Internet

Mengunjungi Kampung Adat Jalawastu, Badui-nya Jawa Tengah

Warga kampung adat jalawastu, desa ciseureuh, kecamatan ketanggungan, kabupaten brebes disebut-sebut sebagai suku badui-nya jateng. Adat jalawastu menyebut ada persamaan antara jalawastu dengan badui, keduanya diyakini memiliki leluhur sama yang menganut kepercayaan sunda wiwitan.

Menurut ceritanya, di jalawastu, dulu sebelum islam masuk, ada satu keyakinan yang merupakan ajaran sunda wiwitan, jadi hindu bukan, budha juga bukan. Meskipun terletak di kabupaten brebes, namun mayoritas warga jalawastu berkomunikasi menggunakan bahasa sunda. Hanya sedikit yang mengerti dan bisa berbicara menggunakan bahasa indonesia.

Secara geografis, jalawastu terletak di perbatasan jawa tengah dan jawa barat, sehingga bahasa yang digunakan mayoritas warganya adalah bahasa sunda.

Cara Menuju Ke kampung Adat Jalawastu

Untuk menuju ke kampung adat jalawastu ini, harus menempuh jarak ke selatan sekitar tiga jam dari pusat pemerintahan kabupaten brebes. Kampung jalawastu merupakan daerah terpencil dan letaknya di kaki gunung kumbang. Di gunung tersebut lah asal muasal angin kumbang yang di sebut-sebut sangat membantu para petani bawang merah brebes.

Untuk menuju kampung ini, harus melewati jalan berbatu yang menanjak dan menurun karena daerah pegunungan. Selain jalan bebatuan, jalan juga becek karena belum diaspal. Apalagi untuk musim hujan maka jalur yang dilewati akan sulit karena parah beceknya.

Jalan yang sempit hanya 2 meter dan di kanan kirinya jurang serta tebing tinggi menuntuk pengguna harus waspada. Apalagi musim hujan maka akan rawan longsor. Sesampainya di kampung adat jalawastu papan nama kampung menyambut tamu dari luar. Pemandangan nan hijau dengan udara yang segar sangat terasa di kampung tersebut.

Rumah Kampung Adat Jalawastu Pantangan Menggunakan Semen

Rumah Kampung Adat Jalawastu

Rumah adat di kampung jalawastu tersebut memang berbeda dengan daerah lainnya. Tidak ada yang menggunakan atap genting, tembok batu bata dan semen, serta keramik. Semua rumah rata-rata menggunakan atap seng dan ilalang. Untuk dinding, rumah mereka menggunakan kayu. Lantai keramik disini juga tidak dijumpai di rumah-rumah warga.

Di kamar mandinya, kloset tidak menggunakan porselen yang biasa dipasang di kamar mandi pada umumnya. Kloset terbuat dari kayu yang dibuat sama seperti kloset porselen. Porselen, keramik, genteng, semen dan batu bata merupakan pantangan bagi jalawastu.

Namun, jika besi boleh. Untuk penerangan di kampung ini, masih menggunakan kincir air. bahkan, masih ada yang menggunakan penerangan dengan kaleng atau botol bekas yang di isi minyak.

Warga kampung adat jalawastu sekarang ini memeluk agama islam dan memegang teguh peninggalan adat leluhur. Jadi, masih kental adat istiadat leluhur yang berkeyakinan sunda wiwitan. Penasaran untuk mengunjunginya?.

Referensi : Mampir Yuk ke Wisata Alam Kabupaten Banyumas


Loading...
Baca selengkapnya

Bercita-cita menjadi penyebar warta dan penebar informasi bermanfaat bagi sesama, asal dari batang, jateng. Menjadi penulis adalah impian sekaligus sebagai hobi, salam kenal

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close