, Huawei saat ini sedang mengalami kondisi yang cukup pelik di mana mereka tidak bisa berbisnis dengan perusahaan asal Amerika Serikat seperti Google lantaran pemerintah Amerika Serikat memasukkan mereka ke daftar hitam karena dianggap membahayakan keamanan negara.

Baca juga: Realme, Penantang Baru di Dunia Smartphone yang Patut Diwaspadai

Jika dalam kondisi sulit saja Huawei mampu berada di peringkat kedua dengan selisih 3 persen saja, maka mereka akan jauh lebih mengancam posisi Samsung apabila sudah dikeluarkan dari daftar hitam atau sukses dengan menggunakan OS-nya sendiri. Jadi, Samsung tetap harus waspada.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close