Dunia InternetInternetTekno

Kamera Smartphone Semakin Maju, Apakah Kamera Digital Sudah Tidak Di Perlukan?

Perbedaan Kamera Smartphone dan Kamera Digital – Smartphone! sekarang sedang Booming, Setiap tahun smartphone baru selalu muncul dengan spesifikasi yang lebih tinggi, Design yang lebih menarik, Fitur-fitur yang baru, dan yang paling sering di bahas dan kamu priotiaskan adalah Kualitas Kamera.

Kamera smartphone mampu memberikan kualitas gambar yang hampir seperti hasil foto para professional dengan effort yang lebih mudah.

Namun tentunya untuk menjadi seorang photographer itu lebih dari hanya sekedar mempunyai peralatan yang tepat.

Tapi apakah Smartphone termasuk peralatan yang tepat?

Kamera Smartphone semakin maju dan mulai bersaing dengan kamera Digital seperti Point n Shoot, Dslr dan Mirrorless.

Akan tetapi apakah kualitas gambar yang diberikan sudah mampu bersaing dengan Kamera Digital apalagi yang termasuk Smartphone FlagShip?

Jawabanya, Tidak! not even close.

Jika jawaban itu sudah cukup bagi kamu maka silahkan baca artikel saya yang lain seperti:
Kenali Fungsi Pengaturan Kamera Smartphone Kamu Agar Hasil Foto Semakin Maksimal

Loading...

Jika kamu ingin tahu lebih lanjut maka bacalah artikel ini 😀

Kamera Digital Vs Kamera Smartphone

Kamera Digital
Source: pixel2,nikon,league of legend

Zaman dulu kira-kira tahun 1990-2008 atau mungkin lebih. Kebanyakan orang masih membawa Kamera Polaroid atau yang masih menggunakan Film Strip dan Digital Point n Shoot kamera untuk mengabadikan momen mereka.

Zaman semakin maju dan kamera pun sudah mulai di implementasikan untuk Handphone, Jadi orang-orang sudah merasa tidak perlu lagi untuk membawa Kamera Standalone. Penjualan Kamera pun sudah mulai menurun dari tahun ke tahun.

Namun mereka membuat kesalahan besar lho.

Sudah dari dulu Kamera Digital telah mengalahkan kualitas gambar kamera Handphone bahkan sampai sekarang.

Mau tau apa alasanya? silahkan lanjutkan membaca.

Ukuran

Source: tech.ifeng, Richmondcamera

Kamera Standalone seperti DSLR memang termasuk cukup besar dan agak ribet untuk dibawa bepergian. Tidak hanya itu lensa yang di gunakan juga berukuran cukup besar dan terkadang seorang fotografer membutuhkan lebih dari satu lensa tergantung kebutuhan mereka.

Walaupun ada kamera yang ukuran nya kecil seperi Mirrorless atau Point n Shoot, Kebanyakan orang masih memilih Smartphone.

Namun ada alasan di balik ukuran mereka yang besar, Lanjutkan membaca.

Sensor Kamera

Source: lensvid

Smartphone adalah salah satu Portable Device yang bisa dibawa dan digunakan di mana saja dan kapan saja.

Untuk mendesain sebuah smartphone, Komponen harus dibuat sekecil dan se-compact mungkin agar ukuran smartphone tidak terlalu tebal/besar.

Semua itu terdengar wajar kan? Memang teknologi semakin maju komponen nya semakin mengecil akan tetapi performanya lebih tinggi.

Well secara awam sih memang benar tapi untuk yang satu ini hukum tersebut tidak berlaku, Kenapa?

Berbeda dengan zaman dahulu, Kamera masih menggunakan Film Strip atau Polaroid Film.

Masih ingat kan? Mau lihat hasil foto aja harus ngantri ditempat percetakan sampai 3 hari atau satu minggu hahaha

Sekarang kamera menggunakan Image Sensor yang fungsinya sama akan tetapi bisa digunakan berkali-kali tanpa harus perlu diganti.

Sensor tersedia dalam berbagai ukuran dari Crop Frame 26mm sampai Full Frame 35mm di kamera digital.

Akan tetapi kebanyakan kamera smartphone hanya mempunyai sensor selebar 1/3.2 Inchi (0.15cm2)

Namun beberapa kamera smartphone seperti Google Pixel 2 mempunyai ukuran Sensor sebesar 1/2.6 Inch yang sedikit lebih kecil dari kamera Point n Shoot kelas menengah.

Semakin besar ukuran sensor maka semakin banyak cahaya yang dapat ditangkap, Hal tersebut akan memberikan informasi lebih banyak kepada si Kamera untuk dikerjakan.

Hasilnya kualitas gambar akan lebih tajam, Lebih detail, dan Noise (Bintik2 halus di foto) yang lebih sedikit.

Pernah teman saya mengejek saya karena masih menggunakan kamera DSLR Nikon D3000 tahun 2009, Katanya sudah ketinggalan jauh dan kamera smartphone pun sudah bisa mengalahkan DSLR kamu.

Dengan berbekal Nikon D3000, Lensa sigma 35-80mm dan ilmu fotografi, Akhirnya saya membandingkan kualitas foto yang di hasilkan dengan teman saya yg menggunakan Samsung Galaxy 8.

Teman saya pun tercengang dengan hasil foto yang dapat di hasilkan oleh kamera tua saya hehe.

Kualitas Lensa

Source: eltakeiteasy

Sudah dijelaskan bahwa smartphone adalah salah satu Compact Device yang bisa dibawa dan digunakan di mana saja dan kapan saja.

Untuk membuat ukuran smartphone kecil maka komponen lain juga harus di kecilkan. Di atas sudah menjelaskan bahwa ukuran sensor smartphone lebih kecil dari Kamera digital.

Namun ukuran Optic/Lensa juga semakin kecil, Kualitas dan ukuran lensa lebih mempengaruhi kualitas gambar daripada MegaPixel yang sering di besar-besarkan oleh pembuat smartphone sekarang ini.

Source: Vivo

Photography it’s all about lightning, Fotografi itu tentang cahaya. Cahaya sangat mempengaruhi kualitas gambar dan semakin besar ukuran lensa maka semakin banyak cahaya yang dapat di tangkap.

F-stop seperti F1.8 atau F4.6, Dll bukan melambangkan ukuran lensa melainkan hanya Aperture yaitu lebar pupil suatu lensa yang bisa di atur untuk menentukan berapa cahaya yang masuk ke Sensor dan untuk menentukan Bokeh (Depth Of Field) itu lho efek buram yang di hasilkan pada objek/subjek yang tidak terfokus.

Lensa yang digunakan untuk smartphone adalah Fixed Lense yang artinya tidak mempunyai konsep pergerakan mekanik di dalamnya dan ukuran nya pun sangat kecil.

Hal ini membuat cahaya yang ditangkap itu lebih sedikit daripada Lensa pada kamera Point n Shoot atau Kamera Digital lainya.

Tidak hanya itu, Mereka tidak bisa secara native untuk melakukan Zoom saat mengambil foto melainkan hanya menggunakan simulasi software. Hasil foto Zoom yang diberikan akan terlihat buram, Tidak detail dan tidak jelas.

Berbeda dengan Kamera Digital yang secara mekanik memang bisa di Zoom kecuali jika kamu menggunakan Prime Lense, Hasil foto yang di berikan pun akan tetap terlihat tajam, detail dan jelas.

Pengaturan

Source: 123RF

Smartphone memang memiliki banyak kekurangan akan tetapi Smartphone juga memiliki kelebihan tersendiri seperti yg sudah saya sebutkan.

Karena kamera menggunakan AUTO MODE si pengguna tidak perlu repot-repot untuk menkonfigurasi pengaturan kamera smartphone yang terkadang akan membingungkan orang awam.

Hasil yang diberikan oleh AUTO MODE pun sudah cukup untuk membuat mereka puas. Apalagi fitur-fitur smartphone yang semakin banyak dan memudahkan para penggunanya seperti instant sharing agar kamu bisa share hasil foto kamu atau instant backup agar foto kamu secara otomatis tersimpan di Cloud Storage, Dsb.

Tidak hanya itu di smartphone juga terdapat pengaturan kamera yang terkadang opsi tersebut juga tersedia di kamera digital.

Namun ada beberapa opsi yang tidak tersedia dan opsi ini itu termasuk yang paling penting dalam ilmu fotografi yaitu Aperture dan Shutter Speed

Aperture

Source: 123RF

Aperture tidak hanya di gunakan untuk mengatur seberapa lebar pupil suatu lensa untuk menentukan banyaknya cahaya yang masuk. Aperture juga mempengaruhi Depth Of Field suatu foto.

Aperture di lambangkan dengan F-Stop (F1.8, F8, F12, Dst)
Semakin kecil angkanya maka semakin lebar pupil lensa akan terbuka dan sebaliknya.

Pernahkah kalian melihat foto yang object nya terlihat jelas tapi background terlihat samar-samar?

Source: clube.design

Itulah contoh Depth Of Field yaitu jarak antara object terdekat dan terjauh yang memberikan efek fokus terhadap gambar.

Jika kamu ingin background terlihat buram maka gunakan Aperture yang rendah, Jika kamu ingin background terlihat jelas maka gunakan Aperture yang tinggi.

Aperture di gunakan oleh para Fotografer untuk mengasilkan efek foto yang mereka inginkan. Aperture di kamera smartphone tidak dapat di atur.

Shutter Speed

Source: pinterest

Selanjutnya adalah Shutter Speed, Shutter speed adalah kecepatan Shutter suatu kamera yang dilambangkan dengan angka 1/500, 1/100, 1/3000, Dst.

Singkatnya itu adalah tirai yang menutupi Sensor suatu kamera. Semakin tinggi angkanya maka semakin cepat Shutter Speed nya.

Shutter Speed digunakan untuk mengatur kecepatan tirai tersebut untuk memberikan hasil/efek foto yang di inginkan.

Pernahkan kamu melihat foto Hummingbird yang sayapnya terlihat tidak mengepak? (Hummingbird mampu mengepakan sayapnya secepat 70 kepakan per detik)

Source: bhphotovideo

Atau pernahkan kamu melihat foto Air terjun/sungai yang airnya terlihat sangat lembut seperti sutra?

Source: flickr

Foto-foto tersebut ditangkap menggunakan Shutter Speed yang sesuai. Semakin cepat shutter speed maka semakin cepat kecepatan tirai dalam membuka dan menutup image sensor di kamera dan sebaliknya.

Contoh jika kamu ingin mengambil gambar suatu object berkecepatan tinggi seperti mobil balap, Orang tinju, atau Tembakan peluru agar terlihat diam maka gunakan shutter speed yang paling cepat.

Dan jika kamu ingin agar gambar terlihat buram atau memiliki drama maka gunakan shutter speed yang rendah.

Jika kamu memotret object berkecepatan tinggi menggunakan smartphone maka hasil nya object akan terlihat buram.

Faktor lain adalah Auto Focus, Untuk mengambil gambar object berkecepatan tinggi maka kamu membutuhkan kamera yang bisa fokus dengan kecepatan tinggi juga.

Kebanyakan dari smartphone tidak mempunyai fitur ini, Sedangkan banyak kamera digital yang mampu fokus dalam waktu hanya 0.05 detik.

Shutter Speed di kamera smartphone tidak dapat di atur secara manual.

Walaupun sebenarnya terdapat aplikasi yang katanya bisa di gunakan untuk mengatur Aperture dan Shutter Speed seperti Camera FV-5.

Kenyataan nya Lensa di kamera smartphone seperti yang sudah saya jelaskan adalah Fixed Lense yang tidak mempunyai pergerakan mekanik.

Jadi sebenarnya aplikasi-aplikasi tersebut hanya menggunakan simulasi software dan hasil yang diberikan pun tidak akan sama/jauh jika di bandingkan dengan kamera digital.

Kapasitas Baterai

Source: nymag

Bagi kamu yang sering banget foto-foto atau rekam video pasti kamu tahu kalau kegiatan tersebut akan cepat menghabiskan baterai smartphone kamu.

Mainstream Digital Camera sanggup mengambil beratus-ratus foto atau video sebelum baterainya lemah/habis. Tidak hanya itu baterai Digital Kamera juga bisa di ganti secara langsung jika kamu mempunyai baterai yg lain.

Kesimpulan

Jika kamu hanya ingin suatu perangkat elektronik yang bisa melakukan berbagai fungsi dan bisa kalian bawa kemana saja Atau mungkin kamu juga tidak terlalu mementingkan kualitas foto dan Proses editing (Post Processing) untuk membuat hasil foto lebih maksimal.

Maka Smartphone akan lebih cocok untuk kamu.

Akan tetapi jika kamu seseorang yang mementingkan kualitas gambar, Gaya Foto, Post Processing, dan hal lainya atau mungkin kamu adalah seorang fotografer maka Kamera Digital lah yang harus kamu gunakan (Duh).

Bottom line walaupun kamera Smartphone semakin lama semakin membaik, Kualitas gambar yang dihasilkan tidak akan bisa mengalahkan Kamera Standalone seperti Dslr, Mirrorless atau Point n Shoot untuk sekarang.

Jika sudah maka para fotografer professional akan lebih memilih Iphone atau Samsung Galaxy 8, Dll

Source: adorama,iphone 8 Edited with photoshop

Terima kasih telah membaca artikel saya 🙂



Loading...

Baca selengkapnya

Only a writer and a drop of water in the endless sea :)

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *